Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Meningkatkan Psikospritual Perawat dengan Pengukuran Assesment of Sprituality and Religious Sentiments (Aspires) Blasius Perang
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i2.772

Abstract

Introduction: Psychosprituals are the integrative energy nurses need to serve patients. An empathetic nurse is a nurse who can develop psycho-spirituality, which is a need that must be met. Objective: To get a clear picture of nurses in psychospiritual aspects in several private hospitals in South Sulawesi. Method: This study is comparative analytical research with a cross-sectional multisite study approach. Results: showed that the psychospiritual level of nurses at several private hospitals in Makassar city was good. ASPIRES is categorized as good if you get a score>70; the category is sufficient if you get a score of 35–70 and categorized as less if the value is <35. Conclusion: There are significant psychospiritual differences in nurses based on demographic characteristics, namely gender, age, level of education, and length of service. It can be used as information material for hospitals to improve the quality of services by paying attention to psychospiritual aspects through programs offered by researchers
Pengetahuan Orang Tua Tentang Covid-19 dan Perkembangan Psikososial Anak Usia Sekolah Blasius Perang
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v12i1.825

Abstract

Introduction: The Covid-19 pandemic created mass hysteria and uncertainty that gave rise to infodemics and fears in society, especially children, as one of the vulnerable populations. This makes a child's psychosocial disorder. Objective: This study was conducted to determine the relationship between parents' knowledge about covid-19 and the psychosocial development of school-age children. Method: The design of this study is analytical observational with a Crossectional Study approach. Sampling was carried out using nonprobability sampling techniques, especially consecutive selection with a sample size of 40 respondents, namely school-age children. The instrument used to measure research variables is the form of a closed questionnaire. Data processing was performed with SPSS version 24 and using chi-square statistical tests. Results: The results were obtained that the value of p = 0.002 with α = 0.05 showed a correlation between the old man's knowledge about Covid-19 and the child's psychosocial development. Conclusion: There is a positive relationship between parents' knowledge of Covid-19 and the psychosocial development of children
Mengoptimalkan Kesadaran Penuh Pada Anak Melalui Permainan Mindfullness Muhammad Reza Firmansyah; Blasius Perang
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i3.1016

Abstract

Di era teknologi dan tuntutan akademis yang tinggi, anak-anak sering mengalami tekanan yang mempengaruhi fokus dan kesejahteraan emosional mereka. Program pengabdian ini memperkenalkan mindfulness melalui permainan sensorik dan motorik untuk membantu anak-anak mengembangkan kesadaran, regulasi emosi, dan fokus. Menggunakan metode yang melibatkan pengalaman visual, auditori, pengecapan, perabaan, serta gerakan fisik, aktivitas ini dirancang untuk memperkuat keterampilan pengelolaan diri. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam fokus, ketenangan, dan kesadaran diri peserta, dengan antusiasme tinggi dan pemahaman yang lebih baik tentang mindfulness, menunjukkan dampak positif terhadap kesejahteraan emosional anak-anak. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis permainan dapat menjadi strategi efektif untuk mendukung perkembangan emosional anak-anak dalam menghadapi tantangan lingkungan modern.
Cerpen Tiga Paragraf sebagai Strategi Pentigrafis Katolik dalam Mewartakan Injil Saat Pandemi Covid 19 Ardi Wina Saputra; Agustinus Indradi; Blasius Perang
Aksara Vol 35, No 1 (2023): AKSARA, EDISI JUNI 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i1.1240.17--27

