Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Keragaman pangan dengan kejadian kurang gizi pada anak usia 6-23 bulan Kamila, Luthfi Nurul; Hidayanti, Lilik; Atmadja, Taufiq Firdaus Al-Ghifari
Nutrition Scientific Journal Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Gizi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/nsj.v1i1.5704

Abstract

Dietary diversity plays a role in meeting nutritional needs to prevent undernutrition in children. This study aims to analyze the relationship between food diversity and the incidence of undernutrition in children aged 6-23 months in Sukarame Village, Sukarame District, Tasikmalaya Regency in 2022. This research method is observational with a cross-sectional design. The research subjects were 74 children who were selected based on the proportional random sampling technique. Data analysis used descriptive statistical tests and Fisher’s tests. The results of the univariate analysis found that the incidence of stunting, underweight, and wasting were 10.8%, 8.1%, and 8.1%, respectively. Most of the subjects in this study consumed various foods (55.4%). Statistical analysis showed that dietary diversity was significantly associated with underweight (p=0,03), but there was no association between dietary diversity and stunting (p=0.725) and wasting (p=0.216) in children aged 6-23 months. Adequate portions and amounts of food must accompany the consumption of food diversity to meet nutritional needs.
Tingkat pengetahuan gizi dan kebiasaan konsumsi sayur dengan status gizi pada mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Siliwangi Anjani, Deris Sri; Atmadja, Taufiq Firdaus Al-Ghifari; Susilowati, Prima Endang
Nutrition Scientific Journal Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Gizi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/nsj.v2i2.5813

Abstract

Permasalahan gizi terjadi pada mahasiswa dapat disebabkan oleh kebiasaan konsumsi yang salah. Kebiasaan konsumsi makan yang tinggi lemak, gula dan rendahnya asupan serat. Kebiasaan konsumsi sayur dapat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan gizi dan kebiasaan konsumsi sayur dengan status gizi mahasiswa angkatan 2021 Program Studi Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi tahun 2022. Metode penelitian ini yaitu survei analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa angkatan 2021 Program Studi Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi sebanyak 73 orang. Pengambilan subjek menggunakan teknik total sampling, subjek yang memenuhi kriteria sebanyak 68 orang. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Data penelitian didapatkan dari pengisian kuesioner tingkat pengetahuan gizi, Frequency Questionnaire (FFQ), pengukuran berat badan dan tinggi badan. Hasil: menunjukan tidak ada hubungan tingkat pengetahuan gizi dengan status gizi, nilai signifikansi (p= 0,965).  Ada hubungan kebiasaan konsumsi sayur dengan status gizi, nilai signifikansi (p=0,005).
Hubungan kebiasaan sarapan dan kebiasaan jajan dengan status gizi anak di SDN Karang Tengah 04 Kabupaten Bogor tahun 2022 Swantrisa, Hanna Brenda; Atmadja, Taufiq Firdaus Al-Ghifari; Hidayanti, Lilik
Nutrition Scientific Journal Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Gizi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/nsj.v2i2.5809

Abstract

Anak sekolah merupakan salah satu usia yang rentan akan permasalahan gizi. Status gizi anak dapat dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya yaitu kebiasaan sarapan dan kebiasaan jajan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan sarapan dan jajan dengan status gizi pada siswa di SDN Karang Tengah 04 Kabupaten Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SDN Karang Tengah 04 Kabupaten Bogor pada bulan Juli 2022. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 49 siswa, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data kebiasaan sarapan dan kebiasaan jajan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Data tinggi badan dan berat badan menggunakan microtoice dan digital weight scale. Analisis data yang digunakan yaitu uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar siswa (51%) memiliki kebiasaan sarapan yang tidak baik dan sebagian besar siswa (61,2%) memiliki kebiasaan jajan yang baik. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dengan status gizi siswa di SDN Karang Tengah 04 Kabupaten Bogor dengan nilai p-value = 0,027 (p0,05) dan adanya hubungan yang signifikan antara kebiasaan jajan dengan status gizi siswa di SDN Karang Tengah 04 Kabupaten Bogor dengan nilai p-value = 0,011 (p0,05).
Tingkat pengetahuan dan kebiasaan konsumsi junk food dengan status gizi pada mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Siliwangi Annisa, Maulina; Atmadja, Taufiq Firdaus Al-Ghifari; Susilowati, Prima Endang
Nutrition Scientific Journal Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Gizi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/nsj.v1i1.5804

