Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Literatur: Hubungan Pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Kecelakaan Kerja Nisa Zakiati Umami
Muhammadiyah International Public Health and Medicine Proceeding Vol. 2 No. 1 (2022): PROCEEDING MUHAMMADIYAH INTERNATIONAL PUBLIC HEALTH AND MEDICINE CONFERENCE - S
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.649 KB) | DOI: 10.61811/miphmp.v1i2.291

Abstract

The role of occupational safety and health is crucial to support the productivity of worker performance. Good occupational safety and health knowledge can minimize workplace accidents. The study aimed to determine the relationship between the level of occupational safety and health knowledge and work accident. This research uses the literature study method. The libraries used are 3 articles from the official website, 2 books from Google Books, and 8 journals from Google Scholar with a range of publications for the last 10 years (2012-2022). This research was conducted by identifying previous studies related to the title, namely the relationship between knowledge of Occupational Safety and Health and work accidents. Researchers took several journals that stated a relationship between knowledge of occupational safety and health and work accidents. The conclusion is that there is a relationship between knowledge of occupational safety and health and work accidents. The advice is that it is necessary to do further research related to the factors that affect the ability of occupational safety and health about work accidents.
KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN MATA PADA JAMAAH MUSHOLLA NURUL HUDA TANGERANG SELATAN Febri Maryani; Stephanus Silaban; Elza Aulia Az Zahra; Ai Siti Lestari; Anita Nur Anisa; Nisa Zakiati Umami; Putri Ghanim Septia Habiba
Journal Peduli Kesehatan Mata Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Peduli Kesehatan Mata
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54363/2hzfhw48

Abstract

Penyuluhan kesehatan mata merupakan salah satu upaya promotif dan preventif yang bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan mata dan mencegah terjadinya gangguan penglihatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada penguatan literasi kesehatan mata melalui penyuluhan interaktif yang dilaksanakan di Musholla Nurul Huda, Parung Serab, Tangerang Selatan. Kegiatan diikuti oleh 22 peserta yang terdiri atas jamaah Majelis Ta’lim dan masyarakat sekitar dengan rentang usia dewasa hingga lanjut usia. Materi yang diberikan meliputi pentingnya menjaga kesehatan mata, pengenalan berbagai penyakit mata yang sering ditemukan di masyarakat, tanda dan gejala gangguan mata yang perlu diwaspadai, kebiasaan yang mendukung kesehatan mata, serta risiko penggunaan obat tetes mata tanpa anjuran tenaga kesehatan. Penyampaian materi dilakukan menggunakan media visual yang menarik dan mudah dipahami, disertai metode partisipatif berupa diskusi serta sesi tanya jawab interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki memiliki antusiasme yang tinggi selama penyuluhan berlangsung. Peningkatan pemahaman peserta terlihat dari kemampuan mereka menjawab pertanyaan dan kuis yang diberikan setelah sesi edukasi. Selain itu, peserta aktif menyampaikan pengalaman dan permasalahan terkait kesehatan mata yang mereka alami. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan mata berbasis interaksi langsung dan media visual efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mata, kesadaran terhadap deteksi dini gangguan penglihatan, serta perilaku hidup sehat untuk menjaga kesehatan mata di masyarakat. Eye health education is a promotive and preventive effort aimed at improving public knowledge and awareness regarding eye care and the prevention of visual impairment. This community service activity focused on strengthening eye health literacy through an interactive educational program conducted at Nurul Huda Mosque, Parung Serab, South Tangerang. The activity was attended by 22 participants, consisting of members of the Majelis Ta’lim and local community residents, ranging from adults to older adults.The educational materials covered the importance of maintaining eye health, common eye diseases frequently found in the community, signs and symptoms of eye disorders that require attention, healthy habits that support eye health, and the risks associated with the use of eye drops without professional medical advice. The educational sessions were delivered using engaging visual media that were easy to understand, combined with participatory methods such as discussions and interactive question-and-answer sessions. The results showed that participants demonstrated a high level of enthusiasm throughout the program. Improved understanding was reflected in their ability to correctly answer questions and quizzes administered after the educational session. In addition, participants actively shared their experiences and concerns related to eye health. These findings indicate that eye health education based on direct interaction and visual media is effective in improving eye health literacy, increasing awareness of the importance of early detection of eye disorders, and promoting healthy behaviors to maintain eye health within the community.
EDUKASI KESEHATAN MATA DAN PEMBAGIAN KACAMATA BAGI MASYARAKAT DI BERBAGAI DAERAH INDONESIA TAHUN 2026 Stepanus Silaban; Murni Marlina Simarmata; Nisa Zakiati Umami
Journal Peduli Kesehatan Mata Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Peduli Kesehatan Mata
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54363/91kfv697

Abstract

Gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya pada anak usia sekolah dan kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mata. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa edukasi kesehatan mata, pemeriksaan mata, dan pembagian kacamata di berbagai wilayah Indonesia selama periode Maret hingga Mei 2026. Sasaran kegiatan meliputi siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, santri pondok pesantren, penghuni panti asuhan, jemaat gereja, serta masyarakat umum. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan mata, pemeriksaan ketajaman penglihatan, dan pemberian kacamata bagi peserta yang membutuhkan koreksi penglihatan. Sebanyak 18 kegiatan PKM berhasil dilaksanakan di berbagai provinsi, antara lain Riau, Lampung, Kalimantan Timur, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Riau. Program ini menjangkau sekitar 874 peserta. Selain itu, sebanyak 528 kacamata berhasil dibagikan kepada peserta yang membutuhkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi kesehatan mata yang dipadukan dengan pemeriksaan mata dan pemberian kacamata mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan mata serta memperluas akses terhadap layanan koreksi penglihatan. Program ini menunjukkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kesehatan mata masyarakat dan mencegah gangguan penglihatan yang dapat dicegah. Visual impairment and uncorrected refractive errors remain significant public health issues in Indonesia, particularly among school-aged children and underserved communities. To address this problem, a community service program (PKM) focusing on eye health education, vision screening, and eyeglass distribution was conducted in various regions across Indonesia from March to May 2026. The program targeted elementary, junior high, and senior high school students, Islamic boarding school students, orphanage residents, community groups, religious congregations, and public health center beneficiaries. The implementation involved educational sessions on eye health, eye examinations, and the distribution of eyeglasses to participants requiring vision correction. A total of 18 PKM activities were conducted in multiple provinces including Riau, Lampung, East Kalimantan, Banten, Jakarta, West Java, South Kalimantan, Central Kalimantan, South Sulawesi, North Sulawesi, and Riau Islands. The activities reached approximately 874 participants. Furthermore, 528 eyeglasses were distributed to beneficiaries identified as needing corrective lenses. The results indicate that eye health education combined with direct vision screening and eyeglass provision effectively increased public awareness of eye health while improving access to visual correction services. This program demonstrates the importance of collaborative community-based interventions in promoting eye health and preventing avoidable visual impairment among vulnerable populations.