Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gaya Hidup (Lifestyle) Makeup Dan Skincare Di Kalangan Laki-Laki Milenial Maulidhya, Ulfah; Mustadjar, Musdaliah; Mappalahere, Moh. Thamrin
Phinisi Integration Review Volume 4 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v4i3.24428

Abstract

Gaya Hidup (Lifestyle) Makeup dan Skincare di Kalangan Laki-laki Milenial di Kecamatan Turikale Kabupaten Maros. Program Pascasarjana UNM (Dibimbing oleh Musdaliah Mustadjar dan Thamrin Mappalahere). Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk menganalisis gaya hidup (lifestyle) makeup dan skincare di kalangan laki-laki milenial di Kecamatan Turikale Kabupaten Maros. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, informan dalam penelitian ini sebanyak 10 orang.  Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan tiga tahap yaitu; Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Gaya Hidup (Lifestyle) Makeup dan Skincare di kalangan kaki-laki milenial di Kecamatan Turikale Kabupaten Maros terdiri dari kegiatan (activities) atau tindakan nyata seperti melihat updatean melalui media sosial atau sosmed, minat (interest) semacam ingin menggunakan makeup dan skincare, dan opini (opinion) digunakan untuk mendeskripsikan penafsiran tentang hasil yang didapatkan dari penggunaan makeup dan skincare di kalangan laki-laki yang menjadi pertimbangan untuk memakainya. ketiga hal tersebut akan menentukan perilaku mereka terhadap kehidupan melalui interaksi dengan lingkungannya, yang terjalin secara terus menerus sehingga menimbulkan cita rasa di dalam diri mereka sebagai pengikut gaya hidup ini untuk selalu tampil berkesan terhadap diri terutama dan lingkungan sekitarnya.
Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Tema Jati Diri dan Lingkungan dengan Menggunakan Model Problem Based Learning Siswa Kelas V di SD Negeri 004 Samarinda Ilir Kristin, Laura; Iksam; Maulidhya, Ulfah; Mustamiroh
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i1.1725

Abstract

Pancasila Education is a subject that plays a crucial role in shaping students’ character and attitudes in accordance with the values of Pancasila. However, the learning outcomes of fifth-grade students on the topic My Identity and My Environment at SD Negeri 004 Samarinda Ilir were still relatively low. This condition was caused by a teacher-centered learning process in which students were less active, less motivated, and not accustomed to relating the learning material to real-life problems. This study aimed to improve students’ learning outcomes in Pancasila Education through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model. The research employed a Classroom Action Research design conducted in two cycles, consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 22 fifth-grade students. Data collection techniques included observation of teacher and student activities, learning achievement tests, interviews, and documentation. The results showed that the implementation of the Problem Based Learning model increased both student activity and learning outcomes. The average score improved from 69.6% in Cycle I to 86.3% in Cycle II, with classical mastery reaching more than 85% of students achieving scores above the Minimum Learning Achievement Criteria (75). Based on these findings, it can be concluded that the Problem Based Learning model is effective in improving fifth-grade students’ learning outcomes in Pancasila Education at the elementary school level.
MENELUSURI DAMPAK KOMODIFIKASI PENDIDIKAN TINGGGI PADA AKSEBILITAS DAN BIAYA PAUD Maulidhya, Ulfah; Nabilah, Zuhroh; Sonia, Gina
Phinisi Integration Review Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v9i1.82122

Abstract

Peningkatan biaya pendidikan tinggi di Indonesia telah mendorong perubahan mendasar dalam orientasi pendidikan, dari layanan publik menuju mekanisme berbasis pasar. Fenomena komodifikasi ini tidak hanya berdampak pada akses mahasiswa terhadap perguruan tinggi, tetapi juga menimbulkan implikasi berantai hingga jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Melalui kajian literatur terhadap jurnal ilmiah, laporan pemerintah, serta dokumen kebijakan, penelitian ini menelusuri bagaimana komersialisasi pendidikan tinggi memengaruhi persepsi dan perilaku orang tua dalam memilih layanan PAUD. Hasil analisis menunjukkan bahwa orientasi biaya di perguruan tinggi membangun tekanan ekonomi yang mendorong orang tua berinvestasi lebih awal melalui PAUD premium, les tambahan, dan fasilitas edukatif berbiaya tinggi. Tren ini menyebabkan biaya PAUD meningkat dan memperluas kesenjangan akses pendidikan antar keluarga mampu dan tidak mampu. Temuan tersebut menegaskan bahwa komodifikasi pendidikan bersifat sistemik dan berdampak meluas terhadap struktur sosial, terutama dalam pembentukan kesenjangan sejak usia dini.The rising cost of higher education in Indonesia has shifted the orientation of education from a public service to a market-driven system. This commodification not only restricts access to higher education but also generates indirect consequences for the early childhood education sector. Through a comprehensive literature review of scholarly articles, government reports, and policy documents, this study examines how the commercialization of higher education shapes parental perceptions and choices regarding Early Childhood Education (ECE). The analysis reveals that increasing tuition fees at the tertiary level encourage parents to invest earlier in their children’s education by enrolling them in premium ECE institutions, supplementary courses, and high-cost developmental programs. This trend contributes to rising ECE expenses and widens disparities in educational access between families of different socioeconomic backgrounds. The findings demonstrate that the commodification of education operates as a systemic process that reinforces social inequality beginning from early childhood.