Abstract

Nutritional problems can be caused by the habit of consuming foods high in fat, salt, and sugar and low in vitamins and minerals, or "junk food." The level of knowledge related to junk food also influences perceptions, attitudes, consumption behavior, and consumption habits related to junk food, as well as nutritional status. The aim of the study was to find out the correlation between the level of knowledge and habits of eating junk food and the nutritional status of the 2019 class of Siliwangi University Nutrition Study Program students. The research method is a quantitative analytic survey with a cross-sectional approach. The technique of taking purposive sampling subjects from a population of 71 people and 69 people as research subjects Data collection involves filling out a junk food knowledge test, the Food Frequency Questionnaire (FFQ), and measuring height and weight. Data analysis used the Spearman rank correlation test. The results of the research on the level of knowledge of junk food and nutritional status obtained a significance value of 0.045 (0.05) and a correlation coefficient of 0.242. The significance value of the habit of eating junk food with regard to nutritional status is 0.521 ( 0.05). The conclusion of this study is that there is a moderate or moderately strong relationship between the level of knowledge of junk food and nutritional status, but no relationship between junk food habits and nutritional status. Suggestions include reducing or avoiding consumption of junk food and applying information and knowledge in everyday life so that you have a good nutritional status and avoid the dangers of junk food for your health.Masalah gizi dapat ditimbulkan oleh kebiasaan konsumsi makanan tinggi lemak, garam, gula dan rendah vitamin serta mineral atau disebut junk food. Tingkat pengetahuan terkait junk food juga berpengaruh terhadap persepsi, sikap, perilaku konsumsi dan kebiasaan konsumsi junk food serta status gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara tingkat pengetahuan dan kebiasaaan konsumsi junk food dengan status gizi mahasiswa angkatan 2019 Program Studi Gizi Universitas Siliwangi. Metode penelitian kuantitatif dengan survei analitik dan  pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan subjek menggunakan seluruh sampel namun dari 71 total populasi hanya 69 subjek yang memenuhi kriteria. Pengambilan data dengan cara pengisian kuesioner tingkat pengetahuan junk food, Food Frequency Questionnare (FFQ), pengukuran tinggi badan dan berat badan. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan junk food dengan status gizi, didapatkan nilai (0,05) sebesar 0.045 dan nilai koefisiensi korelasi 0.242 yang menunjukkan tingkat keeratan hubungan moderat atau sedang. Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan makan  junk food dengan status gizi (0,05) yaitu 0.521.
Status gizi, pola konsumsi dan kejadian anemia pada ibu hamil Syaharani, Fadilah; Atmadja, Taufiq Firdaus Al-Ghifari; Listyawardhani, Yana
Nutrition Scientific Journal Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Gizi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/nsj.v3i2.6099

Abstract

Anemia adalah kondisi tubuh apabila kadar hemoglobin (Hb) dalam darah dibawah kadar normal yaitu 11 gr/dl. Anemia sering terjadi pada ibu hamil karena pada kehamilan ibu membutuhkan zat-zat gizi lebih banyak untuk menunjang aktivitas ibu dan perkembangan janin. Sala satu faktor terjadinya anemia adalah status gizi dan buruknya pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan pola konsumsi dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Desain penelitian yang digunakan adalah desain deskripsi korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis uji Chi-Square. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Subjek penelitian adalah ibu hamil dengan jumlah 83 orang. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar ibu hamil Non KEK memiliki status gizi baik sebanyak 67 orang (80,7%) dan ibu hamil KEK memiliki status gizi kurang sebanyak 16 orang (19,3%) dengan nilai p-value 0,001 (p0,05) menunjukkan bahwa adanya hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar ibu hamil memiliki pola konsumsi baik sebanyak 37 orang (44,6%), cukup sebanyak 28 orang (33,7%), kurang sebanyak 18 orang (21,7%) dengan nilai p-value 0,323 (p0,05) menunjukkan bahwa tidak ada hubungan pola konsumsi dengan kejadian anemia pada ibu hamil.
Edukasi higiene sanitasi penjamah makanan di Pondok Pesantren Muara Bantarkalong Tahun 2024 Husnul, Nisatami; Atmadja, Taufiq Firdaus Al-Ghifari; A'yunin, Nur Arifah Qurota
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.26347

