Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Model-Model Pengembangan Kurikulum Ramadan, Fariz; Arawan, Arawan; Fatmawati, Fatmawati; Yennizar, Yennizar; Latif , Mukhtar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.735

Abstract

Curriculum development is a dynamic process that reflects changes in community needs, developments in science, and the demands of globalization. Various curriculum development models have been developed to respond to this complexity, ranging from linear to non-linear models, as well as top-down and bottom-up approaches. Each model has advantages and limitations depending on the context of its application, such as socio-cultural conditions, education policies, and resource capacity. This study aims to critically analyze various curriculum development models that have been developed by experts, including the Tyler, Taba, Olivia models. This analysis shows that there is no one universal model; the effectiveness of a model depends heavily on the ability to adapt to the context and the active participation of education stakeholders. Therefore, curriculum development should ideally be adaptive, collaborative, and oriented towards the sustainability of education quality. These findings emphasize the importance of a reflective and critical approach in selecting and implementing curriculum development models in order to produce relevant, inclusive, and transformative learning.
Model Kepemimpinan Visioner Dalam Pendidikan Islam Berbasis Karakter Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fatonah Ramadan, Fariz; Fatmawati, Fatmawati; Ansori, Ansori; Yusup, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5253

Abstract

Kepemimpinan pendidikan Islam yang visioner merupakan kebutuhan mendesak untuk mentransformasi lembaga pendidikan menjadi mercusuar peradaban yang kompetitif di tengah derasnya arus globalisasi. Di era disrupsi ini, lembaga pendidikan Islam tidak boleh hanya terjebak pada romantisme masa lalu, melainkan harus mampu melakukan lompatan strategis guna menjawab tantangan zaman. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi model kepemimpinan ideal yang secara harmonis mengintegrasikan nilai-nilai spiritualitas Islam dengan prinsip manajemen modern yang bersifat adaptif dan fleksibel. Model kepemimpinan Islami ini dibangun di atas empat pilar utama kenabian, yaitu: Shiddiq yang merepresentasikan kejujuran dan integritas tinggi, Amanah sebagai bentuk tanggung jawab profesional dan akuntabilitas, Fathonah yang mencerminkan kecerdasan strategis dalam mengambil keputusan, serta Tabligh sebagai kemampuan komunikasi transformatif untuk menggerakkan seluruh elemen organisasi. Keempat pilar ini berfungsi sebagai kompas moral sekaligus standar profesional dalam mengelola institusi pendidikan di tengah kompleksitas global. Dengan mengadopsi karakteristik tersebut, seorang pemimpin pendidikan akan mampu menavigasi berbagai tantangan, mulai dari integrasi teknologi hingga perubahan paradigma pedagogi, sembari tetap menjaga marwah dan integritas spiritual lembaga. Sinergi yang kuat antara nilai-nilai profetik dan praktik manajemen kontemporer inilah yang menjadi kunci utama bagi lembaga pendidikan Islam untuk bertransformasi menjadi pusat keunggulan (center of excellence) yang memiliki daya saing internasional. Implementasi model kepemimpinan yang holistik ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas lulusan, tetapi juga mampu melahirkan ekosistem pendidikan yang inovatif, transparan, dan berorientasi pada kemajuan peradaban masa depan yang lebih beradab dan mencerahkan.  
Strategi Pembangunan Citra Publik Lembaga Pendidikan melalui Optimalisasi Media Digital dan Partisipasi Masyarakat Ramadan, Fariz; Syukron, M.; Aprianto, Iwan; Mahdayeni, Mahdayeni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5614

Abstract

Pencitraan publik merupakan strategi krusial bagi lembaga pendidikan untuk membangun legitimasi, kepercayaan, dan dukungan masyarakat di era digital yang kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model kepemimpinan ideal yang mengintegrasikan nilai spiritualitas Islam dengan prinsip manajemen modern, serta menganalisis tahapan strategis dalam membangun citra positif lembaga secara berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode riset kepustakaan (library research), penelitian ini mengkaji berbagai literatur manajemen pendidikan, jurnal ilmiah, serta dokumen kebijakan terkait yang relevan dengan pengembangan institusi pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan citra publik yang efektif melibatkan empat tahapan utama yang sistematis: (1) riset dan analisis citra awal untuk memetakan persepsi stakeholder, (2) penetapan identitas dan positioning sebagai pembeda dari lembaga lain, (3) implementasi program komunikasi yang konsisten di berbagai lini, serta (4) evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas pesan. Studi kasus pada MAS Darusy Syafi’iyah memperkuat temuan ini, di mana lembaga tersebut berhasil menerapkan strategi komunikasi hibrida. Melalui kombinasi optimal antara pemanfaatan media digital (Facebook, Instagram, dan TikTok) untuk menjangkau audiens luas serta penguatan kegiatan partisipasi masyarakat seperti pengajian bulanan, lembaga mampu meningkatkan jumlah pendaftar baru dan dukungan pemangku kepentingan secara signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pencitraan pendidikan tidak hanya terletak pada kecanggihan teknologi komunikasi, tetapi sangat bergantung pada keselarasan antara narasi yang dikomunikasikan dengan integritas serta kontribusi nyata lembaga di lapangan. Kepemimpinan yang berbasis nilai spiritual menjadi ruh yang memastikan bahwa citra yang ditampilkan tetap autentik dan berorientasi pada pengabdian masyarakat.