Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pelatihan Senam Nifas Bagi Kader di Desa Paddinging Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar Masnilawati, Andi; Istiqamah, Evi
Window of Community Dedication Journal Vol.02 No.01 (Juni, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wocd.vi.604

Abstract

Kader kesehatan butuh dukungan untuk membantu kerjanya agar ibu nifas sehat dengan melakukan aktifitas fisik yang mudah dilakukan. Aktivitas yang di maksud adalah senam nifas yang dapat dilakukan 6 jam setelah melahirkan dengan gerakan yang telah disesuaikan dengan kondisi ibu setelah melahirkan. Senam nifas bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan, mencegah timbulnya komplikasi, memulihkan, menguatkan otot-otot punggung, otot dasar panggul dan otot perut. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan informasi kepada kader tentang senam nifas dan cara melakukan senam nifas yang baik dan benar. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan pelatihan senam nifas bagi kader di wilayah desa Paddinging. Hasil kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan dimana hasil dari pretest yang dilakukan pada 24 kader yang terdiri dari 4 kader kesehatan dan 20 kader posyandu yang diberikan kuesioner dengan 10 pertayaan dengan hasil pretest yaitu, 17% memiliki pengetahuan baik, 25% pengetahuan cukup, 58% yang memiliki pengetahuan kurang. Setelah diberikan edukasi dan pelatihan tingkat pengetahuan kader yaitu, 83% memiliki pengetahuan baik, 16% cukup dan tiadak ada lagi yang pengetahuan kurang tentang senam nifas. Selain itu, kader desa sangat antusias dan bersemangat mengukuti gerakan-gerakan yang telah diajarkan dengan baik dan benar dan hal ini menjadi awal untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu nifas. Kata Kunci: Pelatihan; senam nifas; kader
Manajemen Asuhan Kebidanan Post Natal Care Hari Ketiga pada Ny. N dengan Bendungan ASI Risma, Risma; Istiqamah, Evi; Hadriyanti Hamang, Sitti
Window of Midwifery Journal Vol. 1 No. 2 (Desember 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.172 KB) | DOI: 10.33096/wom.vi.168

Abstract

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) terbaru pada tahun 2013 di Amerika Serikat persentasi perempuan menyusui yang mengalami bendungan ASI rata-rata sebanyak 8242 (87,05%) dari 12.765 ibu nifas, pada tahun 2014 ibu yang mengalami bendungan ASI sebanyak 7198 (66,87%) dari 10.764 ibu nifas dan pada tahun 2015 terdapat ibu yang mengalami bendungan ASI sebanyak 6543 (66,34%) dari 9.862 ibu nifas ( WHO, 2015). Tujuan disusunnya Laporan Tugas Akhir (LTA) ini untuk memberikan asuhan kepada Ny “N” Post Partum hari ketiga dengan Bendungan ASI di RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Cabang Makassar Tahun 2020 dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan sesuai dengan wewenang Bidan. Berdasarkan data awal yang di peroleh dari RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar pada bulan Januari-Desember 2019, jumlah ibu nifas sebanyak 5479 orang ibu nifas dengan ibu yang mengalami bendungan ASI sekitar 200 (3,65%) orang. Pada Januari-Februari 2020, jumlah nifas sebanyak 746 orang ibu nifas dengan ibu yang mengalami bendungan ASI sekitar 20 (2,68%) orang. Bendungan ASI adalah terkumpulnya ASI didalam payudara akibat penyempitan duktus laktiferus atau kelenjar yang tidak dikosongkan dengan sempurna pada saat menyusui bayi atau karena kelainan pada puting susu. Bendungan ASI biasanya terjadi pada hari ketiga sampai hari kelima setelah persalinan. Pasien yang dikaji dalam Laporan Tugas Akhir ini (LTA) adalah Ny “N” 38 Tahun,Nikah 1x, Suku Makassar, agama Islam, Pendidikan Ners, pekerjaan Perawat, Alamat Jl. Graha Azzikrul Toaha (Maros).Hasil dari studi kasus yang dilakukan pada Ny “N” dengan Bendungan ASI yakni tidak ditemukannya kendala dalam menangani masalah tersebut. Dalam penatalaksanaan pada Ny “N” dengan Bendungan ASI yaitu edukasi dan pemberian obat paracetamol 500 mg sebagai analgetik (anti nyeri) dan sebagai antipiretik (penurun demam).Kesimpulan dari studi kasus dengan manajemen asuhan 7 langkah varney dan pendokumentasian dalam bentuk SOAP yakni semuanya berlangsung normal tanpa ada penyulit, tidak ditemukannya komplikasi pada payudara ibu, serta keadaan ibu baik yang ditandai dengan payudara ibu telah kembali normal dan bayi telah aktif menyusui. Kata kunci : bendungan ASI, 7 Langkah Varney
Manajemen Asuhan Kebidanan Bayi Ny. H dengan Berat Badan Lahir Rendah Rifani, Rifani; Istiqamah, Evi; Husnah, Nurul
Window of Midwifery Journal Vol. 1 No. 2 (Desember 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.26 KB) | DOI: 10.33096/wom.vi.180

