Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KELAS IBU HAMIL MEMPENGARUHI TINGKAT KECEMASAN DALAM PERSIAPAN MENGHADAPI PERSALINAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Dhinny Novryanthi; Eva Martini; Eni Haryati; Sri Kurnia Dewi; Lutiyah Lutiyah; Ernawati Hamidah; Anita Novitriawati
Journal of Maternity Care and Reproductive Health Vol 5, No 4 (2022): Journal of Maternity Care and Reproductive Health
Publisher : Ikatan Perawat Maternitas Indonesia Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36780/jmcrh.v5i4.248

Abstract

During pregnancy, hormonal conditions tend to create instability in the body and mind so that the mother becomes more prone to panic, irritability, becomes irrational, feels anxious and worried, especially when facing childbirth. Many factors affect the mind of pregnant women so that anxiety arises during pregnancy such as myths about scary childbirth, the state of the baby in the womb and the physical changes that occur during pregnancy. Based on several studies, the prevalence of anxiety before delivery is 10.9% mild anxiety, 70.3% moderate anxiety, 18.8% severe anxiety. One of the efforts to overcome the anxiety of pregnant women facing childbirth is to form a class for pregnant women. The purpose of this study was to determine the effect of the class of pregnant women on the level of anxiety of pregnant women in the third trimester in preparation for childbirth. The design of this study used a pre-experimental population of third trimester pregnant women with total sampling technique, so the number of samples was 15 people. The research instrument used HARS to measure the level of anxiety. Data analysis was carried out univariate and bivariate using paired T-test. The results showed that the anxiety scale before the class of pregnant women with a mean of 17.87 and the anxiety scale after the class of pregnant women with a mean of 13.40 and p-value <0.05 thus there is an effect of class of pregnant women with the level of anxiety of pregnant women. Suggestions from this study to reduce anxiety and improve the quality of maternal and infant health, it is hoped that the class program for pregnant women can be carried out regularly.  
Terapi Kompres Hangat terhadap Penurunan Respon Nyeri pada Ibu Post Sectio Caesarea Eni Haryati; Amelia Hamidah
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : Universitas YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/jk.v11i1.189

Abstract

Persalinan dengan tindakan operasi sectio caesarea meningkat secara global terhitung 1 dari 5 (21%) dari semua persalinan, hampir sepertiga (29%) dari seluruh kelahiran kemungkinan dilakukan melalui sesar pada tahun 2030. Pada umumnya pasien dengan post sectio caesarea mengalami nyeri sebagai keluhan utama sehingga menimbulkan masalah fisik maupun psikologis. Beberapa masalah antara lain mobilisasi, masalah laktasi, gangguan pola tidur serta masalah dalam melakukan perawatan anak maupun aktivitas sehari hari. Salah satu intervensi nonfarmakologi dapat diterapkan untuk mengurangi nyeri pada ibu post sectio caesarea dengan pemberin kompres hangat. Tujuan penelitian mendapatkan gambaran intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi kompres hangat pada area punggung ibu post sectio caesarea. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus intervensi kompres hangat pada 2 orang ibu post sectio caesarea yang dirawat di ruang nifas RS Gunung Jati Cirebon selama 3 hari berturut secara konsisten. Hasil penelitian menunjukan intensitas skala nyeri pada klien sebelum diberikan kompres hangat dalam rentang skala 4-5 (nyeri sedang) dan setelah dilakukan kompres hangat dalam rentang skala 1-3 (nyeri ringan). Dengan demikian terlihat adanya penurunan intensitas skala nyeri setelah intervensi kompres hangat pada ibu post sectio caesarea. Kata Kunci: kompres hangat; nyeri; post sectio caesarea
Gerakan Santri Putri Sehat: Skrining dan Edukasi Pencegahan Anemia di Pondok Pesantren Al Firdaus Buntet Pesantren Cirebon Haryati, Eni; Lesmana, Nevi Kuspiana; Susfolyanto, Anto; Amaliah, Siti Lia; Hartini, Wahyu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.879

Abstract

Remaja putri lebih rentan mengalami anemia yang disebabkan oleh berbagai faktor. Konsumsi makanan yang kurang bervariasi seperti pemenuhan  protein hewani yang minim, jenis sayuran terbatas sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan asupan zat besi yang  mengakibatkan ketidakcukupan energi serta zat gizi makro merupakan faktor penyebab anemia. Kegiatan pengabdian masyarakat Gerakan Santri Putri Sehat dengan melakukan skrining hemoglobin dan edukasi merupakan upaya yang sangat penting dilakukan untuk membantu meningkatkan pemahaman remaja santri putri pondok pesantren Al Firdaus Buntet Pesantren Cirebon. Skrining hemoglobin dilakukan dengan menggunakan easy touch dengan metode tusuk jari  dan edukasi tentang anemia menggunakan media video animasi. Hasil skrining pada 56 remaja putri santri ditemukan 35 (62,5%) remaja mengalami anemia dan 21 (37,5%) tidak anemia. Hasil analisa pre test pengetahuan sebelum diberikan edukasi  mengenai anemia menunjukan 6 orang (11%) kategori pengetahuan baik,  12 orang (21%) kategori pengetahuan cukup, dan 38 orang (68%) kategori pengetahuan kurang. Sedangkan hasil post test setelah  mengikuti edukasi  menunjukkan 33 orang (58,9%)  kategori pengetahuan baik, 17 orang (30,4%) kategori pengetahuan cukup, dan 6 orang (10,7%)  kategori pengetahuan kurang. Edukasi dengan pemanfaatan video cukup efektif meningkatkan pengetahuan para remaja putri mengenai anemia. Kegiatan selanjutnya disarankan berupa pemantauan hemoglobin secara rutin dan peningkatan kerjasama dengan puskesmas setempat melalui pelatihan kader kesehatan santri sehingga edukasi dan pencegahan anemia dapat dilaksanakan mandiri di lingkungan pondok pesantren.