Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : ipssj

KAPAL VAN DER WIJCK SEBAGAI ALAT TRANSPORTASI LAUT MASA HINDIA BELANDA TAHUN 1921-1936 Asminta Dewi Arya Wati; Artono
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 02 Februari (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji sejarah kapal Van der Wijck sebagai alat transportasi laut masa Hindia Belanda tahun 1921-1936.  Mengingat transportasi laut terutama kapal Van der Wijck memiliki peranan yang sangat krusial di Hindia Belanda. Namun sejarah dari kapal tersebut hingga aktivitas pelayarannya selama di Hindia Belanda masih belum banyak yang mengetahui. Dengan menggunakan metode sejarah oleh Kuntowijoyo yang memiliki lima tahap diantaranya pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik sumber), interpretasi (penafsiran), dan historiografi (penyusunan narasi sejarah). Hasil dalam penelitian ini adalah bahwasannya kapal Van der Wijck dibangun oleh perusahaan pelayaran Koninklijke paketvaart Maatschappij (KPM) yang merupakan perusahaan pelayaran Belanda, memiliki kantor pusat di Batavia dan status hukum di Amsterdam. Kapal Van der Wijck dibangun 1921 di galangan kapal yaitu Maatschappij Fijernoord di Feyernoord Rotterdam. Nama kapal Van der Wijck diambil dari nama Gubernur Jendral Hindia Belanda yakni Jhr. Carel Herman Aart Van Der Wijck. Kapal Van der Wijck secara umum dibangun karena perusahaan yang menaungi yaitu KPM memiliki tujuan sebagai navigasi angkutan barang dan penumpang dengan kapal uap milik pribadi atau yang disewa. Jadi kapal Van der Wijck dibangun oleh perusahaan KPM untuk memperkuat jaringan pengiriman oleh perusahaan. Kapal Van der Wijck dibangun oleh perusahaan KPM sesuai kelas tertinggi Breau Veritas, dan di rancang oleh arsitektur ternama dari angkatan laut KPM. Kapal Van der Wijck pertama diluncurkan pada tahun 1921 di Amsterdam kemudian melakukan pelayaran pertamanya ke Hindia Belanda di bawah komando kapten G. Hagenzieker, kapal van der Wijck pertama kali tiba di Tandjong Priok dengan membawa muatan perbekalan, dan melakukan persiapan di sebuah dok yang berada di Batavia. Sampai pada tahun-tahun berikutnya yakni tahun 1922-1936 kapal Van der Wijck mulai terintergrasi pada jadwal perjalanan dengan rute yang ditentukan oleh perusahaan KPM, dan mulai melayani rute pelayaran yang luas di Hindia Belanda. Rute kapal Van der Wijck di Hindia Belanda diketahui tidak hanya menghubungkan kota-kota besar seperti Makassar, Buleleng, Surabaya, Semarang, Batavia, Palembang di kepulauan Hindia Belanda, namun untuk menjadi penghubung ke wilayah-wilayah kecil lainnya yang berada di seluruh kepulauan Hindia Belanda.
KELANGKAAN PUPUK BERSUBSIDI DALAM PERUBAHAN SISTEM DISTRIBUSI DAN STRATEGI ADAPTASI PETANI PADI DI KABUPATEN GROBOGAN  TAHUN 2014-2021 Eva Crys Amini; Artono
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 04 April (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peralihan sistem distribusi pupuk bersubsidi dari berbasis administrasi menuju sistem digital yang bertujuan untuk menyalurkan pupuk bersubsidi tepat sasaran. Namun, penerapannya justru memunculkan permasalahan baru berupa kelangkaan pupuk bersubsidi di kalangan petani. Kondisi ini berdampak pada terganggunya proses produksi padi dan menurunnya keuntungan petani padi, terutama di Kabupaten Grobogan pada tahun 2014-2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yakni pengumpulan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan histroriografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kebijakan sistem distribusi pupuk, termasuk digitalisasi melalui Kartu Tani dan pemangkasan kuota, menyebabkan ketidaksesuaian antara kebutuhan pupuk petani dengan alokasi yang diberikan. Selain itu, data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebagai dasar penyaluran pupuk bersubsidi tidak diperbarui secara berkala sesuai kebutuhan aktual, sehingga berkontribusi terhadap ketidaktepatan distribusi. Akibatnya, terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi yang membuat petani memiliki strategi adaptasi yaitu menggunakan pupuk nonsubsidi dengan harga lebih tinggi sehingga meningkatkan biaya produksi dan menurunkan margin keuntungan, terutama pada kondisi musim tanam yang tidak optimal, selain itu petani juga memenuhi kebutuhan pupuk menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa masalah distribusi pupuk tidak hanya bersumber dari aspek teknis penyaluran, tetapi juga dari kelemahan dalam sistem pendataan dan perencanaan kebutuhan. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan terhadap data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), peningkatan kapasitas administrasi kelompok tani, serta evaluasi sistem distribusi agar lebih selaras dengan kondisi petani di lapangan.
