Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PELAKSANAAN AKREDITASI MELALUI AUDIT INTERNAL DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN PETUGAS KESEHATAN MELAKUKAN KEBERSIHAN TANGAN SEBELUM MEMBERIKAN TINDAKAN DI PUSKESMAS Yustan Azidin; Nurpika Nurpika; Alfian Mauricefle; Rida Millati
CNJ: Caring Nursing Journal Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepatuhan untuk melaksanakan hand hygiene dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor individu, faktor organisasi, dan faktor lingkungan. Ketiga faktor tersebut mempunyai ketergantungan dalam mempengaruhi kepatuhan petugas melaksanakan hand hygiene. Mengetahui adanya hubungan pelaksanaan akreditasi dengan kepatuhan petugas kesehatan melakukan kebersihan tangan sebelum memberikan tindakan di Puskesmas Kurun Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah. Jenis rancangan penilitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 31 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner dan lembar observasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pelaksanaan akreditasi dengan kepatuhan petugas kesehatan melakukan kebersihan tangan sebelum memberikan tindakan di Puskesmas Kurun Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah dengan nilai p = 0,000 dan nilai korelasi yang didapatkan adalah 0.755 dengan korelasi tinggi.
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MEMBANGUN KEBERADABAN BANGSA Alfian Mauricefle
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 3, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jt.v3i2.6011

Abstract

Penelitian ini akan mengarahkan pada sasaran pendidikan karakter di sekolah. Sasaran pendidikan karakter adalah seluruh sekolah di Indonesia terutama pada tingkat SMP negeri maupun swasta, karena di masa SMP peserta didik belum terlalu melawan kepada guru, seperti anak SMA, dan anak SMP tidak terlalu kecil untuk mendapatkan materi pendidikan karakter, seperti anak SD. Semua warga sekolah, meliputi para peserta didik, guru, karyawan administrasi, dan pimpinan sekolah menjadi sasaran program ini. Sekolah-sekolah yang selama ini telah berhasil melaksanakan pendidikan karakter dengan baik dijadikan sebagai best practices, yang menjadi contoh untuk disebarluaskan ke sekolah-sekolah lainnya.This research will lead to the target of character education in schools. The target of character education is all schools in Indonesia, especially at the public and private junior high school level, because in junior high school students are not too resistant to teachers, such as high school students, and junior high school children are not too young to get character education materials, such as elementary school children. All school residents, including students, teachers, administrative staff, and school leaders are the targets of this program. Schools that have been successful in carrying out character education well are used as best practices, which serve as examples to be disseminated to other schools.
Membangun Kebijakan Kinerja Prima Perencanaan Peningkatan Kinerja (Ppk) Dalam Pendekatan Perbaikan Peningkatan Kinerja Yang Manusiawi Mauricefle, Alfian; Nugroho, Arif Ganda
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 1 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a type of literature that is carried out by collecting data, information, and various other data contained in the literature. This study describes the development of prime performance policies for performance improvement planning (PPK) in the performance improvement approach. The discussion is directed to how efforts are being made to improve performance. Meanwhile, research information is informants who understand efforts to improve performance and other information that can support explanations. Performance improvement brings together individual, team and organizational performance targets. Creating linkages between these targets is the first step of the performance planning model. The performance planning model presents a step-by-step process for producing individual work plans. First, it is done by gathering the information needed to produce an effective plan. Second, the at the team and individual levels, and reflects the new plan. Third, conceptualize the actual individual plan. Fourth, negotiate and finalize the plan.
Sosialisasi Dan Penulisan Penelitian Jurnal Ilmiah Bidang Pendidikan Bagi Guru Di Sma Islam Terpadu Martapura Nugroho, Arif Ganda; Mauricefle, Alfian
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): JPEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v2i1.544

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini, yaitu 5-6 Juni 2023 yang diikuti oleh 20 orang Guru-guru SMA Islam Terpadu Assalam Martapura. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Namun demikian, kegiatan ini belum sepenuhnya bisa mencapai target yang telah ditetapkan, baik target kuantitatif maupun target kualitatif. Secara kuantitatif, kegiatan ini diikuti oleh 20 orang. Sebagian besar peserta telah berhasil mewujudkan draf Penulisan Jurnal Penelitian Pendidikan berdasakan kebutuhan dan permasalahan yang mereka hadapi di sekolah masing- masing. Penulisan Jumal Penelitian Pendidikan yang sudah disusun oleh peserta dapat diseminarkan dan diperbaiki berdasrkan masukan atau saran, baik dari tim pengabdian masyarakat maupun dari sesama guru. Sebagaian besar peserta merasa puas terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Dengan kata lain, mereka merasa telah mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang sangat mereka butuhkan. Kendala utama yang terjadi pada kegiatan ini yaitu waktu yang tersedia tidak sebanding dengan besarnya kebutuhan para guru untuk memahami dan mendapatkan keterampilan yang mereka butuhkan.