Abstract

Berdasarkan laporan World Health Organitation (WHO) tahun 2017, melaporkan Indonesia menempati urutan kelima sebagai negara dengan jumlah bayi BBLR terbanyak di dunia. Data yang diperoleh dari rekam medik di RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah pada tahun 2017 dari 4.829 bayi yang lahir hidup terdapat 375 (7,76%) bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah, tahun 2018 dari 4.940 bayi yang lahir hidup terdapat 430 (8,70%) bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah, sedangkan tahun 2019 dari 5.479 bayi yang lahir hidup terdapat 485 (8,85%) bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah. Tujuan penulisan laporan tugas akhir ini adalah dapat melaksanakan Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Bayi Ny. “H” dengan Berat Badan Lahir Rendah di RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah sesuai wewenang bidan. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir yang berat badannya kurang dari 2.500 gram. Istilah BBLR sama dengan prematuritas. Namun, BBLR tidak hanya terjadi pada bayi prematur, juga bayi yang cukup bulan dengan berat badan kurang dari 2.500 gram. Karakteristik bayi prematur atau BBLR diantaranya: Berat badan <2.500 gram dengan lingkar kepala <33 cm, lingkar dada <30 cm, panjang badan <45 cm, otot masih hipotonis dengan gerakan yang kurang aktif, umur kehamilan <37 minggu. Pasien yang dikaji dalam laporan tugas akhir ini adalah Bayi Ny. ”H” 36 Tahun, Nikah 2x, Suku Makassar, Agama islam, Pendidikan SMP, Pekerjaan IRT, Alamat Jl. Salemo lr. 159 No. 19a. Berdasarkan studi kasus pada Ny”H” dengan berat badan lahir rendah ditemukan tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus berdasarkan data ibu mempunyai riwayat hipertensi saat hamil. Setelah penulis mempelajari teori dan pegalaman langsung di lahan praktek melalui studi kasus tentang manajemen asuhan kebidanan pada Ny ”H”. Hasil tinjauan kasus dengan tinjauan pustaka telah diuraikan dan tidak ditemukan adanya kesenjangan antara tinjauan kasus dengan tinjauan pustaka serta upaya yang dilakukan berdasarkan lingkup tugas, wewenang, dan tanggung jawab bidan.
Manajemen Asuhan Kebidanan Gangguan Sistem Reproduksi pada Ny. R dengan Kista Ovarium K. Soom, Hildayani; Istiqamah, Evi; Husnah, Nurul
Window of Midwifery Journal Vol. 2 No. 2 (Desember 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.113 KB) | DOI: 10.33096/wom.vi.562

