Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

MENTORING KEPALA RUANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN PERAWAT PELAKSANA DALAM PENDOKUMENTASIAN CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN TERINTEGRASI DI RUMAH SAKIT Yustan Azidin; Rita Kirana; Muhammad Dony Akbar; Rohni Taufika Sari
CNJ: Caring Nursing Journal Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: salah satu peran kepala ruangan adalah mentoring perawat pelaksana dalam mengimplementasikan pendokumetasian. Penulisan pendokumentasian pada Catatan Perkembangan Pasien terintegrasi agar perkembangan pasien kesehatan pasien dapat terpantau dan bersinambungan antar berbagai disiplin ilmu. Mentoring tidak hanya menjadi solusi atas masalah, tetapi juga menjadi ukuran untuk memandu dan meningkatkan kinerja perawat dalam memberikan layanan keperawatan yang profesional. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Mentoring Kepala Ruangan Dengan Kepatuhan Perawat Pelaksana Dalam Pendokumentasian Catatan perkembangan Pasien Terintegrasi Di Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Metode: Desain penelitian yang digunakan korelasional dengan pendekatan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sample dengan menggunakan Total sampling. Populasi pada penelitian ini adalah Perawat Pelaksana dan Pendokumentasian Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi di Ruang Rawat Inap di Rumah Sakit Islam Banjarmasin yang berjumlah 43. Sampel berjumlah 40 responden di Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Hasil: Berdasarkan hasil Penelitian ini maka dapat disimpulkan berdasarkan uji statistik spearman’s rho dengan nilai signifikan yakni 0,005 yang lebih kecil dari 0.05 sebagai taraf yang telah ditentukan (p<a) dan dapat dinyatakan Ha diterima dan Ho ditolak yang secara uji statistic terdapat hubungan yang bermakna antara mentoring kepala ruangan dengan kepatuhan perawat pelaksana dalam pendokumentasian catatan perkembangan pasien terintegrasi di Rumah Sakit Islam Banjarmasin. sehingga peranan mentoring kepala ruangan sangat penting agar dapat meningkatkan kepatuhan perawat pelaksana dalam pendokumentasian catatan perkembangan pasien terintegrasi.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN ETIKA BATUK TERHADAP PERSEPSI PASIEN TENTANG ETIKA BATUK DI RUANG PARU RSUD ULIN BANJARMASIN Yustan Azidin; Dwi Norwahidin
CNJ: Caring Nursing Journal Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit infeksi Healthcare Associated Infection (HAIs) merupakan salah satu masalah kesehatan diberbagai negara yang terus meningkat sampai lebih dari 40% di Asia, Amerika Latin dan Afrika. Healthcare Infection Control Pranctices Advisory Committe (HICPAC) pada tahun 2007 merekomendasikan 11 kewaspadaan standar infeksi, salah satunya adalah hygiene respirasi/etika batuk. Persepsi masyarakat tentang etika batuk sebagai salah satu penyebab rendahnya penerapan etika batuk. Untuk merubah persepsi pasien dalam melakukan etika batuk perlu dilakukan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga. Tujuan: Mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Etika Batuk Terhadap Persepsi Pasien Tentang Etika Batuk Metode: Penelitian ini dengan rancangan deskriptif korelatif control groub pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 responden, yaitu 25 untuk kelompok kontrol dan 25 kelompok intervensi. Teknik analisa data menggunakan wilcoxon untuk menilai sebelum dan sesudah, juga menggunakan Mann-Whitney Test untuk menganalisi perbandingan 2 variabel. Hasil: Dari uji statistik wilcoxon diperoleh nilai p-value 0.013 untuk kelompok kontrol dan pada kelompok intervensi didapatkan hasil p-value 0.000. Uji beda Mann-Whitney Test diperoleh nilai p-value 0.848 sebelum diberikan pendidikan kesehatan dan nilai p-value 0.000 setelah diberikan pendidikan. maka Ha diterima artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap persepsi pasien tentang etika batuk di ruang Paru RSUD Ulin Banjarmasin.
PENGARAHAN KEPALA RUANGAN DALAM MENINGKATKAN KOMITMEN PERAWAT PELAKSANA Yustan Azidin; Solikin Solikin
CNJ: Caring Nursing Journal Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan fungsi manajemen kepala ruang dengan komitmen perawat pelaksana pada organisasi di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskreptiif korelasi dengan rancangan cross sectional, dan jumlah sampel 119 perawat pelaksana dengan teknik pengambilan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi manajemen yang mempunyai hubungan dengan komitmen perawat pelaksana pada organisasi adalah fungsi perencanaan (p=0,47, 95% CI=1,005-4,480), fungsi pengarahan (p=0,017, 95% CI=1,255-5,576), dan fungsi pengendalian (p=0,012, 95% CI=1,312-5,844). Sedangkan dari karakteristik individu yang terdapat hubungan adalah tingkat pendidikan (p=0,048, 95% CI=0,899-66,204). Faktor paling berhubungan adalah fungsi pengarahan setelah dikontrol variabel tingkat pendidikan. Kepala ruangan perlu memberikan motivasi dan memfasilitasi perawat pelaksana untuk meningkatkan komitmen pada organisasi.
PELAKSANAAN AKREDITASI MELALUI AUDIT INTERNAL DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN PETUGAS KESEHATAN MELAKUKAN KEBERSIHAN TANGAN SEBELUM MEMBERIKAN TINDAKAN DI PUSKESMAS Yustan Azidin; Nurpika Nurpika; Alfian Mauricefle; Rida Millati
CNJ: Caring Nursing Journal Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepatuhan untuk melaksanakan hand hygiene dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor individu, faktor organisasi, dan faktor lingkungan. Ketiga faktor tersebut mempunyai ketergantungan dalam mempengaruhi kepatuhan petugas melaksanakan hand hygiene. Mengetahui adanya hubungan pelaksanaan akreditasi dengan kepatuhan petugas kesehatan melakukan kebersihan tangan sebelum memberikan tindakan di Puskesmas Kurun Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah. Jenis rancangan penilitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 31 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner dan lembar observasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pelaksanaan akreditasi dengan kepatuhan petugas kesehatan melakukan kebersihan tangan sebelum memberikan tindakan di Puskesmas Kurun Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah dengan nilai p = 0,000 dan nilai korelasi yang didapatkan adalah 0.755 dengan korelasi tinggi.
"Teamwork cooperation": Nurse’s experience of cardiac arrest nursing care Arif Wahyu Setyo Budi; Yati Afiyanti; Yustan Azidin
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.964 KB) | DOI: 10.33024/minh.v2i2.1870

