Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEGAWAI PENCATAT NIKAH DAN KONSERVATISME FIKIH KELUARGA: Pelaksanaan Perkawinan Wanita Hamil di Kantor Urusan Agama Kabupaten Kediri Fakhria, Sheila
Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 13 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ahwal.2020.13204

Abstract

Kompilasi Hukum Islam (KHI) regulates that the pregnant women can only be married by the men who got her pregnant. At the some time, some schools of Islamic jurisprudence, particularly Hanafite, allows the women to marry with other men. This paper discuss about the implementation of the marriage of pregnant women in the Office of Religious Affairs (Kantor Urusan Agama/KUA) and how the authorities understand the regulations by focusing on 5 districts of Kediri. This paper explains the attitude of law enforcer (marriage registrars) in determining the law reference in the case of pregnant women marriage. This paper found that the marriage registrars of these KUAs argued that pregnant women could be married by men who did not impregnate her. This indicates that marriage registrars in Kediri had a preferece to refer to classical Islamic Jurisprudence (fiqh) rather then state law (KHI). Sociological factors such as the pesantren environment and the influence of kyai as religious authority lead to this stand.Kompilasi Hukum Islam (KHI) mengatur bahwa perempuan hamil hanya dapat dinikahkan dengan laki-laki yang menghamilinya. Sementara itu, mazhab Hanafi membolehkan perempuan tersebut dinikahkan dengan laki-laki lain. Tulisan ini mengkaji pelaksanaan pernikahan wanita hamil pada Kantor Urusan Agama (KUA) di lima kecamatan yang ada di Kabupaten Kediri. Artikel ini menjelaskan bahwa para pegawai pencatat nikah (PPN) yang ada di lima kecamatan tersebut lebih memilih untuk merujuk pada fiqh klasik, Mazhab Hanafi, dalam pelaksanaan pernikahan wanita hamil. Mereka berpendapat bahwa wanita hamil di luar nikah dapat dinikahkan dengan laki-laki yang tidak menghamilinya. Alasan sosiologis seperti tradisi pesantren dan pengaruh kyai menjadi alasan penting munculnya sikap seperti ini. 
A Discourse of Mudawanah al-Usrah; Guaranteeing Women's Rights in Family Law Morocco's Fakhria, Sheila; Marpuah, Siti
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 33 No. 2 (2022): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v33i2.2640

Abstract

Moroccan family code reform (mudawanah al-usrah) passed in 2004 after a long and dramatic process promoted by Moroccan women against retreating Islamists and male domination. This paper reviews Muslim family law (mudawanah al-usrah) in Marocco. Based on a literature research method that uses a normative juridical approach with a statutory approach, this paper aims to discuss the challenges and opportunities in guaranteeing women's rights in Moroccan family law. The study indicates that mudawanah al-usrah is a meeting point between Islamic rules and international conventions, providing a new identity for Moroccan society, especially women and their rights. This reform was also influenced by the Islamic feminist movement, which produced reforms to improve gender equality in Moroccan society. That was also expected to provide an overview of the protection of women's rights in family law, especially in Morocco, and become material for evaluation in its implementation in society. This study is also expected to be a reference for activists of family law studies to continue to develop the protection of women's rights in Islamic family law.
Optimalisasi Kompetensi Pedagogis Guru dalam Pendampingan Masa Aqil Baligh Mukminin, Umil; Fakhria, Sheila; Khotimah, Husnul
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/ed.v7i2.2093

