Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Study of AI integrated Simulation in Building Information Modelling (BIM) Use at Architectural Design Studio Dharmatanna, Stephanus Wirawan; Wijaya, Elvina Shanggrama
Journal of Artificial Intelligence in Architecture Vol. 4 No. 1 (2025): The AI-Driven Evolution: Transforming Architecture, Design, and Urban Spaces th
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jarina.v4i1.9415

Abstract

The presence of Artificial Intelligence (AI) has been widely spread and used in many aspects of life, including education, as an image generator, source of data exploration, and means of visualization. Nevertheless, the research regarding the use of AI in the Architectural design studio process is still few, especially in the context of Indonesian Architectural education. Therefore, this research aims to picture the use of AI integrated Building Information Modelling in the design studio. This research was done by combining observation and a questionnaire. The use of AI in wind and thermal simulation of 5th-semester students with medium-rise building projects was studied. The students were being exposed to conventional simulation software, before being introduced to Autodesk Forma, an AI based cloud simulation. After the semester ends, students are asked to fill in a questionnaire regarding their process of doing simulation. The result is that most of the students find the AI-based simulation easy, regardless of the limitation of simulated areas and the maximum file size of the trial-free version. They still find more benefits of using the AI Simulation compared to conventional one, as they can reflect on their design and develop them according to the simulation results more effectively and holistically. Future studies regarding the use of AI in other design stages could be done as a follow-up to ensure the creativity of architectural design thinking.
Dinamika Geografis, Iklim, dan Budaya dalam Standar Bangunan Hijau: Studi Komparatif Global Dharmatanna, Stephanus Wirawan; Nicholas Nathanael; Steven Gunawan; Florencia, Nicole; Nauli M, Jessica Theresia
Jurnal Sains Bangunan Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Sains Bangunan Edisi Maret 2026
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58906/alsaba.v3i1.296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor geografis, iklim, dan sosial-budaya terhadap pembentukan dan penerapan standar bangunan hijau di tiga negara dengan konteks berbeda, yaitu Belanda, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Meskipun ketiganya berkomitmen terhadap prinsip keberlanjutan global, implementasi di masing-masing wilayah menunjukkan variasi yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan karakter sosial setempat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-komparatif, melalui peninjauan terhadap dokumen kebijakan, sistem sertifikasi bangunan hijau nasional (BREEAM-NL, Three Star, dan Green Star SA), serta studi kasus proyek arsitektur berkelanjutan di ketiga negara. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kesamaan prinsip, perbedaan pendekatan, dan tingkat adaptasi terhadap konteks geografis dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara Belanda dengan pendekatan integratif berbasis inovasi teknologi dan tata kelola air; Tiongkok menerapkan model sentralistik dengan fokus pada efisiensi energi dan skala nasional; sedangkan Afrika Selatan mengedepankan pendekatan adaptif-sosial yang menempatkan keadilan ekologis dan partisipasi masyarakat sebagai inti keberlanjutan. Ketiganya merepresentasikan variasi strategi dalam menerjemahkan prinsip hijau global menjadi praktik arsitektur kontekstual. Kesimpulannya, tidak ada model bangunan hijau yang bersifat universal. Efektivitas penerapannya bergantung pada kemampuan untuk menyesuaikan prinsip keberlanjutan dengan faktor geografis, iklim, dan budaya lokal. Pembelajaran dari ketiga negara ini dapat menjadi dasar bagi penguatan sistem Greenship di Indonesia menuju arsitektur hijau yang lebih adaptif, inklusif, dan relevan dengan konteks tropis.