Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DALAM PEMBUATAN SURAT KETERANGAN TIDAK MAMPU (SKTM) DI KANTOR DESA GELAM JAYA KABUPATEN TANGERANG Bella Eka Setianingrum; Seno Santoso; Tb. Yudi Muhtadi
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i1.5976

Abstract

Penelitian ini menganilisis kualitas pelayanan publik dalam pembuatan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di Kantor Desa Gelam Jaya, Kabupaten Tangerang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh Kantor Desa Gelam Jaya, faktor yang menjadi penghambat, serta mengetahui upaya untuk mengatasi faktor hambatan yang mempengaruhi kualitas pelayanan publik dalam pembuatan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di Kantor Desa Gelam Jaya Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan teori serqual yang dikemukakan oleh Parasuraman, Zeithami dan Berry dalam (Asnawi, 2017) dengan lima indikator Tangible (bentuk fisik), Reability (kehandalan), Empathy (empati), Responsiviness (Ketanggapan), dan Assurance (jaminan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan di Kantor Desa Gelam Jaya secara umum cukup baik, namun terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan oleh pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas pelayanan mencakup pelatihan bagi petugas dan peningkatan infrastruktur pelayanan.
Kontribusi Akademisi dalam Workshop Pendidikan Pemilih KPU Kota Tangerang: Penguatan Literasi Pemilih Pemula dan Penyandang Disabilitas Lukas Umbu Zogara; Tb. Yudi Muhtadi; Syukron Makmun
Jurnal Igakerta Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Igakerta
Publisher : IGAKERTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70234/g85gas88

Abstract

Kegiatan workshop pendidikan pemilih yang diselenggarakan KPU Kota Tangerang menjadi upayapenting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai proses demokrasi, terutama bagipemilih pemula dan penyandang disabilitas yang masih membutuhkan pendekatan edukatif yanglebih inklusif. Partisipasi akademisi dalam kegiatan ini dilakukan untuk memberikan penguatanliterasi demokrasi melalui perspektif ilmiah serta mendukung penyampaian materi yang lebihsistematis dan mudah diakses. Metode pengabdian mencakup observasi partisipatif, diskusi kelompokterarah, dan analisis kebutuhan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemilih pemula lebihresponsif terhadap media digital interaktif, sedangkan peserta disabilitas memerlukan materi denganaksesibilitas visual dan komunikasi yang lebih adaptif. Kontribusi akademisi membantu merumuskanrekomendasi sosialisasi yang lebih efektif dan ramah inklusi. Kesimpulannya, keterlibatan akademisimemperkuat kualitas pendidikan pemilih dan mendorong peningkatan literasi demokrasi di KotaTangerang