Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Load Factor Km. Amukti Palapa Pada Trayek Bima -Calabay - Labuan Lombok - Pulau Sailus – Pulau Sapukabalobaloan - Makassar Ruhayu, Yuyu; Lukman, A.; Rusnaedi, Rusnaedi; Sudarman, Sudarman; Setiawati, Andi
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i6.32304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui nilai load factor KM. Amukti Palapa pada trayek Bima - Calabay - Labuan Lombok - Pulau Sailus – Pulau Sapuka – Balobaloan - Makassar.serta mendapatkan Strategi untuk meningkatkan nilai load factor dengan melakukan pengumpulan data yang terkait dengan kapasitas muat yang terpasang di KM. Amukti Palapa, jumlah muatan pada setiap trip pelayaran selama ini dari dioperasikan mulai akhir Desember 2022 sampai Maret 2024 sebanyak 29 trip.dengan mengolah data ini nilai load factor dapat Diketahui, selanjutnya dengan nilai load factor yang dihasilkan akan dibandingkan dengan target oleh Kementrian Perhubungan RI sebesar 70%, Selanjutnya melakukan pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner untuk memperoleh informasi terkait dengan penyusunan strategi peningkatan nilai load factor yang telah dihasilkan sebelumnya agar keberadaan KM. Amukti Palapa pada trayek tersebut dapat lebih optimal dalam memajukan salah satu Kawasan daerah 3 T pada bagian Timur Indonesia. Penelitian ini menerapkan metode analisis formula empiric dan Metode analisis SWOT yang melibatkan 74 responden, yang mendapatkan hasil penelitian berupa nilai load factor saat tiba di Pelabuhan Paotere Makassar untuk penumpang 62 % dan load factor untuk barang 12,6 % serta load factor saat meninggalkan Pelabuhan Makassar sebesar 57 % dan 70,3% untuk muatan penumpang dan barang. Selain itu penelitian ini juga menghasilkan konsep strategi untuk mengembangkan nilai load Factor dengan menerapkan metode SWOT, sehingga dalam pemosisian dalam analisis ini berada pada kuadran I, hal ini menandakan bahwa bentuk layanan KM. Amukti Palapa selama ini pada trayek tersebut  sangat menguntungkan. KM. Amukti Palapa pada trayek tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy). Selanjutnya dengan situasi ini hal yang menjadi paling penting adalah memelihara apa yang sudah ada, lalu melakukan tindakan yang lebih menguatkan dari sisi yang dapat lebih meningkatkan kepercayaan terhadap pengguna, khususnya bagi masyarakat di daerah 3 T. terhadap keberlangsungan angkutan kapal perintis. Bahkan pada saat tertentu sangat diperlukan untuk  penambahan jumlah armada pada trayek tersebut, dikarenakan nilai load factor sudah menghampiri angka krintis 70 % sesuai target Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.. Disarankan fokus pada pembenahan secara masif dan terstruktur dalam hal promosi tentang layanan KM. Amukti Palapa melalui kegiatan kampanye pemasaran yang menonjolkan kombinasi keunggulan ketepatan waktu dan fitur tambahan, seperti pelacakan real-time, edukasi kepada pelanggan tentang pentingnya keandalan dan keamanan dalam pengiriman barang, dengan biaya yang kompetitif
Kepuasan pengguna jasa terhadap ayanan freight forwarding PT Malino Nirwana Trans rachmianty, andi; Rizqy, Miftahul; Muslihati, Muslihati; Usman, Arif Fuddin; Rusnaedi, Rusnaedi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3605

Abstract

Pertumbuhan aktivitas logistik dan perdagangan yang semakin kompetitif menuntut perusahaan freight forwarding untuk menyediakan layanan yang mampu memenuhi harapan pengguna jasa secara konsisten. PT Malino Nirwana Trans merupakan perusahaan yang bergerak daIam pengeIoIaan dan pengiriman barang, khususnya komoditas yang membutuhkan penanganan rantai dingin. Kualitas pelayanan freight forwarding yang diberikan sangat menentukan kepuasan pelanggan.   Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan freight forwarding yang diberikan oleh PT Malino Nirwana Trans dengan menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI). Metode ini dipilih karena mampu menunjukkan bagaimana tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan tingkat kepentingan (importance) dan tingkat kinerja layanan (perfomance). Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner ke konsumen aktif perusahaan dan dilengkapi dengan wawancara untuk memperkuat hasil anaIisis. Instrumen penelitian diuji menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas yang menunjukkan item pernyataan dan hasil sebaran kusioner berada pada kategori valid dan reliabeI. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa secara keseluruhan pelanggan menilai Iayanan PT MaIino Nirwana Trans Sangat Puas berdasarkan niIai CSI sebesar 84,8%. Capaian ini mengindikasikan bahwa perusahaan telah mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan dan ekspektasi peIanggan, terutama pada aspek keandalan layanan, ketanggapan staf, serta jaminan keamanan pengiriman. Meskipun demikian, beberapa aspek seperti akurasi informasi pelacakan, kecepatan respons layanan pelanggan, dan ketepatan jadwal pengiriman masih memerlukan peningkatan agar kualitas layanan dapat lebih optimal dan berkelanjutan
Occupational Safety and Health Risk Evaluation in Container Handling Operations Using the HIRADC Method: A Case Study at PT. Kaltim Kariangau Terminal, East Kalimantan, Indonesia Usman, Arif Fuddin; Ningrat, Andi; Muslihati, Muslihati; Rachmianty, Andi; Rusnaedi, Rusnaedi
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 8 No. 2 (2026): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jequi.v8i2.293

