Putri, Friska Amelia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali dalam Meningkatkan Industri Gamelan di Era New Normal Aswari, Aisya; Putri, Friska Amelia; Nur, Isnaini; Nuraini, Nia; Maulany, Sintiya Cahya
Review of Accounting and Business Vol. 3 No. 1: Review of Accounting and Business: Vol 3 No 1, June 2022
Publisher : Accounting Undergraduate (S1) and Diploma Study Program (D3), STIE EKUITAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/reas.v3i1.460

Abstract

Gamelan adalah perpaduan beberapa alat musik , yang diantaranya gambang , gendang , dan gong . Perpaduan ini memiliki system nada non diatonis yang dapat menumbuhkan suara indah jika dimainkan secara haemonis . Kata gamelan sendiri berasal dari Bahasa jawa , ‘Gamel’ yang artinya memukul atau menabuh . Merajuk juga pada jenis palu yang digunakan untuk memukul instrument , sedangkan akhiran “an” merujuk pada kata benda . Laporan penelitian ini dibuat untuk mengetahui bagaimana dinas kebudayaan menjadi eksistensi gamelan di Daerah Boyolali dan pengusaha gamelan apakah mengalami kesulitan dimasa pandemic ini . Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengambilan hasil data dan melakukan wawancara kepada narasumber dan responden . Luaran Hasil Jurnal diharapkan akan diterbitkan di Jurnal REAS (Review of Accounting & Business) ABSTRAC Gamelan is a combination of several musical instruments, including the xylophone, drum, and gong. This combination has a non-diatonic tone system that can grow a beautiful sound when played haemonically. The word gamelan itself comes from the Javanese language, 'Gamel' which means hitting or beating. It also refers to the type of hammer used to hit the instrument, while the ending "an" refers to a noun. This research report was made to find out how the cultural service became the existence of gamelan in the Boyolali area and whether gamelan entrepreneurs experienced difficulties during this pandemic. This research method uses qualitative research methods by collecting data results and conducting interviews with informants and respondents.
PENINGKATAN PENJUALAN UMKM MELALUI DIGITAL MARKETING DENGAN MENGGUNAKAN WHATSAPP BUSINESS DI KALURAHAN MERDIKOREJO Ariyanti, Dwi Oktafia; Ramadhan, Muhammad; Aji, Lukman Windu; Safitri, Lisna; Wulandari, Risma Diah Ayu; Rahmawati, Lutfiana Maulida; Hermawan, Bagus; Tulak, Marselino Andrianto; Rahmawan, Ricco; Rahakbauw, Raflly Srohlymuddin; Putri, Friska Amelia; Tampubolon, Luckeysa Maslia
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v12i2.10288

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam perekonomian, namun sering kali menghadapi tantangan dalam meningkatkan suatu penjualan dan menjangkau pasar yang lebih luas. Digital marketing menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi tantangan ini. Artikel ini membahas bagaimana penggunaan WhatsApp Business dapat membantu UMKM dalam strategi digital marketing untuk meningkatkan penjualan. WhatsApp Business menyediakan berbagai fitur seperti profil bisnis, pesan otomatis, balas cepat, dan label chat yang dirancang untuk mempermudah komunikasi dengan pelanggan secara profesional dan efisien. Dengan memisahkan penggunaan WhatsApp untuk kebutuhan pribadi dan bisnis, UMKM dapat lebih optimal dalam melayani pelanggan dan mengatur waktu operasional. Fitur-fitur seperti pengaturan profil bisnis, pesan di luar jam kerja, dan pesan salam memungkinkan UMKM untuk memberikan layanan yang lebih responsif dan personal. Studi kasus pada dalam artikel ini menunjukkan bahwa implementasi WhatsApp Business dapat meningkatkan efisiensi layanan pelanggan, memperluas jangkauan pasar, dan pada akhirnya meningkatkan penjualan bagi UMKM di wilayah Merdikorejo, Bangunrejo, dan Gesikan.