Abstract

Data World Health Organization (WHO) 2015 di seluruh dunia terdapat 23.400 wanita yang terdiagnosis kista ovarium dan sekitar 53,40 % meninggal. Di Amerika Serikat pada tahun 2015 diperkirakan jumlah penderita kista ovarium sebanyak 32.680 wanita dengan angka kematian sebesar 54,57 % ( WHO 2015). Sebagai gambaran Rumah Sakit yang terdeteksi kista ovarium terbesar di indonesia antarnya di RSU Dharmais, ditemukan kira-kira 300 pasien setiap tahun, RSUD Cipto Mangunkusumo terdata pada tahun 2008 ada 428 kasus pasien kista endometriosis setiap tahun. Sedangkan pada tahun 2009 terjadi peningkatan tajam di RSUD Cipto Mangunkusumo terdata 768 kasus pasien kista ovarium dan 25% diantaranya meninggal dunia 70% diantaranya adalah wanita karir yang telah berumah tangga. Kista ovarium menempati urutan pertama pada kasus terbesar di RSUD Cipto Mangunkusumo dan RSU Dharmais menempati urutan ke dua dari seluruh Rumah Sakit terbesar yang ada di Indonesia (Nasdaldy 2009). Di sumatera pada tahun 2008-2009 angka kejadian kista ovarium sebanyak 47 orang dan pada tahun 2010-2015 terjadi peningkatan kista ovarium sebanyak 116 kasus. Pada tahun 2014 ditemukan 35 kasus dan tahun 2015 ditemukan 47 kasus sedangkan pada tahun 2016 meningkat menjadi 89 kasus kista ovarium (Nasdaldy 2009). Berdasarkan pencatatan dan pelaporan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dari bulan Januari sampai Desember 2010 yaitu umur 12-24 sebayak 146 orang penderita penyakit genekologi dan 31 penderita kista ovarium (21,2%), umur 25-44 tahun sebayak 124 penderita penyakit genekologi dan sebayak 42 penderita kista ovarium (33,8%) umur 45-64 tahun penderita genekologi sebanyak 134 orang sedangkan penderita kista ovarium 19 orang (14,1%) dan umur 65 tahun ke atas tidak ditemukan penderita kista ovarium (Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan 2010).Rumah Sakit Bhayangkara Makassar adalah satu dari sekian banyak rumah sakit milik pemerintah Provinsi Kota Makassar.Berdasarkan data yang diperoleh dari rekam medik Rumah Sakit Bhayangkara Makassar pada tahun 2019 (Data Rumah Sakit Bhayangkara Makassar di Akses Tahun).
Pelatihan Senam Nifas Bagi Kader di Desa Paddinging Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar Masnilawati, Andi; Istiqamah, Evi
Window of Community Dedication Journal Vol. 2 No. 1 (Juni, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wocd.v2i1.1758

Abstract

Kader kesehatan butuh dukungan untuk membantu kerjanya agar ibu nifas sehat denganmelakukan aktifitas fisik yang mudah dilakukan. Aktivitas yang di maksud adalah senam nifasyang dapat dilakukan 6 jam setelah melahirkan dengan gerakan yang telah disesuaikan dengankondisi ibu setelah melahirkan. Senam nifas bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan,mencegah timbulnya komplikasi, memulihkan, menguatkan otot-otot punggung, otot dasarpanggul dan otot perut. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan danketerampilan kader untuk melakukan senam nifas yang baik dan benar. Kegiatan ini dilaksankanpada tanggal 2 November 2020 di balai desa Paddinging Kec. Sanrobone Kab. Takalar dilakukandengan metode ceramah, diskusi dan pelatihan senam nifas bagi kader di wilayah desaPaddinging. Hasil kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan dimana hasil daripretest yang dilakukan pada 24 kader yang terdiri dari 4 kader kesehatan dan 20 kader posyanduyang diberikan kuesioner dengan 10 pertayaan dengan hasil pretest yaitu, 17% memilikipengetahuan baik, 25% pengetahuan cukup, 58% yang memiliki pengetahuan kurang. Setelahdiberikan edukasi dan pelatihan tingkat pengetahuan kader yaitu, 83% memiliki pengetahuanbaik, 16% cukup dan tiadak ada lagi yang pengetahuan kurang tentang senam nifas. Selain itu,kader desa sangat antusias dan bersemangat mengukuti gerakan-gerakan yang telah diajarkandengan baik dan benar dan hal ini menjadi awal untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu nifas.
Manajemen Asuhan Kebidanan Post Natal Care Hari Ketiga pada Ny. N dengan Bendungan ASI Risma, Risma; Istiqamah, Evi; Hamang, Siti Hardiyanti; Sharif, Suchi Avnalurini; Erawati, Micha
Window of Midwifery Journal Vol. 1 No. 2 (Desember, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.378

