Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MOSQUITO BEHAVIOR AND DENSITY FLUCTUATIONS Anopheles leucosphyrus group AS VECTOR KNOWLESI MALARIA IN IBOIH Isfanda, Isfanda; Fitria, Fitria; Rahmayanti, Yuni; Sifa, Galih Ramadhan; Papilaya, Fitrah Rizqi Qaedi
Biotik Vol 10 No 2 (2022): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v10i2.14351

Abstract

Anopheles leucosphyrus group infected with the patogen Plasmodium knowlesi from Macaca fascicularis, Macaca nemestrina, and Macaca leonine. An. The leucosphyrus group consists of species An. crasens, An. latens, and An. introlotus. Anopheles mosquitoes have behavior and fluctuations in density at a punctual time in foraging and biting. This study used the Animal-baited trap net method, which is a method that uses farm animals as an attractant. Data collection that has been carried out, it was found that a mosquito An. leucosphyrus group has a dynamic behavior of biting from 08:00 PM to 03:00 AM, with the highest fluctuations occurring at 10:00 PM. The behavior and fluctuations of a mosquito An. leucosphyrus group varies during active biting in search of blood feed.
Efektivitas Ekstrak Etanol Rhizophora Apiculata Terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro Papilaya, Fitrah Rizqi Qaedi; Isfanda; Rizkidawati
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.618

Abstract

Bakteri Staphylococcus aureus termasuk dalam bakteri Gram positif yang sering dijumpai pada infeksi kulit, saluran pernapasan, hingga infeksi sistemik berat. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat berisiko menimbulkan resistensi antibiotik. Oleh karena itu, diperlukan alternatif antibakteri alami yang potensial seperti tanaman bakau Rhizophora apiculata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas ekstrak etanol buah dan akar Rhizophora apiculata dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) melalui metode difusi cakram, yang dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Syiah Kuala serta Fundament Lab Sains Aceh Besar.. Sampel terdiri dari ekstrak akar dan buah dengan konsentrasi 12,5%, 25%, dan 50%, serta kontrol positif (Vancomycin) dan negatif (akuades steril). Hasil uji fitokimia menunjukkan adanya senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin. Uji antibakteri menunjukkan bahwa semua konsentrasi ekstrak mampu menghasilkan zona hambat, dengan akar memiliki rata-rata daya hambat lebih besar dibanding buah. Hasil uji ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar konsentrasi dengan nilai p = 0,000. Kesimpulan bahwa ekstrak etanol akar dan buah Rhizophora apiculata memiliki efektivitas dalam menghambat pertumbuhan S. aureus, serta menunjukkan potensi sebagai kandidat antibakteri alami.