Abstract

The problem of this research is to look at the Indonesian Catholic pentigraphic strategy in proclaiming the gospel through a three-paragraph short story. The purpose of this study is to analyze the pentigraphic strategy of Indonesian Catholics in evangelizing during the Covid-19 pandemic. This research method is qualitative research. The data sources in this study were five Catholic pentigraphers with various backgrounds, and pentigraph works from the five informants. Data were analyzed by social practice analysis from Pierre Bourdieu and text analysis. This research produced findings in the form of Catholic pentigraphical forms in preaching the gospel during a pandemic and Catholic pentigraphical forms. The main strategic manifestations of Catholic pentigraphers are (1) having the habit of reading and writing, (2) having an important role in the church and society, and (3) conveying the message of the Bible implicitly through fictional prose. The pentigraph forms made by Catholic pentigraphers have special meanings, namely (a) responding to social reality, (b) having the message of the Bible, and (c) conveying the meaning of the Bible implicitly. AbstrakMasalah penelitian ini adalah melihat strategi pentigrafis Katolik Indonesia dalam mewartakan injil melalui cerpen tiga paragraf. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk menganalisis strategi pentigrafis Katolik Indonesia dalam mewartakan injil saat pandemi Covid-19. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini, yaitu lima pentigrafis Katolik dengan beragam latar belakang dan karya pentigraf dari kelima narasumber tersebut. Data dianalisis dengan analisis praktik sosial dari Pierre Bourdieu dan analisis teks. Penelitian ini menghasilkan temuan berupa wujud strategi pentigrafis Katolik dalam mewartakan injil saat pandemi dan bentuk pentigrafis Katolik. Wujud strategi utama yang dimiliki oleh pentigrafis Katolik, yaitu (1) memiliki kebiasaan membaca dan menulis, (2) memiliki peran penting dalam lingkungan gereja dan masyarakat, serta (3) menyampaikan pesan Injil secara tersirat melalui prosa fiksi. Bentuk pentigraf yang dibuat oleh pentigrafis Katolik memiliki makna khusus, yaitu (a) merespons realitas sosial, (b) memiliki pesan Injil, dan (c) menyampaikan makna Injil secara tersirat.
Pendampingan pembuatan Smart-Psychospiritual berbasis edutainment bagi komunitas penulis Katolik Deo Gratias Malang Saputra, Ardi; Indradi, Agustinus; Perang, Blasius
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v7i2.22184

Abstract

This Community Service Program aims to empower the Deo Gratias Catholic Writers Community (KPKDG) in Malang through assistance in creating Smart Psychospiritual based on Digital Edutainment. This activity is motivated by the increasing mental health problems among teenagers and the community's low ability to integrate spiritual literacy with digital technology. The implementation method includes six stages of assistance, namely training in psychospiritual writing, training in edutainment-based teaching techniques, social media creation and optimization, as well as training in psychospiritual content creation and edutainment-based training content. All activities are carried out collaboratively among lecturers, students, and community members, employing a participatory and reflective approach. The results of the activities showed a significant increase in the knowledge, skills, and attitudes of community members. KPKDG successfully mastered psychospiritual writing techniques, created active social media accounts (Instagram and TikTok), and produced ten digital spiritual content pieces that showcased the values of faith, hope, and inner healing. This program fosters a new awareness that spiritual literacy can be a means of social therapy and a medium for spreading faith in the digital age. The program not only enhances community capacity but also establishes a model of faith- and technology-based empowerment to strengthen the mental health of young people and foster an adaptive spiritual culture amid the challenges of digitalization. [Berdasarkan Kongres Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik tahun 2024, kesehatan mental merupakan isu termutakhir yang harus ditanggulangi. Minimnya konten Rohani Katolik yang menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan mental, menjadi permasalahan yang harus diselesaikan. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberdayakan Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias (KPKDG) Malang melalui pendampingan pembuatan Smart Psychospiritual berbasis Edutainment Digital. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan kesehatan mental remaja dan rendahnya kemampuan komunitas dalam mengintegrasikan literasi rohani dengan teknologi digital. Metode pelaksanaan meliputi enam tahap pendampingan, yaitu pelatihan menulis psikospiritualitas, pelatihan teknik mengajar berbasis edutainment, pembuatan dan optimalisasi media sosial, serta pelatihan pembuatan konten psikospiritual dan pelatihan konten pelatihan berbasis edutainment. Seluruh kegiatan dilakukan secara kolaboratif antara dosen, mahasiswa, dan anggota komunitas dengan pendekatan partisipatif dan reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap anggota komunitas. KPKDG berhasil menguasai teknik menulis psikospiritual, memiliki akun media sosial aktif (Instagram dan Tiktok), serta memproduksi sepuluh konten digital rohani yang menampilkan nilai-nilai iman, harapan, dan penyembuhan batin. Program ini menumbuhkan kesadaran baru bahwa literasi rohani dapat menjadi sarana terapi sosial dan media pewartaan iman di era digital. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas komunitas, tetapi juga melahirkan model pemberdayaan berbasis iman dan teknologi untuk memperkuat kesehatan mental remaja dan membangun budaya spiritual yang adaptif di tengah tantangan digitalisasi.]