Abstract

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) terbaru pada tahun 2013 di Amerika Serikat persentasi perempuan menyusui yang mengalami bendungan ASI rata-rata sebesar 87,05% dari ibu nifas. Pada tahun 2014 ibu yang mengalami bendungan ASI sebanyak 66,87% dan pada 2015 terdapat ibu yang mengalami bendungan ASI sebanyak 66,34% ibu nifas. Tujuan disusunnya studi kasus ini adalah untuk memberikan asuhan kepada Ny N yang mengalami post partum hari ketiga dengan bendungan ASI di RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Makassar. Berdasarkan data awal yang diperoleh dari RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar pada Januari - Februari 2020, jumlah nifas sebanyak 746 orang ibu nifas dengan ibu yang mengalami bendungan ASI sekitar 20 (2,68%) orang. Bendungan ASI adalah terkumpulnya ASI didalam payudara akibat penyempitan duktus laktiferus atau kelenjar yang tidak dikosongkan dengan sempurna pada saat menyusui bayi atau karena kelainan pada puting susu. Bendungan ASI biasanya terjadi pada hari ketiga sampai hari kelima setelah persalinan. Pasien yang dikaji dalam studi kasus ini adalah Ny N, berusia 38 Tahun. Hasil dari studi kasus yang dilakukan pada Ny N dengan Bendungan ASI, yakni tidak ditemukannya kendala dalam menangani masalah tersebut. Kesimpulan dari studi kasus dengan manajemen asuhan 7 langkah Varney dan pendokumentasian dalam bentuk SOAP, yakni semuanya berlangsung normal tanpa ada penyulit, tidak ditemukannya komplikasi pada payudara ibu.
Manajemen Asuhan Kebidanan Bayi Ny. H dengan Berat Badan Lahir Rendah Rifani, Rifani; Istiqamah, Evi; Husnah, Nurul
Window of Midwifery Journal Vol. 1 No. 2 (Desember, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.381

Abstract

Berat badan lahir rendah adalah bayi yang berat badannya kurang dari 2.500 gram. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) Tahun 2017 Indonesia menempati urutan kelima sebagai negara dengan jumlah bayi prematur atau BBLR terbanyak di dunia dan sebagai penyumbang terbesar angka kematian. Hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 menunjukkan bahwa AKB mengalami penurunan meskipun tergolong tinggi dari negara-negara Association Of Southeast Asian Nations (ASEAN). Berdasarkan profil kesehatan Sulawesi Selatan pada tahun 2015 angka kejadian BBLR sebanyak 660 (2,62%) bayi dan pada tahun 2016 mulai terjadi peningkatan angka kejadian BBLR yaitu sebanyak 5.299 (3,58%), dan pada tahun 2017 peningkatan angka kejadian BBLR lebih meningkat sebanyak 149.835 (99,80%). Berdasarkan bagian pencatatan dan pelaporan data yang diperoleh di RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Makassar pada tahun 2017 dari 4.829 bayi yang lahir hidup terdapat 375 (7,76%) BBLR, 2018 dari 4.940 bayi yang lahir hidup terdapat 430 (8,70%) BBLR, sedangkan pada tahun 2019 dari 5.479 bayi yang lahir hidup terdapat 485 (8,85%) BBLR. Tujuan disusunnya Laporan Tugan Akhir (LTA) ini untuk Melaksanakan Asuhan kebidanan pada Bayi Ny “H” dengan BBLR di RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Makassar, dengan pendekatan asuhan kebidanan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab bidan. Dari studi kasus dengan manajemen asuhan 7 langkah varney dan pendokumentasian dalam bentuk SOAP yakni semuanya berlangsung normal tanpa ada kendala.
Asuhan Kebidanan Kehamilan dengan Ketidaknyamanan Sering Buang Air Kecil pada Ny. K Sari, Riska Ayu; Sharief, Suchi Avnalurini; Istiqamah, Evi
Window of Midwifery Journal Vol. 3 No. 1 (Juni, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.453

