Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) telah mendorong berbagai inovasi dalam pemantauan lingkungan secara real-time. Namun, implementasi teknologi tersebut dalam pembelajaran di sekolah kejuruan masih terbatas karena kurangnya perangkat praktikum yang aplikatif dan kontekstual. Kondisi ini juga ditemukan pada siswa SMK Citra Negara yang belum memiliki pengalaman langsung dalam memanfaatkan teknologi IoT untuk pemantauan kualitas lingkungan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan training kit berbasis IoT sebagai media pembelajaran dalam monitoring kualitas limbah cair bagi siswa SMK. Mitra kegiatan adalah siswa SMK Citra Negara. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelatihan, tahap implementasi, serta tahap evaluasi untuk menilai efektivitas program. Sistem monitoring yang dikembangkan memanfaatkan beberapa sensor, antara lain sensor suhu dan kelembapan (DHT22), sensor kekeruhan air (TS-300B), sensor gas amonia (MQ-135), sensor gas LPG (MQ-5), serta sensor pH (pH-4502C) yang mampu mengirimkan data secara real-time. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai konsep Internet of Things dan penerapannya dalam pemantauan kualitas limbah cair. Training kit yang dikembangkan mampu menampilkan serta mengirimkan data secara real-time melalui aplikasi, sehingga memberikan pengalaman belajar yang praktis dan aplikatif bagi siswa. Dengan demikian, pemanfaatan IoT dalam monitoring limbah cair dapat menjadi media pembelajaran inovatif yang mendukung penguatan kompetensi teknologi siswa SMK sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan lingkungan berbasis teknologi.