Abstract

AbstrakPondok pesantren merupakan institusi pendidikan yang menyediakan layanan penyelenggaraan makanan bagi santri yang tinggal di asrama. Kualitas makanan yang diberikan kepada santri, remaja yang masih dalam usia pertumbuhan, sudah selayaknya terjamin dari segi kebersihan dan keamanan pangan. Higiene dan sanitasi penjamah makanan sebagai syarat mutlak dalam penyelenggaraan makanan, khususunya bagi santri yang tinggal di pondok pesantren. Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Tujuan pengabdian ini yaitu memberikan edukasi higiene dan sanitasi pada penjamah makanan di Pondok Pesantren Muara Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. Mitra sasaran yaitu Pondok Pesantren Muara Bantarkalong, dengan sebelas orang penjamah makanan sebagai peserta edukasi. Metode pelaksanaan pada kegiatan pengabdian ini yaitu mulai pengkajian, sosialisasi kegiatan, pembuatan bahan edukasi, pelaksanaan edukasi  dan evaluasi menggunakan pengisian formulir pre-post tes. Hasil dari pengabdian menunjukan adanya peningkatan pengetahuan mengenai higiene sanitasi pada penjamah makanan, dan peserta dapat mempraktekan cara mencuci tangan yang tepat. Kegiatan edukasi menjadi langkah pertama dalam pemberdayaan masyarakat ini, sehingga penjamah makanan di Pondok Pesantren Muara Bantarkalong dapat menyediakan makanan yang sehat dan bergizi. Kata kunci: higiene; penjamah makanan; pesantren; sanitasi; santri AbstractIslamic boarding schools are educational institutions that provide food service for students who live in dormitories. Students should get the quality of food, which hygiene and sanitation of food handlers are absolute requirements in food service, especially for students who live in Islamic boarding schools. This community service activity is part of Community-Based Empowerment, with the scope of Community Partnership Empowerment. The community service activity aims to increase food handlers's knowledge about hygiene and sanitation to provide food at the Muara Bantarkalong Islamic Boarding School, Tasikmalaya Regency. The target partner is the Muara Bantarkalong Islamic Boarding School, with eleven food handlers as education participants. The implementation method for this community service activity starts from assessment, activity socialization, making educational materials, implementing education, and evaluation using pre-post test form filling. The results of the community service show an increasing knowledge about hygiene and sanitation among food handlers, and they can practice the correct way to wash their hands. Educational activities are the first step in empowering this community so food handlers at the Muara Bantarkalong Islamic Boarding School can provide healthy and nutritious food. Keywords: food handlers; hygiene; islamic boarding school; sanitation; students
Karakteristik Sensori dan Indeks Glikemik Biskuit Berbahan Tepung Sorgum dan Tepung Kacang Merah: Sensory Characteristics and Glycemic Index of Biscuits Made from Sorghum Flour and Red Bean Flour Atmadja, Taufiq Firdaus Al-Ghifari; A’yunin, Nur Arifah Qurota
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 2 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i2.2025.302-309

