Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Karakter Dalam Mencegah Bullying Di Sekolah Dasar 10 Tanjung Bonai Tanah Datar Indah Yandri, Lara; Adha, Chyo Dwila
Menara Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2023): Vol. 3 No. 2 Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v3i2.4992

Abstract

Perilaku perundungan (bullying) masih kerap terjadi pada anak usia sekolah, termasuk pada anak Sekolah Dasar (SD). Perilaku ini memberikan banyak dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak, baik perkembangan psikomotor maupun psikologis.. Perilaku bullying adalah kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak, sehingga perilaku tersebut tidak bisa dianggap normal, karena akan memberikan dampak negatif kepada korban. Para korban perundungan akan merasa tertekan, tidak percaya diri, takut, kuatir dan stress ketika datang ke sekolah. Solusi yang ditawarkan untuk permasalahan yaitu dengan menawarkan kegiatan sosialisasi anti bullying di SD Negri 10 Tanjung Bonai Tanah Datar.. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan tahapan yakni: pertama adalah metode tahapan kegiatan pembinaan dengan metode ceramah, kedua adalah praktek metode pelaksanaan pembinaan dengan metode diskusi.  Jika dilihat dari beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya perundungan atau lebih dikenal dengan istilah bullying salah satunya adalah kurangnya pendidikan empati terhadap oranglain. Hal ini tentu terkait pemahaman moral. Anak yang memiliki pemahaman moral yang tinggi akan menilai suatu perbuatan apakah itu bernilai baik atau buruk. Secara tidak lansung anak akan menjaga perilakunya agar tidak melukai atau menyakiti perasaan oranglain atau dengan kata lain tidak akan melakukan perilaku bullying terhadap temannya. Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Bully, Perundungan
Pelatihan Pengindraan Hoaks Untuk Pemilu Melalui Sekola Kebangsaan : Tular Nalar Goes To Scholl Di SMA N 2 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Riyanda, Riko; Dwi Putri, Tesha; Indah Yandri, Lara; Rahmadi, Didi; Khairiyah, Khairiyah
Menara Pengabdian Vol 4, No 2 (2024): Vol. 4, No. 2, Desember, 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v4i2.6120

Abstract

Abstrak: Perkembangan demokrasi tidak selalu membawa dampak baik buat edukasi politik masyarakat Indonesia. Di tengah harapan untuk menjadikan pemilu sebagai parameter untuk memilih pemimpin yang berkualitas, berintegritas dan memahami kondisi kebutuhan masyarakatnya, namun justru dihadapkan pada persolan bahwa pemilu hanyalah sarana penuh dengan kecurangan untuk semata-mata dapat meraih kekuasaan, sehingga yang terjadi bukan lagi pemilu yang berkeadilan tapi penuh dengan intrik (kecurangan) dengan menggunakan berbagai cara untuk menang. Salah satu kecurangan yang tampak nyata adalah dengan menggundakan hoaks untuk mempengaruhi pilihan pemilih pada saat suasna pemilu atau pilkada . Oleh karena nya diperlukan pelatihan dan pendampingan untuk dapat mengantisipasi berita hoaks ini agar pemilih dapat memmilih dengan cerdas supaya melahirkan pemimpin-pemimpin yang kredibel dan bertanggung jawab. Untuk itulah Tular Nalar Mafinfo dan para dosen Ilmu Politik UM Sumatera Barat hadir melakukan pengabdian dalam rangka bertujuan untuk memahami tahapan pemilu, celah informasi, dan konsep demokrasi dan politik di Indonesia, Menanggapi dengan baik informasi dan sumber informasi pemilu, peta empati, dan teknik manipulasi, menjadi pemilih pemula yang tangguh terhadap hoaks pemilu dengan kolaborasi dan negosiasi dan penginderaan hoaks dan melakukan praktik pengindraan hoaks di kala Pemilu. Sasaran dari pengabdian ini adalah pemilih pemula yang diwakili oleh  SMA N 2 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Setelah pelatihan ini, kawan Tular Nalar akan memahami dan mempraktekkan pengindraan hoaks di pemilu 2024 berikut pengetahuan tentang seputar pemilu, demokrasi dan sanksi yang melakuakn pelanggaran. Sebagai pemilih pemula sangat penting mehami hal-hal yang berkaitan dengan kecurangan pemilu. Pemilih pemula seperti siswa-siswa SMA tetap punya pengaruh yang cukup sigifikan terhada preferensi pemilih. Siswa-Siswa SMA mampu untuk berikir kritis, logis, dan bergaul dengan lingkungan yang bagus untuk menyebarkan informasi tentang bahaya hoaks kepada teman temannya. Dengan demikian pelatihan ini akan memberi kontribusi pada pendidikan politik yang cerdas dan bertanggung jawab bagi pemilih pemula.
ALGORITMA MEDIA SOSIAL DAN POLARISASI POLITIK DALAM DEMOKRASI DIGITAL DI INDONESIA Amri, Yassirli; Indah Yandri, Lara
Jurnal Suara Politik Vol 4, No 2 (2025): Vol. 4 No. 2 Desember 2025
Publisher : FISIPOL UM Sumbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsp.v4i2.7608

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah lanskap komunikasi politik di Indonesia, terutama melalui penggunaan algoritma yang mengatur distribusi informasi kepada pengguna. Algoritma media sosial dirancang untuk meningkatkan keterlibatan pengguna, namun dalam praktiknya justru berpotensi memperkuat polarisasi politik melalui mekanisme filter bubble dan echo chamber. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran algoritma media sosial dalam membentuk polarisasi politik serta dampaknya terhadap kualitas demokrasi digital di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis melalui studi literatur dan analisis kebijakan. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, laporan lembaga, serta regulasi terkait teknologi informasi dan demokrasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma media sosial berkontribusi signifikan dalam memperkuat segmentasi politik masyarakat, mempersempit ruang dialog publik, serta meningkatkan penyebaran disinformasi politik. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kualitas deliberasi publik dan mengancam prinsip demokrasi inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tantangan demokrasi digital di Indonesia tidak hanya bersifat teknologis, tetapi juga politis dan regulatif. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan publik yang adaptif, transparansi algoritma, serta peningkatan literasi digital masyarakat untuk menjaga kualitas demokrasi di era digital.Kata Kunci: demokrasi digital, polarisasi politik, algoritma informasi, kebijakan teknologi, literasi digital