Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Klasterisasi Data Rekam Medis Pasien Menggunakan Metode K-Means Clustering Di Rumah Sakit Widodo Ngawi Dilawati, Harfina; Widianto, Heru; Kuswiadji, Agustinus
BIOS : Jurnal Teknologi Informasi dan Rekayasa Komputer Vol 5 No 2 (2024): September
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/bios.v5i2.134

Abstract

Medical record management is the most vital aspect of hospital operations. Medical records serve as a crucial source of information in patient healthcare services. Through data mining, knowledge extraction and data analysis can be carried out to find relationships, data structures, patterns, and regularities between data. The purpose of this study is to cluster using the RStudio application with the K-means clustering technique and identify disease prevalence patterns in Ngawi Regency. The methodology used is quantitative descriptive using secondary data, samples taken from hospitalization data from October to December 2023 totaling 3171 and divided into six variables, namely gender, age, sub-district, diagnosis, length of treatment and payment method. There are four clustering results, Cluster 1 amounted to 524 patients (19%), Cluster 2 amounted to 831 patients (30%), Cluster 3 amounted to 940 patients (33%) and Cluster 4 amounted to 512 patients (18%). Based on visits from each sub-district in Ngawi Regency, the total number of inpatient disease cases is fever (74), gastrointestinal diseases (64), stroke (43), and degenerative diseases such as diabetes (64), heart disease (7), neoplasms (6), asthma (4), systemic diseases (3), and external diseases (10). The study's findings can serve as a foundation for statistical management to inform decisions aimed at enhancing services and inpatient facilities
STUDI KORELASI BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN KETEPATAN PENGEMBALIAN REKAM MEDIS Widianto, Heru; Taqwin, Hilda Salsabilla
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2022): Volume 1, Nomor 3, Oktober 2022
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v1i3.253

Abstract

Contoh nyata dari beban kerja yang ditanggung perawat adalah megembalikan rekam medis rawat inap yang dilakukan di unit pelayanan keperawatan. Kegiatahn dalam mengembalikan rekam medis rawat inap yang terlambat merupakan salah satu faktor yang disebabkan oleh beban kerja yang cukup berat dari seorang perawat. Adapun tujuan yang ada pada penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan beban kerja perawat yang akan dihubungkan dengan ketidaksesuaian pengambilan rekam medis yang ada di RSUD dr. Soedomo Kota Madiun. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yang bersifat kuantitatif, metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Perawat Rawat Inap di Ruang Wijaya Kusuma RSUD dr. Soedono Kota Madiun yang berjumlah 102 perawat. Adapun jumlah sampel berdasarkan rumus solvin ditemukan pada angka 52 perawat, yang ditentukan dengan teknik proportionate stratified random sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji statistic Kendall’s Tau-c. Dari hasil penelitian didapatkan perawat memiliki beban kerja tinggi dengan prosentase 65,2%. Sedangkan pengembalian rekam medis >2 x 24 jam sejumlah (67,3 %). Hasil uji Statistik Kendall’s Tau menunjukan nilai sig 0,000 < 0,05 diartikan bahwa H0 mengindikasikan bahwasanya hipotesis ini ditolak maupun ditemukan adanya hubungan antara beban kerja dari profesi perawat dengan ketidaksesuaian waktu pengambilan ruang medis. Disarankan melakukan penerapan sistem rekam medis elektronik dan alat bantu teknologi lainnya agar membantu meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan rekam medis
IMPLEMENTASI CODING EXTERNAL CAUSE BERDASARKAN ICD-10 DI RUMAH SAKIT SANTA CLARA KOTA MADIUN Karina, Cintya Ratmar; Apriliani, Eltigeka Devi; Ardianingrum, Al Wafi Rahmaputri; Widianto, Heru
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Volume 3, Nomor 3, Juni 2024
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v3i3.355

