Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN PAYUDARA Dita Selvianti
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v1i2.90

Abstract

Perawatan payudara adalah suatu tindakan untuk merawat payudara agar ASI keluar dengan lancar. Data di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu tahun 2014 menunjukkan cakupan ibu nifas berjumlah 1.186 orang. Ibu yang mengalami mastitis sebanyak 4 orang, dan yang mengalami masalah pada payudara lainnya sebanyak 30 orang.Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jumlah sampel 62 ibu nifas, dengan teknik total sampling yang dilaksanakan didi RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu tahun 2016. Hasil penelitian menunjukan dari 62 ibu nifas di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu di dapat Sebagianbesardariresponden (67,7%) berpengetahuan kurang dan sebagian kecil responden (12,9%) berpengetahuan baik. Diharapkan bagi pihak rumah sakit supaya memberikan pembinaan, pelatihan, atau pertemuan dalam memberikan pembelajaran tentang perawatan payudara sehingga ibu nifas paham dan mengerti tentang perawatan payudara.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG KEBERSIHAN ALAT GENETALIA DENGAN PERILAKU MENJAGA KEBERSIHAN ALAT GENETALIA PADA REMAJA PUTRI Dita Selvianti; Widia Septika Sari
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v3i2.118

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan prilaku menjaga kebersihan alat genetalia pada remaja putri di SD Negeri 2 Kota Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Observasional Deskriptif dengan desain Cross Sectional, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas IV dan kelas V diSD Negeri 02 Kota Bengkuluyang berjumlah 40 orang, dengan sampel sebanyak 40 orang dengan teknik pengambilan sampel secara total sampling. Menggunakan data primer dengan menyebarkan kuesioner kepada responden mengenai pengetahuan dan perilaku menjaga kebersihan alat genetalia, diolah secara univariat dan bivariat. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4-5 Agustus2017 Kota Bengkulu. Hasil analisa univariat, hampir sebagian dari responden 17 orang (42,5%) mempunyai pengetahuan kurang dan lebih dari sebagian responden 25 orang (62,5%) yang mempunyai perilaku baik. Sedangkan hasil analisa bivariat menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan remaja putri tentang kebersihan genetalia dengan perilaku menjaga kebersihan genetalia pada masa menarche pada remaja putri di SD negeri 02 Kota Bengkulu.Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk institusi dalam meningkatkan pengetahuan para pendidik sehingga dapat memberikan bimbingan dan pengarahan tentang pentingnya melakukan hygiene genetalia saat menarche pada remaja putri, dan khususnya bagi para remaja putri agar dapat menerapkan pengetahuan yang didapat tentang hygiene genetalia saat menarche yang benar dalam kehidupannya sehari-hari misalnya dilakukan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) seperti penyuluhan atau menyebarkan leaflet mengenai hygiene genetalia saat menarche bekerjasama dengan instansi kesehatan terkait seperti puskesmas, rumah sakit dan institusi pendidikan kesehatan.
HUBUNGAN MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATA KULIAH OBSTETRI MAHASISWA DIII KEBIDANAN Dita Selvianti; Erli Zainal
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v4i2.149

Abstract

Peningkatan kualitas berhubungan dengan berbagai unsur/pihak yang terlibat dalam kegiatan pendidikan perlu terus dilakukan agar mencapai hasil yang bagus. Salah satu indikator keberhasilan dalam pembelajaran adalah peserta didik memperoleh hasil belajar yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) distribusi frekuensi minat belajar tehadap mata kuliah obstetri. (2) distribusi frekuensi motivasi belajar tehadap mata kuliah obstetri. (3) distribusi frekuensi hasil belajar tehadap mata kuliah obstetri. (4) hubungan minat terhadap hasil belajar mata kuliah obstetri. (5) hubungan motivasi belajar terhadap hasil belajar mata kuliah obstetri mahasiswa DIII Kebidanan Semester III Universitas Kader Bangsa Palembang. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Kader Bangsa Palembang. Metode yang digunakan adalah observasional analitik. Populasi dalam penelitian ini 114 mahasiswa semester III Universitas Kader Bangsa Palembang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, maka didapat jumlah sampel 88 mahasiswi. Pengambilan data tentang Motivasi Belajar dan Minat Bekerja Pasca Studi menggunakan instrumen penelitian berupa angket. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa, (1) Hasil persentase menunjukkan bahwa minat mahasiswa terhadap mata kuliah obstetri hampir sebagian baik (30,7 %). (2) Motivasi mahasiswa terhadap hasil belajar mata kuliah obstetri hampir sebagian baik (38,6 %). (3) Tingkat hasil belajar mahasiswa terhadap mata kuliah obstetri sebagian besar cukup (54,5 %). (4) Dari perhitungan diperoleh r hitung = 0,88, sedangkan harga r tabel adalah 0,248. Karena r hitung = 0,88 > 0,248 = r tabel, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna dari minat belajar terhadap hasil belajar mata kuliah obstetri. (5) Dari perhitungan diperoleh r hitung = 0,92, sedangkan harga r tabel adalah 0,243. Karena r hitung = 0,92 > 0,243 = r tabel, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna dari motivasi belajar terhadap hasil belajar mata kuliah obstetri.Perlu dikembangkan penelitian berikutnya untuk memecahkan faktor- faktor lain yang sangat mempengaruhi hasil belajar obstetri guna meningkatkan kualitas KBM.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN Erli Zainal; Dita Selvianti
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v5i1.158

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) adalah sumber nutrisi terpenting yang dibutuhkan oleh setiap bayi, ASI diberikan secara ekslusif selama 6 bulan pertama kehidupan dan dilanjutkan dengan makanan pendamping sampai usia 2 tahun. Cakupan pemberian ASI ekslusif di Bengkulu tahun 2017 yaitu 81,3% dengan cakupan terendah yaitu di puskesmas Ratu Agung Kota Bengkulu sebesar 64.0%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI ekslusif. Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 128 Ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan dengan teknik pengambilan sampel secara systematic sampling. Menggunakan data primer dan sekunder yang diolah secara Analisa univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Penelitian dilaksanan 29 April-27 Mei. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari 128 Ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan hampir seluruh Ibu (76.6%) tidak memberikan ASI ekslusif pada bayinya, distribusi frekuensi pengetahuan Ibu mengenai ASI ekslusif sebagian besar memiliki pengetahuan kurang (53.9%) dan hampir sebagian dukungan keluarga kurang (49.2%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square didapatkan nilai p = 0,000 ≤ (0,05). Berarti ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI ekslusif. Petugas kesehatan (Bidan) harus lebih berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemberian ASI secara ekslusif dengan program yang ada di Puskesmas Ratu Agung Kota Bengkulu.
Pengaruh Mengkonsumsi Abon Ikan Gabus untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Nifas Dita Selvianti; Iin Nilawati
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v6i1.262

Abstract

Luka Perenium merupakan salah satu kasus penyebab terjadinya infeksi, perdarahan dan pada umumnyaterjadi pada persalinan dengan trauma serta mengakibatkan hematoma dyspareunia. Salah satupenyembuhan luka perineum yaitu ikan gabus. Nutrisi yang di butuhkan untuk penyembuhan lukaperineum yaitu mengkonsumsi makanan yang serat akan protein. Protein di dapatkan pada makanan,daging dan ikan. Semua jenis ikan adalah sumber protein yang sangat baik. Ikan gabus diketahui sebagaiikan dengan kandungan gizi dan protein yang lebih banyak dari ikan jenis lain seperti ikan bandeng.Selain ikan bandeng, keunggulan ikan gabus mempunyai protein yang tinggi, kadar protein per 100gram ikan gabus setara dengan ikan bandeng. Ikan gabus mengandung albumin yang penting bagikesehatan sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Mengingat mahal dan tidakmudahnya untuk mendapatkan ikan gabus serta aroma yang amis sehinnga sulit untuk dikonsumsi,sekarang sudah dapat ditemukan pengolahan ikan gabus secara modern yaitu dengan abon ikan gabussehingga memudahkan untuk dikonsumsi dan lebih ekonomis. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahuipengaruh mengkonsumsi abon ikan gabus terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas.Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental Nonequivalent Control Group. sampel 40 ibunifas yang akan mengkonsumsi abon ikan gabus yang diperoleh melalui purposive sampling.Pengumpulan data dengan cara observasi penyembuhan luka, menggunakan instrumen reeda scale.Analisis data dengan uji statistik uji mann witney. Rata –rata waktu penyembuhan luka kelompok kasus4,73 hari, , Sedangkan pada kelompok kontrol rata rata waktu penyembuhan luka 6,68 hari. Uji statisticmenggunakan independent simple T-Test diperoleh nilai ρ value =0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkanbahwa abon ikan gabus berpengaruh terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. judul,tujuan, metode, dan hasil penelitian. Abstrak ditulis dalam 1 paragraf dengan spasi 1.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG TEKNIK MENYUSUI YANG BAIK DENGAN KEJADIAN PUTING SUSU LECET DI BPM WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAH LEBAR KOTA BENGKULU Dita Selvianti; Rismayani Rismayani
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 7 No 1 (2022): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.373 KB) | DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v7i1.113

Abstract

Teknik menyusui merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi ASI dimana bila teknik menyusui tidak benar, dapat menyebabkan puting susu lecet dan menjadikan ibu enggan menyusui sehingga bayi tersebut jarang menyusu. Enggan menyusu akan berakibat kurang baik, karena hisapan bayi sangat berpengaruh pada rangsangan produksi ASI selanjutnya. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan laktasi, yaitu faktor ibu (39,7%), faktor bayi (36,7%), teknik menyusui (22,1%), faktor anatomis payudara (1,5%). Pada dasarnya gangguan laktasi tersebut dapat dicegah dan diatasi sehingga tidak menimbulkan kesukaran. Tujuan penelitian ini adalah agar semakin banyak banyak pengetahuan ibu nifas tentang teknik menyusui yang baik dan benar sehingga tidak ada lagi ibu yang mengalami puting susu lecet. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ibu post partum yang menyusui, sampel sebanyak 38 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi di BPM wilayah kerja puskesmas sawah lebar. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik Consecutive sampling penelitian ini menggunakan data primer sekunder yang diolah secara univariat an bivariat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2021 di BPM wilayah kerja puskesmas sawah lebar kota bengkulu tahun 2021. Hasil analisa bivariat didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang teknik menyusui yang baik dan benar dengan kejadian puting susu lecet, dengan nilai p=0,004 (nilai p < 0,005). Diharapkan agar tenaga kesehatan di wilayah puskesmas sawah lebar tetap aktif dalam memberikan informasi tentang kesehatan.
Pengaruh Efektivitas Jus Jambu Biji Merah Terhadap Peningkatan Kadar Haemoglobin Dengan Kejadian Anemia Rismayani Rismayani; Dita Selvianti
JHeS (Journal of Health Studies) Vol 5, No 1: Maret 2021
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.243 KB) | DOI: 10.31101/jhes.2058

Abstract

Remaja putri termasuk rawan menderita anemia karena masa pertumbuhan dan setiap bulan mengalami menstruasi yang menyebabkan kehilangan zat besi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar  sebelum dan sesudah  diberikan Jus Jambu Biji Merah. Metode penelitian ini dengan quasy ekperiment dengan pendekatan one group pre test dan post test dengan sampel 30 siswi yang mengalami Anemia. Hasil dari penelitian ini didapatkan 19 (63%) orang mengalami anemia ringan, dan 11 (37%) orang mengalami anemia. Setelah diberikan jus jambu biji selama 7 hari berturut-turut dari 30 responden, 27 (90%)  orang tidak mengalami anemia dan 3 (10%) orang mengalami anemia ringan. Hasil Uji T didapatkan nilai p value sebesar 0,002 (p0,05) , sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kadar Haemoglobin.
HUBUNGAN PEMENUHAN GIZI IBU NIFAS DENGAN PEMULIHAN LUKA PERINEUM PBM " R " KOTA BENGKULU Sari Widyaningsih; Dita Selvianti
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.222

Abstract

Pendahuluan : Luka perineum adalah luka dikarenakan adanya robekan jalan lahir  maupun karena episiotomi pada waktu melahirkan. Dimana wanita yang melahirkan pervaginam sedikit banyak mengalami trauma seperti luka pada perineum akibat episiotomi, ruptur uteri atau laserasi perenium Tujuan penelitian ini adalah  Menganalisis hubungan pemenuhan gizi ibu nifas dengan pemulihan luka perineum. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan di BPS “ S”  dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 20 orang dan diambil secara accidental sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemenuhan gizi sedangakan variabel terikatnya berupa penyembuhan luke perineum. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hubungan antar variabel dikatakan bermakna jika p-value < 0.05. Hasil dan Pembahasan : Sebagian besar responden (70 %) terpenuhi kebutuhan gizinya dan luka perineumnya mengalami pemulihan. Terdapat hubungan antara pemenuhan gizi ibu nifas dengan pemulihan luka perineum (p<0.05). Kesimpulan dan saran  : Terdapat hubungan antara pemenuhan gizi ibu nifas dengan pemulihan luka perineum. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menganalisis faktor zat gizi yang paling dominan dalam pemulihan luka perineum.  
BUDAYA PANTANGAN MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI PMB “M” KOTA BENGKULU DITA SELVIANTI; SARI WIDYANINGSIH
Journal Of Midwifery Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v11i1.4207

Abstract

Pendahuluan Masa nifas menyumbang 50% penyebab Kematian Ibu. Masa nifas adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi, plasenta, yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil dengan waktu kurang lebih 6 minggu. Pada masa nifas terjadi proses penyembuhan luka perenium dan proses involusi uterus. Status gizi yang baik pada ibu nifas diperlukan dalam proses penyembuhan luka perenium dan involusi uterus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran budaya terhadap penyembuhan luka perineum ibu nifas di PMB “M” Kota Bengkulu. Metode: Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas hari ke 7 dengan luka jahitan perineum yang kontrol di PMB “M” periode Januari – Maret 2023 sebanyak 20 orang. Alat ukur untuk variabel budaya dan keyakinan (pantang makan) adalah kuesioner, sedangkan proses penyembuhan luka episiotomi adalah lembar observasi Reeda scale ceklist. Analisa data menggunakan uji chi square dengan menggunakan level of significance (α : alpha) sebesar 5% (0,05). Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan hasil penelitian pada 20 orang ibu nifas hari ke 7, didapatkan ibu nifas yang melakukan pantang mayoritas luka perineum tidak sembuh yaitu sebanyak 8 orang (66,7%). Kesimpulan: bahwa penyembuhan luka perineum dapat dipengaruhi oleh budaya pantangan. Oleh karena itu, pemberian informasi yamg baik dan benar oleh petugas kesehatan tentang perawatan luka perineum akan mempengaruhi keberhasilan proses penyembuhan luka perineum.
The Effect Of Baby Massage On Baby Sleep Fulfillment Widyaningsih, Sari; Selvianti, Dita; Junaidi, Nadia
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i10.17946

Abstract

Latar belakang : Pemenuhan tidur yang baik sangat penting bagi semua orang dalam meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Karena tidur yang nyenyak sangat penting bagi pertumbuhan terutama bagi bayi, Saat tidur pertumbuhan otak bayi mencapai puncaknya. salah satu terapi non farmakologi untuk mengatasi masalah tidur bayi adalah Baby massage. Tujuan : mengetahui Pengaruh Baby Massage Terhadap Pemenuhan Tidur Bayi Di PMB “S” Wilayah Kerja Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu. Metode : Jenis penelitian ini adalah Quasy Eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah bayi usia 3-6 bulan. Sampel penelitian 30 bayi usia 3-6 bulan, secara total sampling. Variable independent baby massage dan variable dependent pemenuhan tidur bayi usia 3-6 bulan. Instrument penelitian menggunakan SOP dan Lembar kuesioner. Hasil penelitian : menunjukkan pemenuhan tidur bayi Usia 3-6 bulan sebelum diberikan baby massage hampir dari setengahnya kurang yaitu sebanyak 21 responden (70,0%) dan pemenuhan tidur bayi  baik usia 3-6 bulan setelah diberikan baby massage sebagian besar sebanyak 26 responden (78,7%). Uji statistik T test dan Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai signifikan p value = 0,00 < (0,05). Kesimpulan : ada Pengaruh Baby Massage Terhadap Pemenuhan Tidur Bayi Di PMB “S” Wilayah Kerja Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu. Saran:Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan masukan pada praktek mandiri bidan supaya melakukan sosialisasi tentang pentingnya pijat bayi agar ibu dapat melakukan intervensi secara mandiri di rumah. Kata kunci : Baby massage, pemenuhan tidur bayi usia 3-6 bulan ABSTRACT Background: Getting good sleep is very important for everyone in improving physical and mental health. Because sound sleep is very important for growth, especially for babies, when sleeping, baby's brain growth reaches its peak. One of the non-pharmacological therapies to overcome baby sleep problems is baby massage. Objective: to determine the effect of baby massage on the fulfillment of baby sleep in the PMB "S" work area of the Sukamerindu Health Center, Bengkulu City. Method: This type of research is a Quasy Experiment with a one group pretest-posttest design. The research population was babies aged 3-6 months. The research sample was 30 babies aged 3-6 months, in total sampling. The independent variable baby massage and the dependent variable are sleep fulfillment for babies aged 3-6 months. The research instrument uses SOPs and questionnaire sheets. Research results: showed that almost half of the sleep fulfillment for babies aged 3-6 months before being given baby massage was less, namely 21 respondents (70.0%) and the majority of sleep fulfillment for babies aged 3-6 months after being given baby massage was 26 respondents ( 78.7%). The T test and Wilcoxon statistical tests show that the significant value is p value = 0.00 < (0.05). Conclusion: There is an influence of baby massage on the fulfillment of baby sleep in the PMB "S" work area of the Sukamerindu Health Center, Bengkulu City.Suggestion: It is hoped that this research can be used as input for the independent practice of midwives to socialize the importance of baby massage so that mothers can intervene independently at home. Keywords : Baby massage, providing sleep for babies aged 3-6 months