Abstract

Background : Emergency conditions are conditions that occur suddenly and are very life-threatening, so help must be given quickly, precisely and correctly. One of the life-threatening conditions is cardiac arrest, which is a condition where the heart cannot function anymore, and requires collaboration between health personnel in providing help and this always ends in death. The incidence of cardiac arrest at the Ulin Regional General Hospital during May to June 2017 was 88 cases and most of the deaths occurred in patients. Cardiac arrest can still be saved by the correct nursing care process so that return of spontaneous circulation can occur.Purpose : Identify and explore the experience of nurses doing nursing care for cardiac arrest.Methods: This type of research is qualitative with a phenomenological approach. The number of participants in this study were 9 nurses in the emergency room and intensive care unit. The process of retrieving data using interview guides, and data analysis using Colaizzy.Results: This study obtained a major theme, "Collaborative Teamwork" when providing nursing care for cardiac arrest. This theme was formed from two sub-themes namely "division of job teams", "collaboration" and KIE to the patient's family.The participant describing the existence of maintained teamwork can help smooth the process of nursing cardiac arrest so that patients can return to the condition of return of spontaneous circulation.
The Assessment of Nurse’s Performance by Using a Logbook in Hospital Adisurya Saputra; Bahrul Ilmi; Yustan Azidin
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol 3, No 2 (2019): Indonesian Journal Of Nursing Practices
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.352 KB) | DOI: 10.18196/ijnp.3297

Abstract

Background: Nurses are the majority of human resources in the hospitals whose role determines the quality of health care and they are most closely associated with patients. They are the most dominating human resources in hospital who have the most frequent interaction with the patients. Therefore, the primary indicator of the hospitals' quality service is in its nursing services. The capabilities and competencies of the nurses can be assessed through a nursing logbook strategy.Objective: This research aimed to explore the implementation of performance assessments using the nursing logbook.Method: This research was conducted using a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection was conducted from November to December 2017 by using in-depth interviews with six participants who were selected by using purposive sampling techniques. The participants were nurses in Dr. H. Moch. Ansari Hospital. Results: The research results covered six themes, namely the existence of a nursing logbook for nurses, the purpose and the benefit of logging book in nursing, the relationship between a nursing logbook and credentials, the implementation of nursing logbook, the constraints or the barriers in the implementation of the nursing logbook, and the expectations of nurses towards the nursing logbook.Conclusion: The system of implementing the logbook as a tool for the nurses' performance assessment is not optimal due to the limited socialization to the nurses in the hospital.
PENGALAMAN KEPALA RUANGAN DALAM MENJALANKAN FUNGSI PENGARAHAN DIRUMAH SAKIT BANJARMASIN Lucia Andi Chrismilasari; Yati Afiyanti; Yustan Azidin
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v2i2.92

