Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Terkini Perawatan Luka Wintoko, Risal; Yadika, Adilla Dwi Nur
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2893

Abstract

Luka adalah terputusnya kontinuitas jaringan akibat substansi jaringan yang rusak atau hilang sehingga dapat menyebabkan kerusakan fungsi perlindungan kulit dan dapat disertai dengan kerusakan jaringan lain. Luka dapat terjadi akibat terjatuh, kecelakaan kendaraan bermotor, trauma tajam atau tumpul, maupun proses pembedahan. Jenis luka yang terjadi dapat berupa luka lecet (70,9%), luka robek (23,2%), luka memar, luka sayat, luka tusuk, maupun luka tembak. Prevalensi luka di Indonesia menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013 mencapai 8,2%. Perawatan luka umumnya masih menggunakan suatu metode untuk berbagai kondisi luka. Perawatan luka harus menyesuaikan kondisi dan problem luka yang terjadi sehingga proses penyembuhan luka dapat berlangsung dengan baik dalam waktu yang singkat tanpa adanya gangguan akibat luka yang akan berdampak pada produktivitas kerja dan biaya yang dikeluarkan dalam perawatan luka.Kata kunci: Luka, perawatan luka, kondisi luka, problem luka
Perilaku Swamedikasi pada Pandemi COVID-19 Yadika, Adilla Dwi Nur; Sayoeti, Muhammad Fitra Wardhana
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 2, No 1 (2022): February 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v2i1.372

Abstract

Penggunaan obat-obatan tanpa konsultasi profesional medis dan membeli obat bebas adalah salah satu masalah penting yang mengarah pada penggunaan obat yang tidak tepat. Swamedikasi menjadi ancaman dan perhatian serius di karena kasusnya terus meningkat. Walaupun dibeberapa tempat di dunia swamedikasi masih dilakukan dalam batas wajar namun timbul kekhawatiran karena kurangnya literasi kesehatan, program pendidikan dan pelatihan tentang swamedikasi dan juga kebijakan yang belum kuat tentang pelarangan obat-obatan tanpa resep dokter. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk menilai perilaku swamedikasi pada pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan studi literature review, Sumber ilmiah didapatkan dari google scholar dan Pubmed berupa textbook dan jurnal ilmiah yang berjumlah 26 buah. Tingginya aktivitas swamedikasi yang belum tepat dan  tanpa konsultasi profesional medis dan membeli obat bebas adalah salah satu masalah penting yang mengarah pada penggunaan obat yang tidak tepat. Swamedikasi menjadi ancaman dan perhatian serius di karena kasusnya terus meningkat dan membawa dampak merugikan seperti resistensi antibiotik dan reaksi obat yang merugikan.The use of medicines without consulting medical professionals and buying over-the-counter medicines is one of the important problems that leads to the inappropriat use of medicines. Self-medication is a threat and serious concern because the cases continue to increase. Although in some places self-medication is still carried out within reasonable limits, there are concerns due to the lack of health literacy, education and training programs on self-medication and also not strong policies regarding the prohibition of medicines without a doctor's prescription. This literature review aims to assess self-medication behavior in the COVID-19 pandemic. This research is a literature review study. Scientific sources were obtained from Google Scholar and Pubmed consisting of 26 textbooks and scientific journals. The high activity of inappropriate self-medication without consulting medical professionals and buying over-the-counter medicines is one of the important problems that lead to the use of inappropriate medicines. Self-medication is a threat and serious concern because the cases continue to increase and bring adverse effects such as antibiotic resistance and adverse drug reactions.
Determinan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kualitas Hidup Pasien Stroke Iskemik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Yadika, Adilla Dwi Nur; Saftarina, Fitria; Zuraida, Reni; Sumekar, Dyah Wulan; Susianti, Susianti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.24575

Abstract

ABSTRACT Stroke is a cerebral blood circulation disorder lasting for 24 hours or more. Stroke is a leading cause of disability and death in Indonesia and causes functional disability and mental disorders that can reduce quality of life. Quality of life is an individual's perception of their position. In Lampung, 66.7% of stroke patients have poor quality of life. This study aims to determine the factors that influence ischemic stroke patients’ quality of life at RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. This study used an observational analysis and cross-sectional design. The dependent variable was ischemic stroke patients’ quality of life and the independent variables were age, gender, education level, employment status, marital status, comorbidities, duration after stroke, stroke recurrence, and family support. Primary data were obtained through interviews using questionnaire and secondary data from medical records. Bivariate analysis used Chi Square and multivariate used logistic regression. There were relationship between age (p=0.014), employment status (p0.001), marital status (p=0.016), and stroke recurrence (p=0.012), there were no relationship between gender (p=0.209), education level (p=0.071), comorbidities (p=0.158), duration after stroke (p=0.184), and family support (p=0.700) with the ischemic stroke patients’ quality of life at RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. The most dominant factor was employment status (p0.001; PR=29.9). Active roles from health institutions, government, and families are essential to improve ischemic stroke patients’ quality of life. Keywords: Ischemic Stroke, Quality of Life, Factors, Comorbidities, Family Support.  ABSTRAK Stroke adalah gangguan sirkulasi darah otak selama 24 jam atau lebih. Stroke menjadi penyebab utama kecatatan dan kematian di Indonesia dan menyebabkan disabilitas fungsional dan gangguan mental sehingga dapat menurunkan kualitas hidup. Kualitas hidup adalah persepsi individu mengenai posisinya dalam kehidupan. Sebanyak 66,7% pasien stroke memiliki kualitas hidup yang tidak baik di Provinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien stroke iskemik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode analisis observasional dengan rancangan cross sectional. Variabel dependen berupa kualitas hidup pasien stroke iskemik dan variabel independen berupa usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan, status pernikahan, komorbiditas, lama waktu pasca stroke, status serangan, dan dukungan keluarga. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner dan data sekunder dari data rekam medis. Analisis statistik bivariat menggunakan uji Chi Square dan multivariat berupa regresi logistik. Terdapat hubungan antara usia (p= 0,014), status pekerjaan (p 0,001), status pernikahan (p=0,016), dan status serangan (p=0,012), serta tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (p=0,209), tingkat pendidikan (p=0,071), komorbiditas (p=0,158), lama waktu pasca stroke (p=0,184), dan dukungan keluarga (p=0,700) dengan kualitas hidup pasien stroke iskemik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Faktor yang paling dominan adalah status pekerjaan (p 0,001; PR=29,9). Diperlukan peran aktif instansi kesehatan, pemerintah, dan keluarga dalam meningkatkan kualitas hidup pasien stroke iskemik. Kata Kunci: Stroke Iskemik, Kualitas Hidup, Faktor-Faktor, Komorbiditas, Dukungan Keluarga.