Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengenalan Teknologi Repeated Processing Septic Tank (RPS) Kepada Pelajar Di Kawasan Permukiman Spesifik Berair Untuk Mengurangi Perilaku BABs Nindito, Dwi Anung; Suyanto, Hendro; Kamiana, I Made; Jaya, Allan Restu; Yupi, Haiki Mart; Saputra, Raden Haryo; Nomeritae, Nomeritae
Diteksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Diteksi, Vol. 2, No. 1, Mei 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/diteksi.v2i1.12611

Abstract

Karakter permukiman tepian sungai di beberapa ibukota kabupaten di Kalimantan Tengah adalah rumah panggung dan rumah apung. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa beberapa sungai masih menjadi tempat pembuangan limbah rumah tangga dari aktifitas manusia. Kotoran manusia (tinja) pun dibuang secara langsung ke sungai karena jamban rumah panggung tepian sungai tidak memiliki fasilitas septictank. Permasalahan yang dijumpai adalah selain air sungai masih dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, juga dimanfaatkan sebagai sumber air minum. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan solusi berupa pengenalan teknologi sanitasi Repeated Processing Septictank (RPS) untuk rumah panggung kepada siswa-siswi sekolah dengan tujuan agar nantinya bisa mengetahui dan menerapkan teknologi tersebut di masyarakat sehingga mengurangi perilaku BABs. Metode/ strategi pendekatan yang digunakan meliputi : a). Menjelaskan permasalahan konkret dan prioritas, yaitu : adanya jamban rumah panggung tanpa septictank, b). Mengenalkan ide dan gagasan tentang teknologi Repeated Processing Septictank dan c). Menyampaikan contoh keberhasilan teknologi Repeated Processing Septictank di beberapa daerah permukiman tepi sungai. Target khusus yang telah dicapai adalah mengenalkan teknologi Repeated Processing Septictank (RPS) kepada siswa-siswi SMUN 2 Kahayan Tengah Desa Bukit Rawi Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Muatan kegiatan yang telah diberikan yaitu mengajarkan teknologi Repeated Processing Septictank serta menyampaikan visualisasi pembuatan dan pemasangan yang pernah ada di lapangan serta contoh keberhasilan teknologi ini. Telah terjadi proses pembelajaran secara : 1). Kognitif, yaitu siswa mengetahui teknologi Repeated Processing Septictank dan 2). Afektif, yaitu terjadi perubahan emosi pentingnya menggunakan septictank. Diharapkan terjadi transfer pengetahuan tentang sanitasi dari siswa-siswi sekolah kepada masyarakat secara berkelanjutan.
PENGARUH FLUKTUASI TINGGI MUKA AIR TERHADAP ZAT PENCEMAR PADA DRAINASE DENGAN OUTLET DI SUNGAI SEBANGAU Saputra, Krisna Jalu Adityas; Yupi, Haiki Mart; Kamiana, I Made
Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan, Oktober 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jt.v8i1.9666

Abstract

Urban drainage channels are very easily contaminated by pollutants from household waste, industrial waste, and other liquid waste. Therefore, the main (primary) drainage channels have the potential to affect water quality in the Sebangau River. This study aims to determine the contribution of pollutants from drainage channels. The location of this study is in the Jekan Raya District, Palangka Raya City, Central Kalimantan Province, precisely in one of the primary drainage channels with a total length of drainage channels with a distance of ± 3.6 km to the Sebangau River outlet located on Jl.Tampung Penyang. To obtain the flow rate in the drainage channel, the water velocity and water level are measured in each rai to obtain the cross-sectional area of ​​the channel, then the water discharge is calculated by multiplying the velocity and cross-sectional area of ​​the channel. Water quality is analyzed in the laboratory based on several predetermined parameters such as acidity level (pH), TSS, ammonia, detergent, BOD, COD, oil and fat, and after all data is collected, Anova statistical analysis is carried out to determine the relationship between water level and each parameter. The results obtained indicate that fluctuations in water levels in the main drainage channel, in the middle, affect the parameters of detergent pollutants only, indicated by the value of R2 = 0.593 (moderate), and the correlation coefficient (r) = 0.770 indicating that the relationship between fluctuations in water levels and detergent parameters has a strong correlation. However, for several other pollutant parameters observed, namely pH correlation coefficient (r) = - 0.590 (fairly correlated), TSS correlation coefficient (r) = - 0.500 (fairly correlated), ammonia correlation coefficient (r) = - 0.889 (fairly correlated), BOD correlation coefficient (r) = 0.041 (very weakly correlated), COD correlation coefficient (r) = - 0.250 (weakly correlated), oil and fat correlation coefficient (r) = 0.400 (fairly correlated). Showing that pollutants in the form of detergents from the main drainage channel contribute to pollution of water bodies in the Sebangau River.
PEMAHAMAN TENTANG PEMANENAN HUJAN BAGI SISWA PESERTA SOSIALISASI DI SMAN 10 PALANGKA RAYA Kamiana, I Made; Jaya, Allan Retu; Yupi, Haiki Mart; Nindito, Dwi Anung; Saputra, Raden Haryo; Nomeritae, Nomeritae
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.26349

Abstract

Pemanenan hujan merupakan bagian integral dari upaya konservasi air baku. Cara-cara pemanenan hujan perlu dikenalkan dan didorong untuk dilakukan oleh semua pihak, termasuk para siswa. Hal ini penting karena para siswa termasuk bagian dari generasi yang akan menghadapi tantangan dalam pengelolaan sumber air baku yang ketersediaannya semakin terbatas dan kritis, akibat berbagai faktor seperti pertumbuhan populasi dan perubahan iklim. Sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman tentang ketersediaan dan permasalahan sumber air baku, serta cara-cara dan manfaat pemanenan hujan, maka pada tanggal 21 Februari 2024 dilakukan kegiatan pengenalan pemanenan hujan di SMAN 10 Palangka Raya dengan metode sosialisasi, dan diikuti oleh 21 siswa yang dipilih secara acak. Siswa diberikan pre-tes sebelum acara sosialisasi, dan post-tes diberikan setelah sosialisasi. Hasil analisis memperlihatkan bahwa rata-rata jumlah peserta sosialisasi yang jawabannya benar sebesar 58,57% sebelum sosialisasi dan sebesar 86,57% setelah sosialisasi. Dengan kata lain, terdapat perubahan tingkat pemahaman siswa peserta sosialisasi tentang materi sosialisasi dari kategori 'cukup' menjadi kategori 'baik' dalam skala Guttman.