Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelaksanaan Layanan Konseling Individu dan Kelompok pada Anak Didik Pemasyarakatan (ANDIKPAS) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kendari Poapa, Rini Harjanti; Syamsu, Khairunnisa
INSANIYAH Vol 3, No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/insaniyah.v3i1.10007

Abstract

Program pembinaan pada andikpas merupakan fondasi utama untuk mampu mewujudkan anak didik pemasyarakatan (Andikpas) yang sehat secara jasmani dan juga mental dalam menjalani masa tahanan. Namun, untuk memujudkan program tersebut bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Oleh sebab itu di butuhkan pemberdayaan Andikpas di Lembaga Pembinaan khusus Anak (LPKA) Kelas II kendari. Pelaksanaan konseling individu serta konseling kelompok merupakan cara yang di lakukan untuk mewujudkan hal tersebut. Konseling Individu dan Konseling kelompok bertujuan untuk mengatasi tingkah laku menyimpang pada andikpas serta mampu menyelesaikan permasalahan yang di hadapi, serta mampu memotivasi diri dan menurunkan kecemasan yang mereka rasakan dalam menjalani masa tahanan. Pada proses konseling individu menggunakan metode attendinng dan konseling kelompok menggunakan metode Assertive training, para andikpas sangat antusias mengikuti setiap tahapan konseling yang diberikan. Hasil Konseling individu yang di lakukan terhadap andikpas menerangkan bahwa beberapa andikpas memiliki ketakutan terhadap masa depan, mendapatkan sanksi sosial dan juga penolakan oleh pihak keluarga dan Masyarakat setelah menjalani masa tahanan. Dan pada konseling kelompok yang di lakukan bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan juga pengembangan diri andikpas.Hasilnya adalah andikpas mampu memanfaatkan informasi, memberikan tanggapan dan juga reaksi dari anggota kelompok lainnya. Kata Kunci : Konseling Individu, Konseling Kelompok, Andikpas (Anak didik pemasyarakatan)
Exploring the Dynamics of Interpersonal Communication in Inmate Rehabilitation Programs at LAPAS KELAS II A Kendari Jamin, Siti Nur Kholifah; Syamsu, Khairunnisa
Al-MUNZIR Vol 17, No 1 (2024) : Mei 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v17i2.9020

Abstract

 This study aims to determine the interpersonal communication of LAPAS employees in fostering assisted citizens in class II A Kendari Penitentiary. The research method used is descriptive qualitative, data collection in this study uses qualitative methods by observation, interviews, documentation and data analysis. This research involved 9 resource persons, namely 5 LAPAS employees and 4 assisted residents. The results showed that interpersonal communication of LAPAS employees in fostering fostered citizens involved several main aspects, namely. Openness from LAPAS employees is listening to complaints, opinions or ideas, providing good service and clearly providing information about the rules. Empathy of LAPAS employees understands and cares.The supportive attitude of LAPAS employees is in the form of moral support, material support, and assimilation support. The positive attitude of LAPAS employees is to be a good role model, control emotions, direct fostered residents in a good direction. The equality aspect of LAPAS employees is to be fair without any discrimination. Supporting factors for coaching are stakeholders, moral support from employees, premium wages for fostered residents, and security employees. The inhibiting factors of coaching are low awareness of fostered residents, low employee competence, and limited budget.Keywords: Coaching, Fostered Citizen, Interpersonal Communication.
Pelaksanaan Layanan Konseling Individu dan Kelompok pada Anak Didik Pemasyarakatan (ANDIKPAS) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kendari Poapa, Rini Harjanti; Syamsu, Khairunnisa
INSANIYAH Vol. 3 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/insaniyah.v3i1.10007

Abstract

Program pembinaan pada andikpas merupakan fondasi utama untuk mampu mewujudkan anak didik pemasyarakatan (Andikpas) yang sehat secara jasmani dan juga mental dalam menjalani masa tahanan. Namun, untuk memujudkan program tersebut bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Oleh sebab itu di butuhkan pemberdayaan Andikpas di Lembaga Pembinaan khusus Anak (LPKA) Kelas II kendari. Pelaksanaan konseling individu serta konseling kelompok merupakan cara yang di lakukan untuk mewujudkan hal tersebut. Konseling Individu dan Konseling kelompok bertujuan untuk mengatasi tingkah laku menyimpang pada andikpas serta mampu menyelesaikan permasalahan yang di hadapi, serta mampu memotivasi diri dan menurunkan kecemasan yang mereka rasakan dalam menjalani masa tahanan. Pada proses konseling individu menggunakan metode attendinng dan konseling kelompok menggunakan metode Assertive training, para andikpas sangat antusias mengikuti setiap tahapan konseling yang diberikan. Hasil Konseling individu yang di lakukan terhadap andikpas menerangkan bahwa beberapa andikpas memiliki ketakutan terhadap masa depan, mendapatkan sanksi sosial dan juga penolakan oleh pihak keluarga dan Masyarakat setelah menjalani masa tahanan. Dan pada konseling kelompok yang di lakukan bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan juga pengembangan diri andikpas.Hasilnya adalah andikpas mampu memanfaatkan informasi, memberikan tanggapan dan juga reaksi dari anggota kelompok lainnya. Kata Kunci : Konseling Individu, Konseling Kelompok, Andikpas (Anak didik pemasyarakatan)