Permadi, Prasetya Ismail
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The effect of breastfeeding compared with formula milk on the growth of infants with congenital heart disease: Evidence-based case report Melinda; Permadi, Prasetya Ismail; Yuliarto, Saptadi; Kadafi, Kurniawan Taufiq; Koentartiwi, Dyahris; Rahmadany, Aulya Farra; Fauzi, Muhammad Rizki; Muharrom, Muhammad Aji
Pediatric Sciences Journal Vol. 6 No. 1 (2025): Available online : 1 June 2025
Publisher : Medical Faculty of Brawijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/pedscij.v6i1.123

Abstract

Introduction: Children with Congenital Heart Disease are at high risk of feeding and growth problems. Nutrition practices for children with CHD still vary widely across institutions, including breastfeeding. This study aims to conduct a critical review to compare the effects of breastfeeding versus formula on the growth of infants with congenital heart disease. Methods: The article search was conducted online using the PubMed, EBSCO, and ProQuest databases with the keywords “Congenital Heart Disease,” “Human Milk,” “Formula,” and “Growth.” Result: Two articles were obtained in the form of systematic review studies. Results of the study stated that in infants with CHD with breastfeeding compared to formula milk Weight for age score is better with breastfeeding because breast milk is easier to digest Conclusion. Breast milk has been shown to have significant benefits on the growth of infants with CHD compared to formula, especially in terms of weight-for-age z-score.
Manifestasi Sindrom Metabolik pada Berbagai Regimen Dosis dan Durasi Terapi Steroid pada Anak dan Remaja Tjahjono, Harjoedi Adji; Labetubun, Nia Sahra; Permadi, Prasetya Ismail; Olivianto, Ery; Wibowo, Satrio
Sari Pediatri Vol 27, No 6 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.6.2026.371-6

Abstract

Latar belakang. Penggunaan steroid jangka panjang pada anak dengan penyakit kronis berisiko memicu efek samping metabolik serius, namun saat ini masih terdapat kesenjangan data mengenai bagaimana dosis spesifik memengaruhi komponen sindrom metabolik secara individual pada populasi pediatrik. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan dosis dan lama terapi steroid terhadap manifestasi klinis sindrom metabolik pada anak dan remaja, dengan fokus mengevaluasi hubungan antara dosis steroid dan lama terapi terhadap obesitas sentral, tekanan darah, kadar glukosa, serta profil lipid. Metode. Pendekatan penelitian menggunakan desain observasional analitik cross sectional pada lima puluh lima subjek anak yang menerima terapi steroid di Rumah Sakit Dokter Saiful Anwar Malang. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan antropometri, pengukuran tekanan darah, serta uji laboratorium profil lipid dan glukosa darah puasa. Hasil. Paparan steroid dosis tinggi memiliki nilai statistik signifikan terhadap kejadian sindrom metabolik dengan nilai p sebesar 0,03. Manifestasi yang berhubungan signifikan dengan paparan dosis tinggi adalah obesitas sentral dengan nilai p sebesar 0,02. Sebaliknya, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada parameter tekanan darah, glukosa darah, dan profil lipid antarkelompok paparan. Pemberian kombinasi terapi steroid secara intravena dan peroral juga menunjukkan hubungan bermakna terhadap manifestasi hipertrigliseridemia dengan nilai p sebesar 0,02. Kesimpulan. Terapi steroid paparan tinggi terbukti meningkatkan risiko obesitas sentral meskipun komponen metabolik lainnya belum menunjukkan perubahan bermakna. Praktisi klinis disarankan melakukan pemantauan lingkar pinggang dan antropometri lainnya secara rutin selama masa terapi steroid untuk memantau risiko sindrom metabolik.