Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisa Inovasi Sosial Program Pemberdayaan Perempuan UMKM Bale MPAQ, Kota Mataram Nusa Tenggara Barat Amini, Noor Aisyah; Wulandari, Yulia Puspadewi; Mubarokah, Ulfah; Solekhah, Siti Imroatus
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 8 No. 2 (2023): Inovasi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (CARE) IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah penghasil ikan tangkap terbesar di Indonesia. Namun kekayaan alam yang melimpah ini belum dapat melepaskan masyarakat Prov. Nusa Tenggara Barat dari kemiskinan. Profesi nelayan yang menjadi salah satu pekerjaan utama, terus berada pada posisi lemah baik di saat musim panen maupun musim paceklik. Melihat permasalahan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga IT Ampenan menginisiasi Program pemberdayaan perempuan melalui UMKM Bale MPAQ, yang mendorong 11 orang istri nelayan di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram untuk berorganisasi dan berwirausaha dalam bentuk pengolahan ikan layang segar menjadi berbagai bentuk makanan ringan yaitu stik, sambal dan kacang ikan layang. Analisa inovasi sosial terhadap program ini mengacu kepada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup, menunjukkan bahwa Program Pemberdayaan Perempuan UMKM Bale MPAQ, memenuhi unsur-unsur inovasi sosial yang mencakup Unsur Kebaruan, Unsur Core Competency dan Transfer Pengetahuan, Efektivitas dan memenuhi Status Inovasi Sosial. Program ini memiliki dampak terhadap bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dirasakan anggota dan masyarakat sekitar, dalam bentuk tambahan pendapatan bagi anggota dan nelayan setempat serta kontribusi unsur hara mikro bagi lingkungan.
Membangun Sinergi Desa-Kota: Strategi Kebijakan untuk Pengembangan Agribisnis Berkelanjutan Kriswantriyono, Agit; Suhardjito, Didik; Sumardjo, Sumardjo; Suseno, Sugeng Heri; Tanjung, Dahri; Tjondro, Tjondro; Wulandari, Yulia Puspadewi; Mubarokah, Ulfah
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 7 No. 1 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0701.1141-1148

Abstract

Pengembangan agribisnis komoditi utama di wilayah pedesaan perlu difasilitasi dengan kebijakan yang kondusif yaitu, misalnya infrastruktur pendukung pemasaran seperti jaringan mobile. Secara on farm, para pelaku telah memiliki kapabilitas dalam menghasilkan produk komoditi, namun sering menghadapi kendala terkait dengan pemasaran. Oleh karena itu intervensi yang mengangkat bargaining position nya akan sangat membantu. Upaya meningkatkan keterkaitan desa-kota harus juga memiliki keterkaitan dengan peningkatan kesejahteraan para pelaku di desa. Berdasarkan penelitian ini action yang diarahkan pada peningkatan keterkaitan desa-kota selain meningkatkan keterkaitan desa-kota tersebut, juga meningkatkan pendapatan para pelaku di desa.
WhatsApp sebagai Ekosistem Pembelajaran Sosial Digital untuk Difusi Inovasi dan Peningkatan Kapasitas Petani: Studi Netnografi pada Komunitas Petani Sayur Firmansyah, Adi; Mubarokah, Ulfah
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2026): EduTIK : Februari 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana grup WhatsApp “Petani Sayur” berfungsi sebagai ekosistem pembelajaran sosial digital yang mendukung difusi inovasi dan peningkatan kapasitas petani sayur. Transformasi komunikasi digital telah menggeser pola penyuluhan dari model satu arah menuju pembelajaran kolaboratif berbasis komunitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif netnografi dengan menganalisis percakapan digital selama tiga bulan (Juli–September 2025) menggunakan perangkat lunak NVivo 14. Kerangka teori yang digunakan meliputi Social Learning Theory, Community of Practice, dan Diffusion of Innovation, dengan dukungan konsep literasi digital dan modal sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WhatsApp berfungsi sebagai ruang ko-kreasi pengetahuan di mana proses observasi, eksperimen, dan validasi sejawat terjadi secara horizontal. Struktur jejaring komunikasi memperlihatkan adanya distributed leadership dengan peran penyuluh sebagai fasilitator dan validator pengetahuan. Analisis sentimen menunjukkan dominasi interaksi positif yang memperkuat kepercayaan dan kohesi sosial. Literasi digital meningkatkan kemampuan petani dalam mengevaluasi dan mengadaptasi informasi, sementara modal sosial memperkuat kolaborasi komunitas. Sinergi keduanya melahirkan inovasi sosial yang meningkatkan kapasitas teknis, kognitif, dan kolektif petani. Secara teoretis, penelitian ini memperluas penerapan teori pembelajaran sosial dan difusi inovasi dalam konteks komunikasi digital pertanian. Secara praktis, hasilnya merekomendasikan integrasi WhatsApp sebagai bagian dari sistem penyuluhan digital berbasis komunitas.