Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelestarian Ekosistem Pesisir Melalui Kegiatan Revegetasi dan Edukasi Mangrove di Desa Ketapang Raya Kapuaten Lombok Timur Husain, Pahmi; Ihwan, Khaerul; Jayadi, Irfan; Ihsan, Muhammad Shohibul; Risfianty, Dwi Kartika; Sanuriza, Irna Il
Lumbung Ngabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/ngabdi.v2i2.52

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologis kawasan pesisir sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Namun, tekanan antropogenik seperti penebangan, alih fungsi lahan, dan pembangunan pesisir telah menyebabkan degradasi ekosistem mangrove di berbagai wilayah, termasuk di kawasan Ketapang Raya, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merehabilitasi ekosistem mangrove melalui pendekatan revegetasi partisipatif serta meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat pesisir dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, sosialisasi dan pelatihan, penanaman bibit mangrove (jenis Rhizophora mucronata dan Avicennia marina), pendampingan, serta monitoring pertumbuhan tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 3.000 bibit mangrove berhasil ditanam pada area seluas dua hektar dengan tingkat kelangsungan hidup (survival rate) mencapai 86% setelah tiga bulan pemantauan. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 78% terkait konservasi mangrove. Selain itu, terbentuk kelompok masyarakat peduli mangrove (Pokmaswas) sebagai wujud keberlanjutan sosial kegiatan. Secara ekologis, mulai muncul biota asosiasi seperti ikan kecil dan kepiting bakau, menandakan pemulihan fungsi ekologis mangrove sebagai nursery ground. Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah daerah melalui pendekatan partisipatif efektif dalam mempercepat proses rehabilitasi pesisir sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat lokal
Morphometric Anatomical Points of Fruit Fly (Bactrocera dorsalis Complex) using Generalized Procrustes Analysis Model Alyaminy, Ishmah Humaidatul Aminah Zaim; Ihwan, Khaerul; Risfianty, Dwi Kartika; Atika, Baiq Naili Dewi; Sanuriza, Irna Il; Husain, Pahmi; Ihsan, Muhammad Shohibul; Jayadi, Irfan
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i2.7229

Abstract

This study aims to analyze the morphometric anatomical wings of the fruit fly Bactrocera dorsalis Complex. The species used in this study consisted of 11 (eleven) species. The analysis technique of the wings of Bactrocera dorsalis Complex, i.e. the right wing of each individual was analyzed using Morphometric landmarks with 15 anatomical points. Digital images of wings are scaled in size and scale using Adobe Photoshop CS3 software. The results of anatomical point digitization are processed into MorphoJ software v. 1.06b. Digitization data of anatomical points of wing shape was collected using Generalized Procrustes Analysis (GPA).  The results of the Canonical Variate Analysis (CVA) showed that there was a grouping of each species. The grouping of Bactrocera dorsalis complex wing types is based on the similarity of the percentage of cumulative values of CVA1 and CVA2 tests. Groups B. carambolae, B. minuscula, B. occipitalis, B. papayae, B. floresiae, B. philippinennsis, Bactrocera sp. 23, Bactrocera sp. 25, and Bactrocera sp. 26 grouped because they have similarities in wing venation. The difference in wing venation is found in Bactrocera sp. 27 and B. sumbawaensis because they are far from the group B. carambolae, B. minuscula, B. occipitalis, B. papayae, B. floresiae, B. philippinennsis, Bactrocera sp. 23, Bactrocera sp. 25, and Bactrocera sp. 26.
Sosialisasi Pembuatan Krupuk Lendong Khas Lombok dari Kulit Sapi di Dusun Montong Belo, Desa Bujak Alyaminy, Ishmah Humaidatul Aminah Zaim; Ihwan, Khaerul; Dwi Kartika Risfianty; Baiq Naili Dewi Atika; Irna Il Sanuriza; Pahmi Husain; Muhammad Shohibul Ihsan; Leny Fitriah; Irfan Jayadi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.8917

Abstract

Krupuk kulit sapi merupakan salah satu produk makanan yang ditemukan di Lombok, memiliki rasa yang renyah dan enak. Penggunaan kulit sapi sebagai bahan utama juga sering dikombinasikan dengan rempah-rempah lokal yang khas, memberikan cita rasa unik dan autentik yang sulit ditemukan di produk lainnya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah pendampingan dan praktik pembuatan kulit sapi (Lendong) khas Lombok di Dusun Montong Belo, Desa Bujak, Kecamatan Batukliang. Kabupaten Lombok Tengah. Metode kegiatan ini adalah demonstrasi dan pendampingan proses pembuatan krupuk kulit. Langkah-langkah pembuatan krupuk kulit ini antara lain: Pembersihan kulit sapi dari bulu dan kotoran, pemberian rempah-rempah, penjemuran, pemotongan, perendaman menggunakan minyak goring dengan suhu sedang dan penggorengan krupuk. Hasil kegiatan pengabdian ini bahwa sosialisasi pembuatan krupuk kulit (Lendong) khas sasak terlaksana dengan lancar. Proses pembuatan krupuk kulit dilaksanakan dengan 6 tahapan yaitu, pembersihan kulit dari bulu dan kotoran, pemberian rempah-rempah, penjemuran, pemotongan, perendaman menggunakan minyak goreng dengan suhu sedang dan penggorengan krupuk untuk siap disajikan. Peserta pengabdian sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga selesai. Diskusi dan tanya jawab terkait langkah-langkah pembuatan krupuk kulit khas Lombok cukup aktif. Tiap tahapan didemonstrasikan oleh peserta hingga memahami secara seksama tahap pembuatan krupuk.