Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN KONSELING SEBAYA PADA SISWA SMA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI, SEKS BEBAS DAN PERNIKAHAN DINI Wardhani, Hanifiya Samha; Hariani, Dyah; Ducha, Nur; Syamsudi, Nur Anindya
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 8 No 01 (2024): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v8.i01.a8742

Abstract

Masa Remaja merupakan masa yang rentan akan berbagai permasalahan, baik permasalahan pribadi, sosial, pendidikan hingga karir. Beberapa permasalahan yang sering terjadi pada remaja yaitu dampak seks dini, kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, penyakit menular seksual dan pernikahan dini. Salah satu yang menjadi fokus dari seks bebas dan pernikahan dini adalah dampak negatif terhadap kesehatan reproduksi. Konseling sebaya dianggap dapat menanggulangi kasus tersebut dengan pendekatan pertemanan. Konseling sebaya penting karena pada kenyataanya remaja lebih terbuka terhadap teman sebayanya dibandingkan dengan orang tuanya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SMAN 15 Surabaya. Tujuan program pelatihan konselor teman sebaya adalah memberdayakan siswa agar dapat menjadi perpanjangan tangan pihak sekolah sekaligus diharapkan dapat menjadi sarana pertolongan pertama bagi siswa yang memiliki masalah dan membantu memecahkan permasalahan teman sebaya untuk mengusung isu seks bebas, pernikahan dini, dan kesehatan reproduksi melalui kegiatan konseling. Evaluasi dilaksanakan pada akhir kegiatan menggunakan lembar angket. Berdasarkan hasil angket dapat diketahui bahwa kegiatan yang telah dilakukan membantu meningkatkan pengetahuan (54,17%) remaja. Pelatihan dan penayangan video membantu meningkatkan pengetahuan remaja mengenai seks bebas, pernikahan dini, dan kesehatan reproduksi melalui konseling sebaya.
Penatalaksanaan Holistik Demam Berdarah Dengue pada Anak melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga: Laporan Kasus Muhammad Rafli; Chandra, Apriliana Vivy; Mellisa Gani; Wardhani, Hanifiya Samha
Plexus Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v5i2.3356

Abstract

Pendahuluan: Pendekatan kedokteran keluarga berperan penting dalam pengelolaan Demam Berdarah Dengue (DBD) karena tidak hanya berfokus pada aspek klinis, tetapi juga mempertimbangkan faktor keluarga dan lingkungan yang memengaruhi terjadinya penyakit. Keterlibatan keluarga dalam deteksi dini, pemantauan kondisi pasien, serta perbaikan perilaku dan lingkungan menjadi kunci dalam pencegahan kekambuhan. Deskripsi Kasus: An. AA, perempuan usia 5 tahun, terdiagnosis DBD pada 7 Februari 2026 setelah demam tinggi mendadak sejak 1 Februari 2026 disertai mimisan, perdarahan gusi, petekie, nyeri perut, dan mual. Suhu maksimal 39°C dengan trombosit awal 21.000/µL yang menurun menjadi 17.000/µL sehingga pasien dirawat di ICU 4 hari dan bangsal 2 hari. Riwayat paparan diduga berkaitan dengan rekreasi keluarga ke tempat wisata, serta sepupu pasien yang juga pergi ke tempat rekreasi tersebut terdiagnosis DBD dalam waktu berdekatan. Ditemukan faktor risiko lingkungan rumah berupa genangan air, kondisi lembap, ventilasi kurang, dan kebiasaan menggantung pakaian. Status gizi berada pada rentang -2 SD hingga -1 SD. Diskusi: Kasus ini menunjukkan bahwa DBD pada anak dapat berkembang cepat menjadi trombositopenia berat. Faktor paparan luar rumah dan kondisi lingkungan domestik berperan dalam transmisi. Pendekatan kedokteran keluarga memungkinkan identifikasi faktor risiko secara komprehensif, edukasi keluarga terkait tanda bahaya dan pemantauan fase kritis, serta intervensi promotif-preventif berbasis rumah tangga. Kesimpulan: Pendekatan kedokteran keluarga efektif dalam pengelolaan DBD anak secara holistik dan pencegahan kekambuhan di tingkat keluarga dan komunitas.