Peningkatan jumlah sepeda motor di Indonesia berkontribusi terhadap meningkatnya emisi gas buang yang berdampak pada kualitas udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jenis bahan bakar terhadap emisi gas buang dan karakteristik pembakaran pada sepeda motor 4 langkah tipe injeksi 125 cc. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian dilakukan pada sepeda motor Honda Vario 125 cc menggunakan tiga jenis bahan bakar, yaitu Pertalite (RON 90), Pertamax (RON 92), dan Pertamax Green 95 (RON 95), pada kondisi idle, 5000 RPM, dan 8500 RPM. Setiap kombinasi jenis bahan bakar dan kondisi putaran mesin diuji sebanyak tiga kali pengulangan (triplicate measurements), dan hasil yang dianalisis merupakan nilai rata-rata dari ketiga pengujian tersebut. Parameter yang dianalisis meliputi emisi Karbon Monoksida (CO), Hidrokarbon (HC), serta nilai Air Fuel Ratio (AFR), yang diukur menggunakan gas analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertalite cenderung menghasilkan emisi HC dan CO lebih tinggi, terutama pada kondisi idle. Pertamax menunjukkan kemampuan terbaik dalam menekan emisi HC pada putaran menengah, sedangkan Pertamax Green 95 secara konsisten menghasilkan emisi CO terendah serta nilai AFR yang paling mendekati kondisi stoikiometri, khususnya pada putaran rendah dan menengah. Berdasarkan hasil tersebut, Pertamax Green 95 direkomendasikan sebagai bahan bakar yang lebih optimal dan ramah lingkungan untuk sepeda motor injeksi 125 cc.