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a significant nutritional problem faced by adults. Nutritional therapy is one approach to managing this condition. Functional foods, such as sorghum with a low glycemic index, help regulate blood sugar levels and are safe for diabetics. The combination of sorghum and red bean flour in a biscuit formulation provides a functional alternative for diabetics. Objectives: This study analyzed the sensory characteristics and glycemic index values of sorghum and red bean biscuits. Methods: This study used an experimental design with a completely randomized design (CRD), consisting of 3 treatments and 2 replications. The biscuit formulation ratios of sorghum flour, red bean flour, and wheat flour were F1 (50:30:10), F2 (40:30:20), and F3 (30:30:30). A sensory characteristics test was conducted by 30 panelists, and the data were analyzed using ANOVA and Duncan's Further Test. Furthermore, the selected formulas were analyzed for glycemic index values. Results: The findings revealed that Formula F3, consisting of biscuits with a 30:30:30 ratio of wheat flour, sorghum flour, and red bean flour, was the chosen formula with the highest average sensory characteristics in terms of taste, aroma, texture, and color. The Anova test results showed no significant differences in the characteristics of color (p-value 0.065), aroma (p-value 0.520), taste (p-value 0.896), and texture (p-value 0.067). The selected formula (F3) had a glycemic index value of 9.38. Conclusions: Selected sorghum and red bean biscuits (F3) have low glycemic index levels, so these biscuits are safe for consumption by people with diabetes mellitus.
Pelatihan pengukuran antropometri dan pembuatan MPASI puding chaya kepada kader posyandu Atmadja, Taufiq Firdaus Al-Ghifari; Wardani, Yusrima Syamsina; Betaditya, Dika; Saputra, Kosasih Adi; A’yunin, Nur Arifah Qurota
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26052

Abstract

Abstrak Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh malnutrisi jangka panjang dan berdampak signifikan pada pertumbuhan serta kesehatan anak. Meskipun angka stunting secara nasional mengalami penurunan, prevalensi di beberapa daerah seperti Kota Tasikmalaya masih cukup tinggi. Kelurahan Kahuripan mencatat angka stunting sebesar 9,41% pada Agustus 2022. Permasalahan ini dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi yang baik, minimnya edukasi tentang pemberian ASI Eksklusif dan makanan pendamping ASI, serta keterbatasan keterampilan kader posyandu dalam deteksi stunting. Di Kelurahan Kahuripan, keterampilan kader posyandu saat ini masih terbatas pada penimbangan dan pencatatan data, tanpa adanya evaluasi mendalam mengenai pertumbuhan anak. Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan pemberdayaan kader posyandu dan edukasi kepada ibu tentang pentingnya pemberian makanan bergizi dan teknik pemantauan status gizi yang tepat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu dan ibu mengenai gizi, khususnya melalui penggunaan pangan lokal sebagai makanan pendamping ASI berupa puding chaya, serta penggunaan teknologi sederhana untuk deteksi stunting. Kegiatan edukasi dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi, serta metode simulasi pembuatan PMT puding chaya.  Hasil kegiatan ini, kegiatan terlaksana pada tanggal 6 Juli 2024. Peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 20 orang. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Kegiatan ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas dan kuantitas makanan yang diberikan kepada balita, serta dapat mengurangi prevalensi stunting. Kata kunci: kader posyandu; balita; stunting; MPASI. Abstract Stunting is a chronic nutritional issue caused by long-term malnutrition, significantly impacting children's growth and health. Although the national stunting rate has decreased, prevalence in some areas, such as Tasikmalaya City, remains relatively high. In August 2022, the Kahuripan subdistrict recorded a stunting rate of 9.41%. This problem is influenced by the community's lack of understanding of the importance of good nutrition, limited education on exclusive breastfeeding and complementary foods, and the limitations of posyandu cadres' skills in detecting stunting. In the Kahuripan subdistrict, posyandu cadres' skills are currently limited to weighing and recording data, without in-depth evaluations of children's growth. To address this issue, there is a need to empower posyandu cadres and educate mothers on the importance of providing nutritious food and proper techniques for monitoring nutritional status. This community service program aims to enhance the knowledge of posyandu cadres and mothers regarding nutrition, particularly through the use of local foods as complementary foods such as chaya pudding, and the use of simple technology for stunting detection. Educational activities are conducted through lectures and demonstrations, as well as simulations of chaya pudding preparation. The program took place on July 6, 2024, with 20 participants who engaged enthusiastically. This activity is expected to improve the quality and quantity of food provided to toddlers and reduce the prevalence of stunting. Keywords: posyandu cadres; toddler; stunting; complementary feeding