Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERANAN BADAN USAHA MILIK DESA DALAM MENINGKATKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DI DESA SUKAJAYA, KABUPATEN SUKABUMI Anugrah, Ce Mulya Rizki; Suciati, Fithri; Safitri, Niken

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v5i3.1613

Abstract

One way to improve the economy through community empowerment is to form a village-owned business entity or better known as BUMDes. Many BUMDes are unable to show their existence as one of the driving wheels of the economy of a village, unlike other BUMDes, the BUMDes Terus Jaya Sehati, which is located in Sukajaya Village, Sukabumi Regency, can manage the potential of its village well. This is of course interesting to study because while other BUMDes have problems with several conditions,the BUMDes continue to Jaya Sehati have been advancing to contribute to village empowerment and development. The method used is a qualitative research method with a descriptive approach pattern which is carried out through direct and indirect observations, conducting interviews, and documenting the object under study. The results of the study show that BUMDes has an important role in community empowerment in Sukajaya Village, some of which are buying produce from BUMDes Mart and providing training on making bamboo containers for Mochi Cakes and then the results are sold and bought by BUMDes for remarketing. One of the roles played by BUMDes is contributing to the village title, from previously holding the title of the underdeveloped village to developing village.
LITERASI KEUANGAN MELALUI INKLUSI KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI TANAMAN HOLTIKULTURA DARATAN TINGGI SUKABUMI Suaebah, Ebah; Suciati, Fithri; Zaky, Muhammad

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v5i3.1632

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang sangat luas lahannya, sehingga mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani, namun data menunjukkan bahwa sebagian besar petani Indonesia taraf kesejahterannya masih rendah. Fenomena ini terjadi karena petani dalam pengelolaan pertaniannya dimodali oleh tengkulak, sehingga petani terpaksa menjual hasil pertaniannya dengan harga standar tengkulak, bukan berdasarkan harga pasar sehingga petani mengalami kerugian. Untuk mencegah fenomena ini terulang kembali, semua pihak harus membantu petani dalam mengelola hasil pertanian dalam hal pengelolaan keuangan. Salah satunya dengan memberikan pelatihan literasi keuangan dan inklusi keuangan kepada petani untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Mengidentifikasi dan menganalisis mengenai pengaruh Literasi Keuangan, Inklusi Keuangan untuk meningkatkan kesejahteraannpetani tanaman holtikultura dataran tinggi di Sukabumi merupakan tujuan dari penelitian ini. Petani adalah seseorang yang berusaha mengolah lahan tanaman holtikulutra adalah sebagai populasi, karena populasi diketahui maka penarikan sampel menggunakan rumus Cochran jadi sampel yang digunakan sebanyak 385 orang responden. Berdasarkan analisis SEM berbasis covariance diperoleh bahwa lliterasi keuangann berpngaruh signifikann terhadap Inklusinkeuangan, iInklusi Keuangann berpengaruhhsignifikaniterhadapikesejahteraan, tetapi Literasiykeuangan tidak berpengaruhhsignifikane terhadap kesejahteraan.
MENUMBUHKEMBANGKAN MINAT WIRAUSAHA GENERASI MUDA DI SUKABUMI KOTA MELALUI KREATIFITAS DAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL Ruswandi, Wawan; Suciati, Fithri
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 7 No 1 (2023): Edisi Januari - April 2023
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v7i1.2923

Abstract

Potensi industri kreatif dapat berkembang oleh generasi muda yang mempunyai minat atau wirausaha yang kreatif dan didukung oleh penggunaan media sosial yang bijak. Sehingga apabila banyak generasi muda yang ingin mengembangkan dirinya menjadi wirausaha yang produktif maka perekonomian suatu daerah akan berkembang. Tidak dipungkiri lagi bahwa generasi muda yang kreatif akan menciptakan suatu ide atau gagasan yang dapat menciptakan sesuatu yang memiliki nilai lebih khususnya mengembangkan industry kreatif yang lebih potensial. Tujuan research ini untuk menelusuri bagaimana imbas dari kreatifitas anak muda dan penggunaan media sosial dalam menumbuhkembangkan minat wira usaha generasi muda di Sukabumi Kota. Untuk mendeteksi imbas antara beberapa variabel yang diteliti maka metode yang digunakan yaitu melalui pendekatan analisis asosiatif, di mana populasinya generasi muda yang ada di Sukabumi Kota dengan rentang umur ditentukan mulai 17 tahun sampai 36 tahun. Karena populasinya tidak diketahui maka jumlah sampel diambil dengan rumus Cochran yaitu sebanyak 96 orang. Adapun Teknik penarikan sampel menggunakan Teknik sampling aksidential dan kuesiomer yang diberikan pada generasi muda menjadi sumber data primer yang diukur dengan Skala Likert, kemudian instrument penelitain dilakukan uji kualitas data dan uji prasyarat dan untuk mendeteksi imbas kreatifitas dan penggunaan media sosial terhadap minat wirausaha generasi muda di Sukabumi Kota menggunakan analisis multivariate regression dengan bantuan aplikasi S.P.S.S 26. Adapun hasilnya bahwa baik secara parsial maupun simultan kreatifitas dan penggunaan media sosial memiliki imbas dalam menumbuhkembangkan minat wirausaha generasi muda di Sukabumi Kota.
ANALISIS HARGA POKOK PRODUKSI SEBAGAI DASAR PENETAPAN HARGA JUAL UMKM ABIG BERKAH Safitri, Niken; Maulana , Rizky; Setiadi, Sandi; Suciati, Fithri
Sawala Cendikia : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 02 (2025): September
Publisher : PT. ABIG RIZKY PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the calculation of the Cost of Production (COP) as a basis for determining the selling price at UMKM Kedai Abig Berkah in Sukabumi. Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in supporting the national economy; however, they often face structural challenges in implementing accurate production cost recording systems. The main problem identified is the use of a very simple and unsystematic COP calculation practice, in which the owner only sums up the main raw material costs and direct labor costs, without including factory overhead costs such as depreciation of kitchen equipment and utility expenses in detail. This research employs a qualitative descriptive approach, with data analysis methods consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal a significant discrepancy between the MSME’s internal calculation of Rp18,290 per portion and the application of the full costing method, which results in a COP of Rp36,360 per portion. Using a cost-plus pricing approach with a target profit margin of 15%, the recommended selling price is Rp42,000 per portion, which is Rp16,841 higher than the current selling price of Rp25,000. In conclusion, inaccurate COP calculation leads to underpricing, which potentially undermines profit margin stability and business competitiveness. Therefore, the implementation of comprehensive cost accounting is essential as a foundation for sustainable business strategy