Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERKEMBANGAN MORAL KOHLBERG DAN PERKEMBANGAN MORAL ABDULLAH NASIKH ULWAN Amaliya Mufarroha; Abdul Hakim
IQTISODINA Vol. 2 No. 1 (2020): DESEMBER
Publisher : LPPM IAI Nazhatut Thullab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.281 KB)

Abstract

This descriptive qualitative research study discusses moral development according to Kohlberg and Nasih Ulwan. Humans as physical and spiritual beings need knowledge and wisdom that hold morally as an effort to prevent liberal-secular efforts that want to destroy morals. Kolhberg expressed that the concept of morality is more a philosophical concept (ethical) than just a concept of behavior. The strength of the theory is that phasing can make it easier for people to predict one's moral development. However, Kohlberg's moral development still raises various kinds of criticism from experts. While Nasih Ulwan emphasized moral education or morals on matters of amar ma'ruf and nahi munkar since childhood, which originated from the Qur'an and the Prophet's example. Respecting and valuing humans as humans, and treating humans as humans, is the main goal of moral education. Parent's full attention is tazkiyah an-nafs. Both have advantages and disadvantages, but they still contribute greatly to Islamic education. Kata Kunci: Perkembangan Moral, Kohlberg, Akhlak Islam, Abdullah Nasikh Ulwan
MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI MULTIKULTURALISME DALAM PENDIDIKAN ISLAM Jerry David Hermawan; Amaliya Mufarroha; Baihaqi, Achmad
EDUSIANA Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2020): EDUSIANA : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/edusiana.v7i1.18

Abstract

Adapun penanaman nilai-nilai multikulturalisme yang paling efektif adalah melalui dunia pendidikan, dalam hal ini salah satunya dengan penerapan pendidikan dan menanamkan nilai-nilai multikultural untuk memberikan respon terhadap keberagaman budaya dengan menawarkan demokrasi, kesetaraan, kemerdekaan, dan keberagaman dalam sebuah pendekatan. Pendidikan multikultural membawa setiap lapisan masyarakat merasa dikenali, dihargai, diperlakukan secara demokratis dan pantas kendati berbagai perbedaan budaya. Indikasi idealnya adalah adanya kemauan untuk menerima dan menghargai kelompok-kelompok lain dari etnik, gender, dan afiliasi agama dan budaya. Pendidikan multikultural muncul sebagai pengikat, kepenghubungan, pengaman, dan penjamin terhadap keberlangsungan kemajemukan. Hal tersebut dimaksudkan untuk terciptanya keharmonisan antar sesama manusia dengan perbedaan yang sudah pasti terjadi di antara mereka. Sejatinya, core values pendidikan multikultural memiliki kesamaan dengan nilai-nilai inti yang terdapat dalam ajaran Islam terkait dengan hubungan antar sesama manusia. Dengan demikian, ajaran-ajaran Islam yang diaplikasikan pada pendidikan Islam secara garis besar telah memuat nilai-nilai multikultural.
YOUTUBE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM EFEKTIF DI SMK NURUL YAQIN SAMPANG Baihaqi, Achmad; Amaliya Mufarroha; A. Ilham Tsabit Imani
EDUSIANA Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2020): EDUSIANA : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/edusiana.v7i1.19

Abstract

Youtube merupakan suatu program, untuk alat bantu, manipulasi dan menyampaikan informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari penerapan Youtube sebagai media pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang efektif. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan setting lokasi adalah SMK Nurul Yaqin Sampang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Serta teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data dengan membandingkan hasil wawanacara dengan data yang lain. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: (1) Proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat lebih mempermudahkan dalam mencari informasi, manipulasi, pengelolaan dan transfer ilmu atau pemindahan informasi; (2) Mengembangkan keterampilan dalam bidang TIK untuk kelancaran proses belajar; (3) Meningkatkan profesional guru dalam penggunaan media Youtube khususnya dalam pelajaran PAI, dan (4) Mengubah sekolah menjadi institusi pembelajaran kreatif dan dinamis sehingga siswa termotivasi, selalu ingin tahu dalam pembelajaran PAI. Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik salah satunya media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Aplikasi youtube sebagai pendukung pembelajaran, merupakan media yang sangat efektif dalam pembelajaran PAI di era teknologi secara umum, dan khususnya di SMK Nurul Yaqin Sampang.
PENERAPAN PRAKTIK IBADAH SHALAT ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI BANYUATES Amaliya Mufarroha; Faizetul Ukhrawiyah; Fauziyah Kurniawati
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v6i2.11812

Abstract

Guiding and educating children to perform the prayer ritual is a commandment. In Islam, prayer is a key pillar that holds a central position in the religious life of Muslims. Through religious education, particularly regarding prayer from an early age, children can be encouraged to understand and develop a love for their religion. Deaf children, although experiencing a relatively slow development compared to children in general, still possess potential that can be developed, especially with appropriate guidance methods. From an Islamic perspective, children with special needs remain individuals who deserve attention for the benefit of their lives, even though they do not yet have full obligations to carry out religious laws. Children with special needs experience obstacles in the learning and development process, so they require educational services tailored to their character and learning needs. This research ams to determine how the practice of prayer for deaf children is implemented at the Banyuates State Special School for the Special Needs. This research used qualitative field methods, with data collection techniques including interviews and observations. The research results show that the implementation of prayer practices for deaf children at Banyuates State Special School is carried out through a learning method of habituation and practice (drill). The deaf children at Banyuates State Special School can follow the prayer movements well, and the school also implements congregational Dhuhr prayer. This helps the children become accustomed to and fluent in following the prayer movements even though they don't know the prayer recitations by heart.