Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

RIWAYAT HIPERTENSI DAN POLA MAKAN ASIN MENJADI FAKTOR RESIKO HIPERTENSI PADA USIA MUDA (20 – 40 TAHUN) PADA MASYARAKAT PESISIR DI KABUPATEN KETAPANG Suhartatik; Suwarni, Linda; Bambang; Purwanto, Tono; Nurhayati, Eni; Annisya
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 18 No. 3 (2023): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v18i3.5622

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular ( PTM ) yang masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat. Data World Health Organization (WHO) tahun 2018 menunjukkan sekitar 1,3 Miliar orang di dunia menyandang hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Hipertensi menduduki peringkat ke-4 dari 10 penyakit terbesar pada tahun 2022, yaitu sejumlah 1275 kasus di Kecamatan Kendawangan. Riwayat keturunan dan kebiasaan pola makan asin merupakan faktor resiko kejadian hipertensi pada usia muda. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat keturunan hipertensi dan kebiasaan pola makan asin dengan kejadian hipertensi pada usia muda di wilayah Puskesmas Kendawangan. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sample dengan accidental sampling dengan responden sejumlah 100 orang. Analisis data menggunakan analisis univariate dan bivariate. Uji statistik yang digunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat keluarga (PR : 3,481 ) dan kebiasaan makan asin ( PR : 13,579) dengan kejadian hipertensi (p value < 0.05). Kesimpulan: Diperlukan upaya promotive dan preventive pada usia dewasa muda untuk menjaga pola makan terutama kebiasaan makan asin.
Pengembangan Produk Unggulan Daerah Melalui Pengolahan Dan Branding Produk Salak Sebagai Ikon Unggulan Desa Mlinjon Kabupaten Tulungagung Dani Irawan; Fuad Indra Kusuma; Annisya; Ica Purnamasari
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i3.5612

Abstract

Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, sebagai salah satu sentraproduksi salak, memiliki tantangan dalam meningkatkan nilai tambah produk salak.Sebagian besar hasil panen dijual dalam bentuk segar tanpa pengolahan lebih lanjut,sehingga nilai ekonominya rendah, terutama saat musim panen raya. Desa Mlinjonmenghasilkan sekitar 2 ton salak per musim panen, dengan 40% limbah berupa biji salakyang belum dimanfaatkan, setara 800 kg. Harga salak segar sering jatuh hingga Rp3.000/kgsaat panen raya, menurunkan pendapatan petani. Secara kualitatif, petani menghadapitantangan harga rendah akibat minimnya pengolahan pasca-panen. Namun, biji salakmemiliki potensi diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti kopi salak, yang dapat dijualdengan harga Rp50.000/kg. Pengolahan biji kopi salak membutuhkan inovasi teknologidan pelatihan khusus untuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan sesuai denganstandar pasar. Proses ini melibatkan beberapa tahap, seperti pengeringan, penggongsengan(roasting), penggilingan, dan pengemasan. Setiap tahapan memerlukan perhatian khususterhadap kualitas bahan baku dan teknologi yang digunakan, agar hasil akhirnya memilikicita rasa, aroma, dan kualitas yang bersaing di pasar. Selain aspek teknis, pemasaran produkkopi salak juga menjadi tantangan tersendiri. Produk kopi salak yang masih baru di pasarmembutuhkan strategi pemasaran yang kreatif dan efektif untuk meningkatkan kesadarankonsumen. Kemasan yang menarik, branding yang kuat, dan promosi yang tepat dapatmembantu memperluas pangsa pasar produk ini. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah(1) meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat pelaku UMKM, dalammengolah biji salak menjadi produk kopi melalui mesin penggorengan vakum (2)workshop branding dan pemsaran produk produk kopi salak. Metode pelaksanaan dalamkegiatan ini ditempuh dengan cara workshop. Hasil dari kegiatan ini adalah (1) Inovasimesin penggiling kopi biji salak berbasis rotary dan kontrol suhu otomatis meningkatkanproduksi dua kali lipat, kualitas seragam, serta kepuasan mitra di atas 80%. (2) Pelatihanbranding melahirkan merek “Salacca Brew”, pemasaran digital berkembang, dankeberlanjutan dijamin melalui kelembagaan usaha serta roadmap agroindustri salak.Kata kunci : Desa Mlinjon, Salak, Kopi Salak, Biji Salak, UMKM
Pelatihan Budidaya Jamur di SDN Percobaan 1 Malang Sebagai Sekolah Mitra PPG Universitas Negeri Malang Dani Irawan; M. Anas Tohir; Annisya; Venia Ranita Sari; Yustina Ayu Wulandari; One Riyanis; Safira Putri Damayanti; Winda Tri Utami
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i3.5624