Abstract

Kepala ruang merupakan manajer tingkat bawah/lini yang memegang peranan cukup penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan keperawatan melalui fungsi manajemen pelayanan. Fungsi pengarahan merupakan merupakan fungsi yang paling fundamental dalam manajemen keperawatan karena berdampak dalam meningkatkan atau menurunkan kepuasan kerja perawat pelaksana yang pada akhirnya akan sangat berpengaruh pada mutu pelayanan di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengekplorasi berbagai pengalaman kepala ruangan dalam menjalani fungsi pengarahan di Rumah Sakit .Pengumpulan data yang dilakukan terhadap 7 orang partisipan dengan wawancara mendalam di tiga rumah sakit berbeda di Banjarmasin. Wawancara direkam kemudian dibuat dalam bentuk transkrip verbatim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi pengarahan yang dilakukan oleh kepala ruangan terdiri atas pendelegasian dalam fungsi pengarahan yang dilakukan secara berjenjang dengan memperhatikan aspek legal; pemberian motivasi dengan menyeimbangkan pemberian reward dan punishment serta tidak melupakan motivasi relligi; supervisi dengan mempertimbangkan mekanisme, tujuan, sasaran dan model supervisi; Mengatasi konflik dengan belajar dari pengalaman sebelumnya; melaksanakan komunikasi dan koordinasi dalam melakukan pengarahan. Hasil studi ini diharapkan perawat manager dapat berkolaborasi baik dengan institusi pendidikan maupun rumah sakit dalam hal pendidikan kepala ruangan baik secara formal dan informal.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS PENGELOLAAN PEMBELAJARAN KLINIK ERWAN AHMAD; Achir Yani; Yustan Azidin
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v5i1.202

Abstract

Latar Belakang: Pembelajaran klinik merupakan pembelajaran berbasis pengalaman, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan teori yang diperoleh dari akademik pada kasus-kasus nyata di klinik. Manfaat pembelajaran klinik mendapatkan pengalaman nyata untuk mencapai kemampuan profesional (intelektual, teknikal, dan interpersonal). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas pembelajaran klinik (kompetensi pembimbing, pengaturan bimbingan, metode pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan lahan praktik) Metode: Sampel penelitian ini adalah 84 mahasiswa ners angkatan 2018 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Populasi Hasil: Uji statistik menunjukkan bahwa terdapat empat hubungan dengan kualitas pembelajaran klinik yaitu komptensi pembimbing, pengaturan bimbingan, metode pembelajaran dan lingkungan pembelajaran dengan p value <0,05 dan faktor yang paling dominan adalah kompetensi pembimbing dengan nilai probability sebesar 2,820. Bidang manajemen pendidikan perlu memperhatikan kompetensi dosen pada saat rekrutmen dosen dilakukan berdasarkan pemenuhan persyaratan kualifikasi.
PENGARUH PELATIHAN PENGKAJIAN KOMPREHENSIF TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PERAWAT MENGKAJI KEBUTUHAN KLIEN DI PUSKESMAS Fitriana Kartikasari; Achir Yani; Yustan Azidin
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v5i1.204

