Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SELEKSI PENERIMAAN ASISTEN LABORATORIUM MENGGUNAKAN ALGORITMA AHP PADA AMIK-STIKOM TUNAS BANGSA PEMATANGSIANTAR Anjar Wanto; Eko Kurniawan
JURNAL INFORMATIKA DAN KOMPUTER Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI - AGUSTUS 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - Universitas Teknologi Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.019 KB) | DOI: 10.26798/jiko.v3i1.106

Abstract

AMIK Tunas Bangsa is a growing university in Pematangsiantar. Therefore, there are still many university activities and activities that are constrained by problems. One of them is the problem in the selection of employees by the foundation to occupy the position of Laboratory Assistant. Problems that arise in the selection process of acceptance of laboratory assistant at AMIK Tunas Bangsa Pematangsiantar is the absence of tools that can assist management in determining the appropriate candidate laboratory assistant to be the best. By building a system to support the decision of using AHP Algorithm (Analytical Hierarchy Process) is expected to assist the Foundation in conducting the assessment and can be used as input (Reference) by the Foundation to make decisions in selecting the appropriate laboratory assistant candidate accepted. Selection of laboratory assistant acceptance using Analytical Hierarchy Process (AHP) algorithm can yield the best alternative, with criteria in the form of an interview, written test, practice test, and GPA. So the selection of acceptance of laboratory assistants can run exactly and in accordance with the expected.
Pemerolehan Kanji Bahasa Jepang bagi Pengajar dan Pembelajar Non-Kanji: Studi Tentang Beliefs dan Strategi Belajar Dian Bayu Firmansyah; Eko Kurniawan; Ita Fitriana
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 5 Nomor 2 Oktober 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v5i2.20100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang beliefs dan strategi belajar-mengajar dari pengajar dan pembelajar Bahasa Jepang yang tidak memiliki latar belakang budaya huruf kanji. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif, dengan pendekatan kuantitatif untuk proses pengolahan data. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket tertutup, dengan skala penilaian Lickert-scale dan pengolahan data dilakukan dengan menggunakan aplikasi statistik. Responden dalam penelitian ini yaitu pengajar dan pembelajar Bahasa Jepang yang tidak memiliki latar belakang budaya huruf kanji. Dari hasil penelitian diketahui bahwa terdapat korelasi positif antara beliefs pembelajar dan pengajar dalam pembelajaran kanji, yang menunjukkan bahwa materi kanji walaupun dianggap sulit, tetapi tetap dapat dikuasai dengan bantuan metode ajar yang variatif dari pengajar. Penelitian ini juga menemukan bahwa banyak metode belajar-mengajar yang telah dilakukan, untuk menemukan metode yang paling efektif dalam mempelajari dan menguasai materi kanji. Peran pengajar dalam menciptakan lingkungan belajar yang memudahkan pembelajar untuk menguasai mater kanji juga sangat vital, sehingga perlu terus didorong untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam hal penggunaan metode pengajaran terbaru.  This study examines Japanese teachers beliefs and teaching strategies and learners who do not have a kanji cultural background. The method used in this study is the descriptive method, with a quantitative approach to the data processing process. The research instruments used are closed questionnaires, with Lickert-scale assessment scales and data processing carried out using statistical applications. Respondents in this study were Japanese teachers and learners who did not have a kanji cultural background. The study results show that there is a positive correlation between the beliefs of learners and teachers in kanji learning, which shows that kanji material, although considered difficult. However, Japanese learners can still master it with the help of varied teaching methods from teachers. The study also found that teachers have developed many teaching and learning methods to find the most effective ways of studying and mastering kanji material. Teachers' role in creating a learning environment that makes it easier for learners to master mater kanji is also vital, so it is necessary to continue to be encouraged to make improvements in terms of the use of the latest teaching methods.
Smart Building Design Web based Room Temperature and Humidity M. Asep Rizkiawan; Zeluyvenca Avista; Singgi Fadly; Eko Kurniawan; Hoirul Anam
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 12 No. 1 (2025): Vol 12 No 1 (Mei 2025): Jurnal Elkolind Vol 12 No 1 (Mei 2025)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elkolind.v12i1.7474

Abstract

Pemantauan kondisi suhu dan kelembaban ruangan secara real-time menjadi aspek penting dalam mendukung kenyamanan dan efisiensi energi dalam gedung pintar (smart building). Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem monitoring suhu dan kelembaban ruangan berbasis web yang terintegrasi dengan perangkat Internet of Things (IoT). Sistem ini menggunakan sensor DHT22 untuk mengukur suhu dan kelembaban, mikrokontroler ESP32 untuk mengirimkan data secara nirkabel melalui koneksi Wi-Fi, serta antarmuka web untuk menampilkan hasil pengukuran secara real-time. Data yang diperoleh tidak disimpan dalam database, namun ditampilkan secara dinamis pada web setiap kali halaman diakses atau di-refresh. Rancang bangun sistem ini juga dilengkapi dengan perancangan fisik kotak alat menggunakan perangkat lunak Autodesk Inventor, sehingga sistem dapat ditempatkan dengan rapi dalam lingkungan ruangan. hasil menunjukkan bahwa sistem mampu menampilkan suhu dan kelembaban secara akurat dan stabil. Implementasi sistem pada sebuah ruangan memperlihatkan keberhasilan sistem dalam membaca kondisi lingkungan dengan baik. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam pengembangan sistem monitoring lingkungan berbasis web yang lebih lanjut, termasuk penambahan fitur alarm pada suhu dan kelembaban yang melebihi ambang batas.
Pelatihan Keigo Dan Pemahaman Budaya Jepang untuk Meningkatkan Kompetensi Komunikasi siswa dalam Persiapan  ke Jepang Hartati; Ely Triasih Rahayu; Eko Kurniawan; Safrina Arifiani Felayati; Fauzan Fadlullah
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): PRAXIS Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/aq288407

Abstract

Program pelatihan keigo dan pemahaman budaya Jepang ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi siswa dalam rangka persiapan keberangkatan ke Jepang, khususnya bagi siswa yang akan mengikuti program magang, studi, atau kerja. Permasalahan utama yang dihadapi siswa adalah keterbatasan pemahaman terhadap penggunaan keigo (bahasa hormat Jepang) serta rendahnya kesadaran akan nilai-nilai budaya Jepang yang sangat menekankan kesopanan, hierarki sosial, dan etika komunikasi. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui pelatihan intensif yang meliputi pemaparan materi, simulasi komunikasi kontekstual, diskusi interaktif, serta praktik langsung penggunaan keigo dalam situasi formal dan semi-formal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep dasar keigo, kemampuan memilih ragam bahasa yang sesuai dengan konteks sosial, serta meningkatnya kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang secara sopan. Selain itu, siswa juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik terhadap nilai-nilai budaya kerja dan kehidupan sosial masyarakat Jepang. Program ini memberikan kontribusi positif dalam mempersiapkan siswa agar mampu beradaptasi secara linguistik dan kultural, sehingga diharapkan dapat meminimalkan kesalahpahaman komunikasi dan meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi lingkungan Jepang yang multikultural dan profesional.