Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gambaran Fungsi Kognitif Pada Anak Sekolah Dasar Dengan Menggunakan Kuesioner Mini Mental State Examination Modified di Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar Mubarak, Raisul; Rizkidawati; Denafianti
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 3 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i3.574

Abstract

Fungsi kognitif merupakan suatu bagian penting dalam perkembangan anak yang mencakup beberapa kemampuan seperti berpikir, mengolah informasi dan memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran fungsi kognitif pada anak Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Pagar Air Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar dengan menggunakan kuesioner Mini Mental State Examination Modified. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V berjumlah 58 orang. Data dikumpulkan dengan metode wawancara menggunakan kuesioner Mini Mental State Examination Modified yang mencakup beberapa penilaian seperti orientasi, atensi dan kalkulasi, registrasi, memori dan bahasa (mengenali anggota tubuh, memahami perintah, mengulangi kalimat, membaca, menulis serta menirukan pola bentuk). Hasil analisis univariat mendapatkan responden jenis kelamin laki-laki sebanyak 35 orang (60,3%) dan perempuan 23 orang (39,7%). Responden yang berusia 10 tahun sebanyak 54 orang (93,1%) dan 11 tahun 4 orang (6,9%). Distribusi tingkat kognitif berdasarkan skor MMSE Modified pada 58 orang mendapatkan skor >34 menunjukkan hasil fungsi kognitif yang baik. Perkembangan fungsi kognitif pada 58 orang menunjukkan fungsi kognitif yang baik (100%). Kesimpulan penelitian ini mendapatkan hasil bahwa perkembangan fungsi kognitif yang baik ditemukan pada seluruh siswa kelas V SD (100%).
Efektivitas Ekstrak Etanol Rhizophora Apiculata Terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro Papilaya, Fitrah Rizqi Qaedi; Isfanda; Rizkidawati
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.618

Abstract

Bakteri Staphylococcus aureus termasuk dalam bakteri Gram positif yang sering dijumpai pada infeksi kulit, saluran pernapasan, hingga infeksi sistemik berat. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat berisiko menimbulkan resistensi antibiotik. Oleh karena itu, diperlukan alternatif antibakteri alami yang potensial seperti tanaman bakau Rhizophora apiculata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas ekstrak etanol buah dan akar Rhizophora apiculata dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) melalui metode difusi cakram, yang dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Syiah Kuala serta Fundament Lab Sains Aceh Besar.. Sampel terdiri dari ekstrak akar dan buah dengan konsentrasi 12,5%, 25%, dan 50%, serta kontrol positif (Vancomycin) dan negatif (akuades steril). Hasil uji fitokimia menunjukkan adanya senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin. Uji antibakteri menunjukkan bahwa semua konsentrasi ekstrak mampu menghasilkan zona hambat, dengan akar memiliki rata-rata daya hambat lebih besar dibanding buah. Hasil uji ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar konsentrasi dengan nilai p = 0,000. Kesimpulan bahwa ekstrak etanol akar dan buah Rhizophora apiculata memiliki efektivitas dalam menghambat pertumbuhan S. aureus, serta menunjukkan potensi sebagai kandidat antibakteri alami.
Karakteristik Stroke Usia Muda di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Banda Aceh Azkia, Nisaul; Rizkidawati; Khattab
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 1 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i1.663

Abstract

Stroke adalah gangguan peredaran darah otak non traumatik yang dapat menyebabkan kerusakan otak yang cepat dan progresif. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala secara mendadak, seperti kelumpuhan sisi wajah atau anggota badan, bicara tidak lancar dan tidak jelas, gangguan pada penglihatan, serta penurunan kesadaran. Stroke dapat terjadi dikarenakan adanya kelumpuhan saraf atau deficit neurologic karena terganggunya aliran darah pada bagian tertentu di otak. Ada dua kategori utama stroke, yaitu hemoragik dan iskemik. Stroke hemoragik disebabkan karena pecahnya pembuluh darah. Sebaliknya, stroke iskemik disebabkan karena penyumbatan pembuluh darah, sehingga menghalangi aliran darah ke otak. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui dan memahami karakterikstik stroke usia muda di RSUD Meuraxa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 38 orang yang mengalami stroke pada usia muda. Analisis data menggunakan uji univariat. Hasil uji univariat menunjukkan distribusi frekuensi Stroke pada usia muda berdasarkan usia paling banyak adalah usia 45 tahun sebanyak 10 orang (26,3%), jenis kelamin paling banyak adalah perempuan sebanyak 22 orang (58%), jenis stroke paling banyak adalah stroke iskemik sebanyak 29 orang (76%) dan riwayat penyakit paling banyak adalah riwayat penyakit kardiovaskular (Aritmia, PJK dan hipertensi) sebanyak 16 orang (42%).
Hubungan Durasi Kerja dan Beban Kerja Terhadap Tingkat Nyeri pada Pasien Shoulder Pain di Rumah Sakit Umum Cempaka Lima Zulfina, Sari; Rizkidawati; Khatab
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.785

Abstract

Shoulder pain merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami dan berkaitan erat dengan faktor pekerjaan, khususnya durasi kerja yang panjang dan beban kerja fisik yang berat. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan nyeri, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan produktivitas, serta berdampak pada kualitas hidup penderita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi kerja dan beban kerja terhadap tingkat nyeri pada pasien shoulder pain di Rumah Sakit Umum Cempaka Lima. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 pasien shoulder pain yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup karakteristik responden, durasi kerja, beban kerja, serta tingkat nyeri yang diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi, bivariat menggunakan uji Mann-Whitney, serta multivariat dengan regresi logistik ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 56–65 tahun, berjenis kelamin perempuan, dan bekerja sebagai ibu rumah tangga. Sebagian besar responden bekerja ≤8 jam per hari, namun responden dengan durasi kerja ≥8 jam cenderung mengalami tingkat nyeri yang lebih berat. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara durasi kerja dan tingkat nyeri (p=0,003), serta antara beban kerja dan tingkat nyeri (p=0,012). Analisis multivariat menunjukkan bahwa durasi kerja ≥8 jam meningkatkan risiko nyeri lebih berat secara signifikan (OR=16,78), sedangkan beban kerja sering juga meningkatkan risiko nyeri (OR=9,55). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa durasi kerja dan beban kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat nyeri pada pasien shoulder pain, dengan durasi kerja sebagai faktor yang paling berpengaruh.