Kisbiyanto Kisbiyanto
IAIN Kudus

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : ADDIN

PROBLEMATIKA PENDIDIKAN KEGURUAN DI PTAI (Perspektif Pengembangan Program Studi di Tarbiyah (STAIN Kudus), Kisbiyanto
ADDIN Vol 3, No 1 (2011): Jurnal Addin
Publisher : ADDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan tinggi agama Islam (PTAIN) harus memperkuat keberadaan dan peranannya dalam melayani masyarakat di bidang jasa pendidikan. Jangan sampai Islam dipersepsikan statis, tidak berkembang karena perguruan tingginya hanya mengurus sedikit dari seharusnya banyak bidang yang harus dikaji. Karena itu, pembukaan program studi di lingkungan perguruan tinggi agama Islam bisa dikembangkan pada bidang-bidang yang lebih luas karena masyarakat pasti membutuhkannya. Pembidangan ilmu yang parsial harus disudahi, dan menuju pada pembidangan ilmu yang komprehensif. Tarbiyah sebagai fakultas ataupun jurusan tidak hanya mengenal program studi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, dan Kependidikan Islam. Dewasa ini, perguruan tinggi agama Islam ada yang sudah membuka program studi Tadris Matematika, Tadris Fisika, Tadris Biologi, dan Tadris Kimia. Namun, bidang kajian utama dalam pendidikan jauh dari keberadaannya di lingkungan PTAIN, sehingga pendidikan Islam tidak melembagakan program studi Pengembangan Kurikulum, Evaluasi, Teknologi Pendidikan, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Bahasa selain Arab dan Inggris. Bahkan Ilmu Pendidikan Islam sebagai basis keilmuan Tarbiyah belum pernah dijadikan sebagai program studi. Tulisan ini menginisiatifkan program studi di lingkungan Tarbiyah agar komprehensif sebagai sistem kajian kependidikan dan keguruan Islam, sebagaimana sistem kajian pendidikan lainnya. Kata Kunci : Program Studi, Keguruan, PTAI
Fenomena Jin Dalam Penelitian Ilmiah *, Kisbiyanto
ADDIN Vol 2, No 2 (2010): Jurnal Addin
Publisher : ADDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ilmiah yang terpancang pada hipotesis, logika, dan verifikasi telah banyak mengungkap sisi lain dari sesuatu yang nyata. Namun, banyak juga tantangan dan hambatan yang dialami penelitian ilmiah dalam mengungkap banyak sisi dari kehidupan dan alam, misalnya tentang jin. Fenomena jin banyak dikaji dalam literatur keagamaan berbagai agama di dunia, dan keberadaannya menarik bagi para peneliti. Tata surya, listrik, magnet, gelombang elektromegnetik, dan UFO merupakan temuan-temuan yang scientifik dimana pada mulanya dianggap tidak ada, atau keberadaannya masih dipertanyakan. Pembahasan tentang jin merupakan fenomena yang terus diteliti. Sudah dimulai, terus dilaksanakan, dan terus diteliti sampai waktu tanpa batas.
PENGELOLAAN MADRASAH DINIYAH Sistem Nilai dan Kepemimpinan dalam Budaya Organisasi pada Madrasah Diniyah Di Kudus *, Kisbiyanto
ADDIN Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Addin
Publisher : ADDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madrasah diniyah di Kabupaten Kudus mempunyai peta yang cukup menarik. Dilihat dari sisi kuantitas, madrasah diniyah mempunyai jumlah terbesar (220 madrasah) dibanding jumlah madrasah pada masing-masing jenjang madrasah ibtidaiyah (135 madrasah), madrasah tsanawiyah (57 madrasah), madrasah aliyah (29 madrasah) dan pondok pesantren (101 pesantren). Dari 220 madrasah diniyah di Kudus, hanya ada 7 madrasah diniyah yang mempunyai jenjang lengkap dari ula, wustho dan ulya. Penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif pada tiga variabel, budaya organisasi dilihat dari sistem nilai dan model kepemimpinan. Indikator budaya organisasi diukur dari aspek-aspek yang meliputi: (1) menggunakan usaha fisik dan mental