Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kampanye Media Sosial Terhadap Partisipasi Politik Mahasiswa Kota Cirebon Pada Pemilihan Presiden Tahun 2024 Nurwahid, Hidayat; Ginanti, Dwi Fitri; Azra, Indah Luthfiatul; Susilowati, Anggi Yus
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i1.252

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana media sosial dapat mempengaruhi perilaku politik mahasiswa, dengan mengambil lokasi penelitian spesifik pada mahasiswa di Kota Cirebon. Diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika partisipasi politik di era digital serta kontribusi media sosial sebagai alat kommunikası politik. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif Adapun sample yang digunakan dalam penelitian ini yakni mahasiswa yang melanjutkan studi pada kampus-kampus di universitas yang berada di Kota Cirebon. Penelitian ini kami mengunakan Teknik nonprobability sampling dengan cara quata Sampling, karena unit populasi telah di tentukan sejumlah 100 responden sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data di lakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada para mahasiswa di kota Cirebon secara acak dengan mengunakan Google form. Hasil dari penelitian ini menunjukkan variabel independen (kampanye media sosial) memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen (partisipasi politik mahasiswa di Kota Cirebon). Hubungan yang ditemukan adalah negatif, menunjukkan bahwa peningkatan intensitas kampanye media sosial justru dapat mengurangi tingkat partisipasi politik mahasiswa. Hal ini dapat disebabkan oleh kejenuhan, sikap apatis, atau persepsi negatif terhadap konten kampanye. Nilai koefisien determinasi R2 sebesar 98,4% menunjukkan bahwa model penelitian ini sangat kuat dalam menjelaskan hubungan antara variabel independen dan dependen. Hanya 1,6% variasi yang dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini.
POLA INTERAKSI INDIVIDU DAN KELOMPOK DALAM PEMBENTUKAN SOLIDARITAS KOLEKTIF PADA FILM LASKAR PELANGI Susilowati, Anggi Yus; Sya'baniah, Aulia Nur
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Interaksi Sosiologi Volume 5 Nomor 1 2025
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v5i1.18418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menginterpretasikan pola interaksi individu dan kelompok dalam film Laskar Pelangi sebagai mekanisme kunci pembentukan solidaritas kolektif. Menggunakan desain kualitatif dengan jenis Analisis Isi Kualitatif, penelitian ini berfokus pada penafsiran makna sosial mendalam dari interaksi verbal dan non-verbal antara karakter utama (Laskar Pelangi) dan kelompok mereka, dipandu oleh kerangka teoritis Interaksionisme Simbolik. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga pola interaksi simbolik utama yang menggerakkan transformasi solidaritas. Pertama, Pola Negosiasi Makna, di mana kelompok secara kolektif menolak makna negatif kemiskinan (simbol sekolah reyot dan ancaman penutupan) dan mengonversinya menjadi simbol perjuangan dan harapan. Kedua, Pola Pertukaran Simbolis Berdasarkan Kompetensi Unik, yang mendorong Solidaritas Organik melalui alokasi status berbasis meritokrasi (Lintang sebagai simbol kecerdasan dan Mahr sebagai simbol imajinasi), menciptakan saling ketergantungan fungsional. Ketiga, Pola Ritual Interaksi dan Penciptaan Simbol Identitas (seperti penamaan "Laskar Pelangi"), yang membangkitkan collective effervescence dan memperkuat ikatan moral mereka. Puncak solidaritas ditunjukkan melalui pengorbanan simbolis Lintang, yang diinternalisasi sebagai mitos pendiri yang memelihara komitmen kolektif. Kesimpulannya, solidaritas Laskar Pelangi adalah produk konstruksi simbolis dan dinamis, bukan sekadar hasil kesamaan nasib. Interaksi simbolik mikro ini berhasil menciptakan The Generalized Other dan Looking-Glass Self yang positif, mengubah kohesi berbasis kebutuhan menjadi komitmen moral tak terpatahkan dan menjadikan solidaritas kolektif mereka sebagai modal kultural efektif untuk melawan hegemoni struktur.