Abstract

Penerapan pengkodean harus sesuai dengan buku ICD-10 untuk mendapatkan kode yang akurat. Faktor yang ditemukan di Rumah Sakit Santa Clara yaitu kurang teliti dalam menentukan kode. Tujuan penelitian untuk mengetahui presentase ketidaktepatan kode external cause dan faktor penyebab ketidaktepatan kode external cause dengan unsur 5M (Man, Material, Machine, Method, Money) di Rumah Sakit Santa Clara Kota Madiun. Metode penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan analisis kuantitatif. Responden dalam penelitian ini yaitu petugas coding dan kepala rekam medis. Peneliti menganalisis dokumen rekam medis kasus external cause bulan April 2023 berjumlah 120 dokumen rekam medis. Hasil penelitian tentang kasus external cause di Rumah Sakit Santa Clara adalah ketepatan kode external cause sebesar 85% dengan 102 dokumen rekam medis dan ketidakteoatan kode external cause sebanyak 15% dengan 18 dokumen rekam medis. Presentase kasus kejadian external cause dengan kode V sebesar 43,33%, kasus dengan kode W sebesar 51,67%, untuk kasus dengan kode X dan Y tmemiliki presentase yang sama sebesar 2,50%. Penyebab utama pada ketidaktepatan kode external cause adalah faktor man dan method. Saran untuk Rumah Sakit Santa clara yaitu perlu mengadakan pelatihan kepada petugas koding terkait penentuan kode external cause dan membuat SPO khusus terkait kasus external cause
PENGELOLAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DALAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN Rohmatin, Gadis Hekmawati; Widianto, Heru; Kuswiadji, Agustinus
Enfermeria Ciencia Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 3, Nomor 2, Mei 2025
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/ec.v3i2.80

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan kerangka kerja yang komprehensif dan terstruktur untuk memastikan bahwa setiap aspek dari pelayanan kesehatan memenuhi standar yang tinggi. Fokus utama dari mutu pelayanan ini adalah memberikan layanan yang aman, efektif, dan berkualitas kepada pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan Rekam Medis Elektronik (RME) berdasarkan aspek efektivitas, efisiensi, ketepatan waktu, keamanan data privasi pasien, dan keadilan pelayanan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, karena dapat memberikan pemahaman yang mendalam mengenai pengalaman dan perspektif individu terkait penggunaan RME dalam konteks pelayanan kesehatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas pelayanan kesehatan di RSAU dr. Efram Harsana telah menunjukkan hasil yang baik. Namun, terdapat beberapa kendala yang menghambat pelayanan, yaitu apabila terjadi downtime dan data yang ditarik dari sistem lama belum seimbang (unbalanced). Efisiensi pelayanan kesehatan juga menunjukkan hasil yang baik, namun masih terdapat beberapa poli yang menggunakan berkas fisik. Ketepatan waktu dalam pelayanan juga dinilai baik, meskipun jaringan internet di rumah sakit tersebut terkadang kurang stabil, sehingga sedikit menghambat proses pelayanan kesehatan. Sejak diterapkannya RME, keamanan dan privasi data pasien telah menunjukkan perbaikan yang signifikan. Aspek keadilan dalam pelayanan pun dinilai telah berjalan dengan baik. Saran dari peneliti, diharapkan pihak rumah sakit dapat terus meningkatkan infrastruktur teknologi informasi, termasuk jaringan internet yang stabil dan perangkat keras yang memadai, guna mendukung sistem RME yang efisien. Selain itu, diharapkan seluruh poli di RSAU dr. Efram Harsana sudah menggunakan RME agar dapat mempermudah dan mempercepat pelayanan kesehatan
Edukasi Pentingnya Jaminan Kesehatan Nasional BPJS Kesehatan Widianto, Heru; Ratnawati, Riska; Apriliani , Eltigeka Devi
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v4i2.653

Abstract

Penerapan JKN di khalayak umum masih dianggap kurang baik, dimana faktornya yakni karena kurangnya penyuluhan untuk meningkatkan wawasan masyarakat mengenai program ini. Hal ini mampu berdampak pada implementasi program yang tidak cukup dipahami khalayak luas. Kegiatan tersebut ditujukan guna memberikan efukasi kepada khalayak tentang manfaat BPJS Kesehatan. Metode yang digunakan yaitu pre-test sebelum penyuluhan dengan materi jaminan kesehatan (BPJS Kesehatan) dan post-test guna mengevaluasi setelah penyuluhan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pasca pengedukasian, masyarakat memiliki wawasan yang lebih tinggi yakni 76% (19 orang) wawasannya baik sedangkan 8% (2 orang) wawasannya masih rendah. Kegiatan yang dilakukan dalam wujud pengkomunikasian, penginformasian, maupun pengedukasian melalui sosialisasi mengenai pentingnya BPJS Kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat menggunakan Jaminan Kesehatan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan dengan sosialisasi secara intersif serta berkelanjutan guna mendukung peningkatan wawasan khalayak mengenai program BPJS, terutama mengenai prosedur rujukan dan cakupan layanan.