Abstract

Abstract: Aqil baligh is a thing that indicates the relationship between the maturity of the mind (aqil) with the physical maturity (baligh) of the individual. Currently, there are many phenomena where teenagers who have reached puberty but do not understand the obligations they are responsible for. With the teacher in accompanying students, those who enter puberty can get an understanding of the changes in themselves. The objectives of this study are: (1) Describe the role teachers in mentoring students during puberty in MTsN 8 Kediri, (2) Analyzing supporting and inhibiting factors in mentoring students during puberty in MTsN 8 Kediri. This research uses a type of qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques with observation, in-depth interviews, and documentation. The process of checking data uses triangulation techniques, and source triangulation. Based on the results of this study, it was found: (1) Teachers can optimize their pedagogical competencies in assisting students during puberty, namely; Teachers carry out their role as educators and instructors as guides, as examples, and as facilitators and learning resources for students (2) The supporting factors of student assistance are teacher awareness of the importance of mentoring, cooperation between Fiqh teachers and religious teams, as well as adequate infrastructure and facilities. While the inhibiting factors are limited time for mentoring, as well as the environment and association. Abstrak: Aqil baligh merupakan hal yang menandakan terkaitnya kedewasaan akal (aqil) dengan kedewasaan fisik (baligh) individu. Saat ini banyak fenomena dimana para remaja yang telah baligh tetapi belum paham mengenai kewajiban yang menjadi tanggungjawabnya. Dengan adanya guru dalam mendampingi peserta didik, maka mereka yang memasuki aqil baligh bisa mendapatkan pemahaman tentang perubahan dalam dirinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran guru dalam mendampingi peserta didik masa aqil baligh di MTsN 8 Kediri beserta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pendampingan tersebut. penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses pengecekan data menggunakan triangulasi teknik, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menyebutkan bahwa: (1) guru bisa mengoptimalkan kompetensi paedagogis yang dimilikinya dalam pendampingan peserta didik masa aqil baligh yaitu; guru menjalankan perannya sebagai pendidik dan pengajar, sebagai pembimbing, sebagai teladan, serta sebagai fasilitator dan sumber belajar bagi peserta didik (2) Faktor pendukung dari pendampingan peserta didik yaitu kesadaran guru mengenai pentingnya pendampingan, adanya kerja sama antara guru dan tim keagamaan, serta sarana prasarana dan fasilitas yang memadai. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu terbatasnya waktu pendampingan, serta lingkungan dan pergaulan.
A Discourse of Mudawanah al-Usrah; Guaranteeing Women's Rights in Family Law Morocco's Fakhria, Sheila; Marpuah, Siti
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 33 No. 2 (2022): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v33i2.2640

Abstract

Moroccan family code reform (mudawanah al-usrah) passed in 2004 after a long and dramatic process promoted by Moroccan women against retreating Islamists and male domination. This paper reviews Muslim family law (mudawanah al-usrah) in Marocco. Based on a literature research method that uses a normative juridical approach with a statutory approach, this paper aims to discuss the challenges and opportunities in guaranteeing women's rights in Moroccan family law. The study indicates that mudawanah al-usrah is a meeting point between Islamic rules and international conventions, providing a new identity for Moroccan society, especially women and their rights. This reform was also influenced by the Islamic feminist movement, which produced reforms to improve gender equality in Moroccan society. That was also expected to provide an overview of the protection of women's rights in family law, especially in Morocco, and become material for evaluation in its implementation in society. This study is also expected to be a reference for activists of family law studies to continue to develop the protection of women's rights in Islamic family law.
Kafa’ah Sebagai Barometer Pernikahan Menurut Madzhab Syafii Ameliana, Dina; Fakhria, Sheila
Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 4 No. 2 (2022): Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/legitima.v4i2.2565

Abstract

Islam menetapkan kafaah sebagai salah satu barometer pernikahan yang ditentukan sebagai syarat lazim dalam pernikahan. Dalam artian, suatu pernikahan yang dilangsungkan oleh pasangan yang tidak memenuhi kriteria kafaah, maka pernikahan dihukumi sah. Problematika muncul ketika hak untuk mengajukan tuntutan pembatalan pernikahan dapat dilakukan oleh pihak wali apabila muncul ketidaksetujuan karena adanya pernikahan yang tidak kafaah. Penetapan ini oleh Imam Syafii diorientasikan demi terciptanya kemaslahatan bersama yaitu menghindari munculnya kecacatan sekaligus menghindari adanya perpecahan dalam keluarga. Penelitian ini merupakan library research, yang bertujuan untuk menguraikan tentang urgensi kafaah sebagai barometer pernikahan dalam pandangan Imam Syafii dan menjelaskan tentang bagaimana persetujuan wali serta calon mempelai perempuan terhadap kriteria kafaah sebagai keabsahan pernikahan di mata hukum. Dari pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa kafaah memang menjadi unsur penting sebelum dilakukanya sebuah pernikahan akan tetapi semua unsur kafaah tersebut tidak berlaku ketika calon suami dan calon istri saling ridha.