Abstract

Pelatihan budidaya jamur tiram di SDN Percobaan 1 Malang sebagai sekolah mitra PPGUniversitas Negeri Malang merupakan inovasi pembelajaran kontekstual yang memadukanpotensi lokal dengan pendidikan kewirausahaan sejak dini. Kegiatan ini dirancang untukmengatasi rendahnya literasi kewirausahaan di sekolah dasar dan terbatasnya pengalamanguru serta mahasiswa PPG dalam mengelola pembelajaran berbasis produk pangan lokal.Tujuan pelatihan adalah meningkatkan kompetensi guru dan mahasiswa PPG dalammerancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran kontekstual berbasis budidayajamur tiram. Komoditas ini dipilih karena mudah dibudidayakan, bernilai jual, dan dapatmenjadi sarana pembelajaran yang aplikatif.Metode pelaksanaan bersifat partisipatif,kolaboratif, dan berbasis praktik langsung (learning by doing). Guru, mahasiswa, dan siswaterlibat aktif mulai dari persiapan media tanam, inokulasi bibit, perawatan, panen, hinggapengemasan produk. Pelatihan terdiri dari tiga sesi luring di sekolah dan lima sesi daringmelalui platform digital, dengan total durasi 32 jam.Hasil pelatihan menunjukkanpeningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis peserta, baik guru, mahasiswa, maupunsiswa. Siswa menjadi lebih mandiri, kreatif, dan memahami dasar-dasar wirausahasederhana. Guru dan mahasiswa PPG memperoleh pengalaman langsung dalammemanfaatkan potensi lokal sebagai media pembelajaran. Kegiatan ini membuktikanbahwa pelatihan berbasis potensi lokal dapat memperkuat keterampilan praktis danmenumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini di lingkungan sekolah dasar.Kata kunci: Budidaya Jamur Tiram, Kewirausahaan Sejak Dini, PembelajaranKontekstual, Sekolah Dasar (SD),
Optimalisasi Publikasi Jurnal Sinta Melalui Pelatihan Penulisan Ilmiah Berbantuan Eva (Easy Valuable Asisstant) Bagi Guru Dan Mahasiswa PPG Di SMK 3 PGRI Malang Dani Irawan; Evanie Yafie; Alma Huwaida Ramadhani; Daya Negri Wijaya; Andhika Yuda Pratama; Annisya
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i3.5627

Abstract

Publikasi ilmiah merupakan indikator penting dalam pengembangan profesionalisme guru dan calonguru di era digital. Namun, rendahnya kompetensi penulisan dan minimnya pemanfaatan teknologipendukung menjadi kendala utama dalam optimalisasi publikasi, khususnya di jurnal terakreditasinasional seperti SINTA. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh tim pengabdian kepadamasyarakat terhadap guru dan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) di SMK PGRI 3 Malang,ditemukan bahwa 78% responden belum pernah mempublikasikan karya ilmiah mereka, meskipunsebagian besar telah menghasilkan laporan penelitian tindakan kelas atau tugas akhir. Hal inimenunjukkan adanya gap signifikan antara kemampuan menulis dengan tuntutan publikasiakademik. Sebagai respons atas kondisi tersebut tim pengabdian masyarakat melalui dana hibahPPG UM akan melaksanakan kegiatan pelatihan penulisan ilmiah berbantuan EVA, guru danmahasiswa PPG yang diarahkan untuk menghasilkan tulisan ilmiah berkualitas serta memilikipemahaman menyeluruh tentang proses publikasi ilmiah. Metode pelaksanaan program pengabdianini dirancang secara sistematis melalui pendekatan partisipatif, kolaboratif, dan berbasis praktiklangsung (learning by doing). Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan dalam hal pemahamanstruktur artikel ilmiah, keterampilan teknis dalam penulisan, serta kesiapan artikel untuk dikirim kejurnal. Sebanyak 8 artikel dinyatakan layak submit dan lebih dari 85% peserta mampumengoperasikan EVA secara mandiri. Program ini juga telah menciptakan fondasi budaya akademikbaru di lingkungan sekolah mitra, yang tidak hanya berfokus pada pelatihan sesaat tetapi jugamembentuk ekosistem kolaboratif dan berkelanjutan dalam literasi ilmiahKata kunci : Publikasi Ilmiah, Penulisan Artikel, EVA (Easy Valuable Assistant), Guru danMahasiswa PPG UM, Jurnal SINTA
Instalasi Atap Taman Berbasis Solar Kolam Pemandian Air Panas Berbasis IOT Dengan Sensor Suhu Dan Hujan Untuk Meningkatkan Jumlah Pengunjung Dan Income Generate Di Padusan Park Mojokerto Dani Irawan; Daya Negri Wijaya; Primasa Minerva Nagari; Annisya
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i3.5634

Abstract

Desa Padusan adalah sebuah desa di mojokerto yang dikenal sebagai Wisata Saint Tecknopark yangmerupakan binaan UM. Fasilitas ini menempati lahan TKD (Tanah Kas Desa). Desa padusan telahmemiliki rencana makro yang tertuang pada Site Plan program Wiradesa tahun 2025. Rencanafasilitasnya antara lain: Gerbang Desa, Area Parkir, Gapura Wisata, Taman Selfie, Icon tamankelinci, Kereta Kebun, Kolam pemandian air panas, Kebun strabery, Panggung Hiburan, KomediPutar, Rumah Produksi, Pujasera, dan Ruko Bumdes. Fasilitas Wisata Padusan yang sekarang sudahterbangun adalah kolam air panas sebagai wahana beramain anak-anak dan tempat santai keluarga.Oleh karena itu tujuan dari pengabdian masyarakat tema khusus ini adalah Menciptakan danmengimplementasikan suatu sistem atap yang dapat membuka dan menutup secara otomatis padaWisata kolam air panas yang dapat dikontrol dari jarak jauh berbasis Internet of Thingks (IOT)dengan jenis atap solar stuff, Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalahpemberdayaan masyarakat yang ditempuh melalui pelatihan dan pendampingan. Hasil dari kegiatanini adalah sebuah atap otomatis berbasis IoT dan pelatihan pengelolaan fasilitas mampumeningkatkan kualitas wisata di Kolam Air Panas Padusan. Program ini tidak hanya memperbaikiaspek infrastruktur, tetapi juga mendorong perubahan perilaku, peningkatan pengunjung, danpertumbuhan ekonomi lokal. Strategi berbasis teknologi ini dapat menjadi model replikasi untukkawasan wisata serupa di Indonesia yang menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan kenyamananpengunjung.Kata kunci : Atap Solar Berbasis IoT, Kolam Air Panas Padusan, Peningkatan WisataPengelolaan Lingkungan Wisata