dalam pelaksanaan pekerjaan secara wajar (seperti orang bermain atau beristirahat), (2) kontrol eksternal dan encaman hukuman bukan alat satu-satunya untuk mencapai sasaran organisasi, (3) kesiapan berusaha secara bertanggung jawab dan tidak hanya menerima sesuatu saja, (4) pembagian yang luas antara individu dalam berimajinasi, ingenuitas dan kreatifitas, (5) potensialitas intelektual manusia umunya hanya dimanfaatkan sebagian. Sistem nilai dikriteriakan sebagai : (1) nilai merupakan suatu kepercayaan seseorang atau sekelompok orang yang meyakini baik atau tidak baik tentang sesuatu, (2) nilai bisa memberikan pemaknaan terhadap suatu obyek berupa benda, sikap, tindakan untuk dimaknai baik-buruk, layak-tidak layak, pantas-tidak pantas dan sebagainya, dan (3) nilai bisa mempengaruhi persepsi seseorang terhadap apresiasi tertentu sehingga mempengaruhi obyektifitas tertentu karena seseorang dengan nilai itu akan mempunyai kecenderungan dalam perspektif nilai yang dianutnya. (4) nilai keikhlasan, pengabdian sosial, tanggung jawab, kasih sayang dan membina anak didik. Model kepemimpinan dilihat dengan kriteria (1) model kepemimpinan apakah model formal (formal models), model kolegial (collegial models), model politik (political models), model subyektif (subjective models), model ambiguitas (ambiguity models) dan model kultural (cultural models), (2) tipe kepemimpinan apakah direktif atau partisipatif. Analisis dan pembahasan dalam penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut : (1) Guru madrasah diniyah di Kudus berpersepsi bahwa sistem nilai di madrasah diniyah adalah dalam kategori baik, (2) Guru madrasah diniyah di Kudus berpersepsi bahwa kepemimpinan di madrasah diniyah adalah dalam kategori baik, (3) Guru madrasah diniyah di Kudus berpersepsi bahwa budaya organisasi di madrasah diniyah adalah dalam kategori baik, (4)Hasil penghitungan menunjukkan bahwa sistem nilai berhubungan secara signifikan dengan budaya organisasi di madrasah diniyah di Kudus, (5) Hasil penghitungan menunjukkan bahwa kepemimpinan berhubungan secara signifikan dengan budaya organisasi di madrasah diniyah di Kudus. Kata Kunci: budaya organisasi, sistem nilai, model kepemimpinan
Strategic Values in Madrasa Development in Kudus: Management Study of Islamic Education Perspective in Nusantara Kisbiyanto, K; Setyoningsih, S
ADDIN Vol 12, No 2 (2018): Addin
Publisher : LPPM IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/addin.v12i2.4051

Abstract

This study aims to explain the basic values of madrasa management in Kudus, the values of developing madrasa in Kudus, and the excellent values of madrasa in Kudus. This research is a field study that uses a qualitative approach. Data collection uses interview, observation, and document study methods. Data analysis used the Spradley model, namely domain, taxonomic, compound, and cultural themes analysis. The result of this study explains that the strategic values in the madrasa lie in the basic values of the madrasa i.e. an educational institution whose main mission is to teach the islamic sciences. The next strategic values are the values of development which focus on a better quality learning model, namely curriculum, learning and output. Furthermore, the excellent values of the madrasa are focused on three values, namely the values of excellence in tafaqquh fiddin or mastery in the knowledge of Islam, the values of excellence in memorizing the Qur'an, and the values of excellence in the field of research. It is recommended that the madrasah aliyah  in Kudus also develop other strategic values to become excellent, such as international schools or ICT based schools.