Abstract

Latar belakang : Pengkajian merupakan dasar pemikiran dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai kebutuhan klien. Pengkajian yang lengkap dan sistematis sesuai dengan fakta dan kondisi yang ada pada klien sangat penting. Perawat harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk mengkaji kebutuhan klien. Pengkajian yang tidak akurat akan mengarah pada identifikasi kebutuhan klien tidak lengkap dan akurat akan mengarah kepada identifikasi diagnosa keperawatan yang tidak tepat mengakibatkan kesalahan tindakan dan mengancan keselamatan klien. Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan pengkajian komprehensif terhadap pengetahuan dan ketrampilan perawat mengkaji kebutuhan klien. Metode : penelitian ini Quasi Experiment pre-test and post-test with control group design.Populasi penelitian adalah 55 perawat. Pengambilan sampel dengan convenience sampling dengan sampel penelitian 20 perawat di 2 puskesmas (kelompok eksperimen) dan 20 perawat di 2 puskesmas (kelompok kontrol). Hasil : Pelatihan pengkajian kommprehensif mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan perawat. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan pengetahuan perawat pada kelompok eksperimen dan kontrol setelah pelatihan p value 0,000 dan perbedaan keterampilan perwat pada kelompok eksperimen dan kontrol setelah pelatihan p value 0,001 artinya ada pengaruh pelatihan pengkajian komprehensif terhadap pengetahuan dan ketrampilan perawat mengkaji kebutuhan klien sehingga Dinas Kesehatan atau Puskesmas perlu untuk melakukan program pelatihan pengkajian komprehensif secara berkelanjutan.
Pengalaman Penerapan Kemampuan Berpikir Kritis Perawat Saat Memberikan Asuhan Keperawatan Pada Bayi Berat Lahir Rendah Di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Achmad Rif&#039;at; Elly Nurachmah; Yustan Azidin
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.037 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.459

Abstract

Latar Belakang: Rumah Sakit sebagai pemberi layanan kesehatan bertanggung-jawab untuk memberikan pelayanan yang bermutu dan aman. Permasalahan yang kompleks pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) menjadi alasan untuk diteliti. Bayi BBLR berisiko mengalami ketidaksempurnaan fungsi organ, sistem imun bayi atau pertahanan tubuh yang belum sempurna sehingga berisiko infeksi, tumbuh kembang bayi yang mungkin terlambat pasca perawatan. Perawat sebagai salah satu profesional pemberi asuhan bertanggung-jawab memberikan asuhan yang bermutu dan aman.  Oleh karena itu kemampuan perawat dalam memberikan asuhan, pengetahuan yang di miliki, pengalaman selama merawat, hubungan dengan petugas kesehatan lain, kesiapan orang tua untuk merawat  di rumah pasca perawatan menjadi sangat penting untuk di teliti.Tujuan: Penelitian  ini mengeksplorasi  pengalaman penerapan kemampuan berpikir kritis perawat saat memberikan asuhan keperawatan  pada bayi berat lahir rendah.Metode: Penelitian  ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data di lakukan dengan wawancara mendalam pada tujuh partisipan yang diambil dengan teknik purposive sampling. Partisipan adalah perawat yang bekerja di Ruang Mutiara Lantai 2  RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Hasil: Hasil analisis didapatkan empat tema : kemampuan perawat mengenali BBLR, kemampuan perawat memberikan asuhan BBLR, kebutuhan dokumentasi pada BBLR, dan keterlibatan keluarga, petugas kesehatan dan unit kerja dalam asuhan BBLR. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah pendidikan. Pendidikan berkelanjutan dapat meningkatkan pengetahuan dan kompetensi perawat. Pengetahuan dan kompetensi  memberikan dampak pada sikap perawat untuk berpikir kritis pada asuhan yang diberikan. Abstract Background:Hospitals as health care providers are responsible for providing quality and safe services. Complex problems in Low Birth Weight (LBW) clients are reasons to be investigated. Low Birth Weight babies are at risk of developing imperfections in organ function, the baby's immune system or body defenses, so they are at risk of infection, delay growth and development post hospitalization. Nurses as one of the professionals care providers are responsible for providing  a quality and safe care.. Therefore the ability of nurses to provide care, possessed knowledge, experience during caring, relationships with other health workers, and the readiness of parents to care for their babies at home after hospitalization are very important to be examined. Aim: The aim of the study was to explore the perceived experience of nurses' critical thinking skills when providing nursing care to low-birth- baby clients. Method: This study used a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection was conducted through in-depth interviews with seven participants taken by a purposive sampling technique. Participants were nurses who worked and care for neonatal babies in Mutiara Room 2nd floor of RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Result: The results of the analysis found four themes: the ability of nurses to recognize LBW, the ability of nurses to provide care to LBW, requirements of documentation on LBW, and the involvement of families, health workers and work units in providing care. The recommendation of this research is education. Continuing education can improve nurses' knowledge and competence. Knowledge and competence have an impact on nurses' attitudes to think critically on care providing Keywords: critical thinking, Low Birth WeightÂ