Abstract

Kehamilan di defenisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau impantasi. Selama kehamilan wanita hamil membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi daIamnya. Perubahan ini seringkali membuat ketidaknyamanan dan kekhawatiran bagi sebagian besar wanita hamil. Salah satu ketidaknyamanan yang dialami oleh ibu hamil trimester III adalah sering buang air kecil. Berdasarkan Jurnal lnvolusi Kebidanan, jumlah ibu hamil yang dengan masalah ketidaknyamanan sering buang air kecil di lndonesia sekitar 50%, jumlah keluhan sering kencing pada ibu hamil yang tidak bisa menahan BAK yaitu sebesar 37,9%. Sedangkan yang terjadi pada usia kehamilan 28-40 minggu yaitu 17,5%. Tujuan studi kasus ini adalah agar dapat melaksanakan asuhan kebidanan kehamilan pada Ny. K di PMB Dewi Suryani Makassar 2021 dengan ketidaknyamanan sering buang air kecil. Pendekatan manajemen asuhan  kebidanan 7 langkah varney dan pendokumentasian dalam bentuk SOAP. Berdasarkan studi kasus pada Ny. K gestasi 40 minggu 1 hari dengan masalah ketidaknyamanan sering buang air kecil tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus. Diharapkan bidan bekerja sama dengan keluarga berusaha dan secara antusias memberikan perhatian serta mengupayakan untuk mengatasi ketidaknyamanan yang dialami oleh ibu.
Manajemen Asuhan Kebidanan Gangguan Sistem Reproduksi pada Ny. R dengan Kista Ovarium Soom, Hildayani K; Istiqamah, Evi; Husnah, Nurul
Window of Midwifery Journal Vol. 2 No. 2 (Desember, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.796

Abstract

Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2015 di seluruh dunia terdapat 23.4000 wanita yang terdiagnosis kista ovarium dan sekitar 53,40% meninggal. Di Amerika Serikat pada tahun 2015 diperkirakan jumlah penderita kista ovarium sebanyak 32.680 wanita dengan angka kematian sebesar 54,57%. Tujuan untuk memberikan asuhan kepada Ny. R post partum hari ke tiga dengan Kista Ovarium di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar tahun 2019. Dengan menggunakan metode pendekatan Manejemen Asuhan Kebidanan sesuai dengan kewewenangan bidan. Ovarium merupakan sepasang organ yang kecil berbentuk seperti buah kenari berwarna putih dan konsistensinya padat. Ukuran ovarium 10 cm x 5,9 cm x 6,1 cm dan beratnya 20-30 gram. Struktur ovarium meliputi bagian luar (cortex) dan bagian dalam (medulla). Pada cortex terdapat folikel-folikel primodial dan pada medulla terdapat pembuluh darah, urat saraf dan pembuluh limpa.Pasien dikaji dalam Laporan Tugas Akhir ini adalah Ny. R 36 tahun, nikah 1x  suku makassar, agama islam, pendidikan SMA, pekerjaan ibu rumah tangga, alamat Aspol Batang Kaluku Blok F. Hasil dari studi kasus yang dilakukan pada Ny. R  dengan Kista Ovarium yakni tidak ditemukanya kendala dalam menangani masalah tersebut, dalam penatalaksanaan Ny. R dengan Kista Ovarium yaitu edukasi pemberian obat asam mefenamat 500 gram dengan dosis 3x1, cefadroxil 2x1, asam sulfat ferosus 1x1, metronidazole 3x1, dulcolax sp II/rectal. Kesimpulan dari studi kasus dengan Manejemen asuhan 7 langkah varney dan pendokumentasian dalam bentuk Soap yakni semuanya berlangsung normal tanpa ada penyulit, tidak ditemukanya komplikasi pada ibu serta keadaan ibu baik, nyeri luka bekas operasi telah berkurang dan tidak terdapat tanda-tanda infeksi.