Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Peningkatan Imunitas Masyarakat terhadap Pandemi Covid-19 Delta melalui Pembuatan Jamu Instan Sugiarto, Sugiarto; Soliha, Arifatus; Rhamadan, Muhammad Abdan Syakuro Fisyahri; Sholeh, Abdurrohman; Aji, Abdul; Aris, Aris; Gunawan, Arif; Syahrul, Muhammad Reza; Prasetia, Sahrul Eka; Alfayit, Dodi Aditian; Nurlailah, Nurlailah; Ianah, Dewi; Firda, Hidayatul
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v2i2.13246

Abstract

Penanganan COVID 19, total kasus positif di Indonesia sebanyak  3.774.155 kasus, dari angka tersebut 3.247.715 orang dinyatakan sembuh, dan meninggal dunia 113.664 orang. Daya tahan tubuh yang rendah menjadi salah satu penyebab tingginya laju penularan covid-19. Kuatnya imunitas tubuh merupakan salah satu cara untuk menghindari infeksi virus COVID 19¬_Delta. Peningkatan antibody terhadap pathogen dapat dibentuk dengan mengkonsumsi dari jamu yang terbaut dari tanaman empon empon. Jamu herbal merupakan salah satu pilihan sebagai pengobatan alami untuk memperkuat imun tubuh masyarakat karena bahan baku yang mudah didapat, dan bisa dibuat sendiri. Tujuan  kegiatan pengabdian masyarakat ini di harapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dengan membuat jamu instan untuk meningkatkan imun tubuh secara mandiri. Metode plaksanaan, kegiatan dilaksanakan di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Metode pengambilan sampling data menggunakan metode Participation Action Research (PAR) dan analisis data memakai likert. Parameter yang diambil adalah persepsi masyarakat mengenai obat tradisional, Respon i masyarakat dalam budidaya tanaman rempah dan pemanfaatannya. Hasil kegiatan menunjukkan masyarakat respon terhadap pembuatan jamu instan, masyarakat menjadi  terampil  dalam mengolah rempah rempah disekitar rumah sebagai obat herbal alami. Masyarakat mengetahui tentang manfaat dan pentingnya pelestarian tanaman obat.
Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Bahan Baku Pembuatan Sabun dan Lilin Aromatherapi Yanti, Demi Dama; Herlina, Idra; Aji, Abdul; Agung, Ahmad Anggraria Jaya; Setiawan, Andika; Tuta, Gabriel Vanes Sabat
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1211

Abstract

Minyak goreng bekas yang biasa disebut sebagai minyak jelantah merupakan minyak sisa penggorengan yang telah digunakan berulang kali. Penggunaan minyak secara berulang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Selain itu, minyak jelantah yang dibuang secara langsung dapat mencemari tanah dan sumber perairan. Kabar baiknya, minyak jelantah dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat, yaitu sabun dan lilin aromaterapi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu PKK Desa Way Galih mengenai bahaya minyak jelantah bagi kesehatan manusia dan lingkungan, serta pemanfaatannya dalam pembuatan sabun dan lilin aromaterapi. Sebelum digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun dan lilin, minyak jelantah terlebih dahulu dijernihkan menggunakan arang aktif, kemudian disaring hingga diperoleh minyak yang lebih jernih. Sabun dibuat dengan mencampurkan minyak jelantah dengan NaOH dan bahan tambahan lainnya. Campuran tersebut diaduk hingga homogen, kemudian didiamkan hingga mengeras. Lilin dibuat dengan mencampurkan minyak jelantah dengan parafin, pewangi, dan pewarna. Campuran dipanaskan hingga homogen, lalu dituangkan ke dalam wadah lilin yang telah disiapkan. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan dapat mempraktikkan secara langsung proses pembuatan sabun dan lilin. Produk yang dihasilkan berupa sabun padat dan lilin aromaterapi beraroma serai. Berdasarkan hasil pretest dan posttest, kegiatan ini memberikan dampak yang signifikan, yang ditunjukkan oleh peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta.