Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Medical Science

Rancangan Aplikasi Sindroma Koroner Akut Purnawarman, Adi; Herawati, Eka Tlaga; Hasibuan, Syariah; Nazari, Nuri; Bashori, Ahmad
Journal of Medical Science Vol 6 No 1 (2025): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v6i1.219

Abstract

Saat ini penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, Indonesia, maupun Aceh. Kurangnya kesadaran tentang gejala awal serangan jantung membuat penanganan menjadi tidak maksimal atau lebih dari 20 menit yang dapat menyebabkan miokardium mengalami nekrosis. Adanya perkembangan penggunaan teknologi saat ini dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah deteksi dini gejala awal serangan jantung melalui suatu sistem komputerisasi. Oleh karena itu, penelitian ini telah mentransformasikan standar deteksi dini sindrom koroner akut ke dalam Aplikasi Sindroma Koroner Akut RSUDZA yang berbasis android dan dapat diakses oleh seluruh tenaga kesehatan maupun masyarakat Aceh. Hal tersebut bertujuan menurunkan angka kematian sehingga pelayanan kesehatan jantung dapat optimal melalui meningkatnya kecepatan kunjungan pasien serangan jantung ke rumah sakit dalam waktu onset 20 menit – 2 jam. Penelitian ini telah dilakukan selama tiga bulan di RSUD dr. Zainoel Abidin dengan sistem pakar. Daftar pertanyaan faktor risiko serta tanda dan gejala awal sebagai deteksi dini serangan jantung di Aplikasi Sindroma Koroner Akut RSUDZA diperoleh dari Pedoman Tatalaksana Sindrom Koroner Akut. Hasil penelitian dari uji blackbox didapatkan bahwa semua fitur dan fungsi dari sistem berjalan sesuai dengan rancangan aplikasi. Sementara itu, hasil penelitian dari uji user acceptance test pada 100 responden yaitu 97% menyatakan tampilan aplikasi menarik, 100% menyatakan dapat mengakses aplikasi dengan mudah, 100% menyatakan pertanyaan di aplikasi mudah dipahami, 100% menyatakan aplikasi ini cukup bermanfaat, serta 100% menyatakan setuju jika aplikasi ini dipublikasikan ke dalam playstore. Oleh karena itu, Aplikasi Sindroma Koroner Akut RSUDZA dapat digunakan oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat.
Efektivitas Pemeriksaan APTT, PT Dan INR pada Pasien Post Percutaneous Coronary Intervention (PCI) di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Nazari, Nuri; Herawati, Eka Tlaga; Purnawarman, Adi; Hendra
Journal of Medical Science Vol 7 No 1 (2026): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v7i1.247

Abstract

Tingginya angka kejadian penyakit jantung koroner di Indonesia, khususnya di Aceh, berdampak pada meningkatnya beban pembiayaan kesehatan, termasuk oleh BPJS Kesehatan, sehingga diperlukan upaya untuk mengefektifkan prosedur klinis yang tetap aman dan berdampak signifikan bagi pasien. Di RSUD dr. Zainoel Abidin, seluruh pasien pasca-percutaneous coronary intervention (PCI) tetap menjalani pemeriksaan activated partial thromboplastin time (APTT), prothrombin time (PT), dan international normalized ratio (INR) sebelum tindakan pelepasan femoral sheath, tanpa mempertimbangkan kondisi hemodinamik. Sementara itu, di beberapa pusat layanan kardiovaskular seperti Rumah Sakit Narayana Hrudayalaya, India, pemeriksaan tersebut tidak rutin dilakukan pada pasien dengan kondisi hemodinamik stabil. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek samping tindakan sheath removal femoral antara pasien yang dilakukan pemeriksaan APTT, PT, dan INR dengan pasien yang tidak dilakukan pemeriksaan tersebut. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden, yang dilaksanakan pada periode 12 Juni hingga 12 September 2023. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap efek samping sheath removal femoral antara kedua kelompok, baik setelah 6 jam (p=0,146) maupun setelah 24 jam (p=0,086). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada pasien post PCI dengan kondisi hemodinamik stabil dan tanpa komplikasi, pemeriksaan APTT, PT, dan INR tidak diperlukan sebelum tindakan sheath removal femoral. Temuan ini menunjukkan bahwa prosedur dapat dilakukan secara lebih efisien tanpa meningkatkan risiko efek samping, sehingga berpotensi meningkatkan kenyamanan pasien serta menurunkan beban biaya pelayanan kesehatan.