Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prabha Vidya

Tradisi Ngoncang dalam Upacara Pitra Yadnya di Desa Jinengdalem dalam Perspektif Komunikasi Budaya Hindu Suparta, Kadek; Gara, I Wayan; Ngurah Diatmika, Dewa Gede
Prabha Vidya Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buleleng memiliki tradisi yang khas yang dilakukan turun temurun oleh masyarakatnya, khususnya di Desa Adat Alap Sari Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, yaitu tradisi Ngoncang. Tradisi adat ngoncang merupakan salah satu tradisi yang masih tumbuh dan hidup di dalam kehidupan masyarakat Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Dalam hal ini ngoncang diartikan bahwa kegiatan adat yang dilakukan secara berkelompok yang terdiri dari lima sampai enam orang dalam satu kelompoknya, yang dilakukan dengan cara memukulkan elu (batang kayu berbentuk bulat memanjang) kedalam ketungan. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, mengumpulkan data primer melalui wawancara dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dan dilanjutkan dengan teknik Snowball Sampling. Hasil penelitian menunjukkan sejarah atau landasan dilaksanakanya tradisi ini adalah untuk menghubungkan informasi kepada leluhur serta kepada masyarakat sekitar terkait pelaksanaan upacara pitra yadnya banten mebekel di jalan atau di sebut mebea. Pelaksanaan dari tradisi Ngoncang ini adalah dilakukan setiap ada orang meninggal dan di buatkan banten mebea/ Ngaben. Seiring perkembangan zaman hingga memasuki zaman modern seperti ini, tradisi ngoncang masih tetap dilakukan oleh masyarakat setempat untuk menjaga dresta yang ada di Desa Jinengdalem. Tradisi ini kaya akan nilaiĀ­-nilai yang sifatnya spiritual maupun sosial yang bisa diwariskan pada generasi muda.
Eksistensi Tari Sakral Gambuh di Desa Anturan Kecamatan Buleleng dalam Perspektif Ilmu Komunikasi Kristiawan, Putu Bayu; Gara, I Wayan; Saputra, Putu Agus Panca
Prabha Vidya Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research uses several theoretical bases, including: Communication Science Theory, Structural Functional Theory put forward by Talcott Parsons, and Symbolic Interaction Theory put forward by George Herbert Mead. The methods used to collect data in this research include: observation method, interview method, library method, and documentation method. The descriptive analysis method is used to analyze the data that has been collected, using several steps of data collection, data reduction, data presentation, and data conclusion. Data analysis in the results of this research shows: The history of the development of the implementation of the sacred gambuh dance tradition and the forms of its implementation. The function of implementing the sacred gambuh dance tradition in Anturan Village from a Hindu communication science perspective. The meaning contained in the performance of the sacred gambuh dance tradition is seen from the perspective of Hindu communication science, namely the meaning of harmony, the meaning of ethics, and the meaning of education.