KIPRAH PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN (PDI-P) DALAM KONTESTASI POLITIK DI SURABAYA PADA TAHUN 1999-2019 Tirta Aditya Kresna Putra; Artono
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kombinasi dari faktor budaya Arekan, dominasi kaum buruh, serta karakteristik masyarakat yang heterogen menjadikan Kota Surabaya dikenal luas sebagai "Kandang Banteng" (salah satu basis massa PDI Perjuangan terbesar di Indonesia). Hal inilah yang melatarbelakangi ketertarikan peneliti untuk mengkaji lebih dalam mengenai kiprah, strategi, serta tantangan internal dan eksternal PDI Perjuangan dalam mempertahankan dominasi politiknya selama 20 tahun (1999–2019) pasca-reformasi di Surabaya.  Penelitian  ini memiliki beberapa permaslahan yaitu 1)  Bagaimana kondisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di Kota Surabaya tahun 1999-2019, 2) Bagaimana strategi yang dilakukan dan hasil yang diperoleh oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam kontestasi politik di Surabaya pada tahun 1999-2019, dan 3) Apa saja dan bagaimana PDI Perjuangan menghadapi tantangan internal maupun eksternal  yang muncul dalam mempertahankan dominasi politik di Kota Surabaya pada tahun 1999-2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah yang terdiri dari heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PDI Perjuangan mendominasi di Surabaya dalam kontestasi politik baik pada pemilihan legislatif maupun pemilihan walikota selama 2 dekade dan hanya mengalami satu kali kekalahan pada pemilihan legislatif.
Perkembangan Pariwisata Pantai Boom Tuban pada Tahun 1997-2011 Sulistiani; Artono
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 07 Juli (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Boom Tuban merupakan bukti sejarah penting perkembangan perdagangan internasional di Nusantara, di bawah pengelolaan PT Pelindo, Pantai Boom mengalami berbagai permasalahan lingkungan akibat buruknya sistem pengelolaan sehingga keberadaan situs budaya mulai terancam. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Tuban menjadikan Pantai Boom sebagai kawasan wisata sejarah dan wisata alam dalam rangka pembenahan tata kota serta persiapan penilaian Adipura Kencana melalui perpindahan aset dan pengelolaan kawasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya Pemerintah Kabupaten Tuban dalam pengembangan Pantai Boom sebagai objek wisata. Metode yang digunakan adalah penelitian sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh dari arsip, dokumen resmi pemerintah, wawancara, dan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tuban melakukan berbagai upaya pengembangan dengan tetap menjaga keseimbangan antara konservasi sejarah dan pelestarian ekosistem pantai. Upaya tersebut didukung oleh Perda Kabupaten Tuban Nomor 04 Tahun 2004, Perda Nomor 26 Tahun 2001, Perbup Nomor 07 Tahun 2010, dan Perbup Nomor 34 Tahun 2010, serta pembangunan berbagai infrastruktur seperti gapura, patung kuda perunggu, pedestrian berpaving, dan pos polisi. Pengembangan Pantai Boom memberikan dampak signifikan terhadap aspek sosial, ekonomi, dan budaya serta menjadi katalisator pertumbuhan masyarakat di sekitar kawasan wisata.