Abstract

Background: Occupational safety and health is a critically important aspect of container loading and discharging operations at ports, encompassing efforts to create a safe, healthy work environment and prevent workplace accidents and work-related diseases. Objective: This study aims to analyze the application of occupational safety and health in the process of loading and discharging containers at PT. Kaltim Kariangau Terminal. Methods: This study uses the HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control) method. Results: The results of the risk level assessment before control indicate a High Risk level of 9 risks (23.1%), a Moderate Risk level of 17 risks (43.6%), and a Low Risk level of 13 risks (33.3%). After control, the High Risk level is reduced to 0 risks (0%), with no remaining high-risk work activities; the Moderate Risk level is 8 risks (20.6%); and the Low Risk level is 31 risks (79.4%). To address these hazards and risks, PT. Kaltim Kariangau Terminal has implemented risk controls, namely substitution, engineering controls, administrative controls, and personal protective equipment. Conclusion: The findings demonstrate that systematic hazard identification and hierarchical risk control, when applied rigorously to RTG crane operations in container terminals, can deliver measurable reductions in worker exposure to life-threatening risks and provide a replicable OSH management model for the Indonesian port sector.
Load Factor Analysis of KMP Bambit Pioneer Ship to Enhance Maritime Accessibility in Eastern Indonesia's 3T Regions Rusnaedi, Rusnaedi; Ningrat, Andi; Muslihati, Muslihati; Rachmianty, Andi; Fitriah, Rifkah
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 8 No. 2 (2026): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jequi.v8i2.307

Abstract

Background: As the world's largest archipelagic nation, Indonesia faces the major challenge of providing an equal distribution of public services to 3 not so close and remote frontier region, border (3T) regions. An example: While the government's Sea Toll Program uses pioneer vessels such as KMP Bambit to breach these chasms, efficiency of operation is still a major barrier to progress. This often results in underused capacity Objective: This study aims to analyze the load factor of KMP Bambit on the Merauke-Atsy-Agats-Senggo route and identify strategic recommendations to improve ship capacity utilization and service quality And see if there is a reasonable load factor on KMP Bambit operating from the Merauke-Atsy-Agats-Senggo route. Depending on this finding, strategic advice is put forward with regard to vessel capacity utilisation and service quality. Method: This investigation used quantitative research. Throughout the research period from January 2022 to June 2025, data were collected on operational ship activities and survey results were sought from 65 stakeholders according to the Slovin Formula. The data were analyzed using Load Factor Analysis (LF A) and a SWOT analysis was performed to map internal and external strategic factors. Results: Our findings show that the average load factor for passengers is 42.427% and the cargo/vehicle load factor is 45.141%, both significantly below the Ministry of Transportation's 70% efficiency target. Problems include inconsistent sailing frequencies, limited port infrastructure, and changing seasonal demand levels. Conclusion: Being in Quadrant I of SWOT Matrix, KMP Bambit needs to take a growth-oriented strategy. Major recommendations are to modernize ship facilities, implement an online reservation system, and adjust sailing schedules in line with community needs in order to bring sustainable economic growth south to the remote regions of South Papua it serves.
Analisis Optimasi Manajemen Termal dan Efisiensi Konsumsi Bahan Bakar pada Transportasi Muatan Asphalt 60/70: Studi Kasus MT LG Asphalt 2 Rahman Raising; Rusnaedi, Rusnaedi; Raising, Ratnawati; Sudarman, Sudarman
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v5i2.7161

Abstract

This study analyses the operational strategy for controlling the temperature of asphalt 60/70 cargo on the asphalt tanker MT LG Asphalt 2 during an eight-day voyage from Sungai Udang (Melaka) to Anggrek (Gorontalo Utara). Temperature control is critical to maintain cargo pumpability, product quality, energy efficiency, and operational safety. The research adopts a single case study with a descriptive–quantitative approach. Cargo temperature data were collected every 24 hours and combined with boiler operation records to formulate four basic heating actions (no heating, one boiler, two boilers 24 h, two boilers 48 h). These actions were then arranged into eleven heating strategies for an eight-day voyage. For each strategy, the final average cargo temperature and total fuel consumption (LSMGO/LSMFO) were calculated and compared with the voyage instruction requirement of 135–140 °C at discharge. The results show that no heating causes a temperature drop of about 3 °C/day, whereas continuous operation of two boilers is energy intensive. Among the eleven models, Strategy No. 11 (A–0–C–A–C–0–A–A) is the most optimal, achieving a final temperature of about 140 °C with moderate fuel use. The study recommends an intermittent, data-driven heating pattern as a practical basis for standard operating procedures on asphalt tankers.