This Author published in this journals
All Journal Texere
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERANCANGAN SENSOR PUTUS BENANG PADA MESIN KELOS UNTUK MENURUNKAN LIMBAH Totong, -; Nuddin, Egie Sofian; Sumihartati, Atin
Texere Vol 15, No 1 (2017): Texere Volume 15 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v15i1.48

Abstract

PENETAPAN STANDAR LIFE TIME PENGGUNAAN PISAU AUTO CUTTING MACHINE SINGLE PLY PADA KAIN DRILL DI POLITEKNIK STTT BANDUNG Purnama, Ichsan; Sumihartati, Atin; Fitriani, Liana Dwi; Ramadhan, Zyad
Texere Vol 22, No 2 (2024): Texere Volume 22 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v22i2.05

Abstract

Mesin auto cutting merupakan mesin pemotongan kain dengan mengikuti pola yang terdapat pada kertas marker atau kain secara otomatis dengan digerakkan oleh sistem komputer yang dapat mengontrol jalannya proses produksi. Ketepatan dan kebersihan pemotongan menjadi persyaratan terhadap kualitas hasil pemotongan. Untuk mencapai proses pemotongan kain yang baik, salah satu bagian penting yang harus diperhatikan adalan penggunaan pisau potong. Tujuan penelitian ini adalah melakukan percobaan terhadap penggunaan pisau potong decagonal dengan ukuran 45 mm untuk mendapatkan usia pakai pisau potong dengan memperhatikan cutting length. Setelah melakukan penelitian usia pakai pisau potong mesin autocutting  diperoleh kesimpulan  bahwa total panjang cutting length sampai pisau tidak dapat memotong dengan sempurna  adalah Cutting length 6760,03 meter untuk gramasi kain 209 gsm dan Cutting length 6341,25 meter untuk gramasi kain 216 gsm.
PENERAPAN QR CODE DALAM PENATAAN GUDANG UNTUK MENGURANGI WAKTU PENCARIAN BENANG di PT X Sumihartati, Atin; Faujan, M. Akmal; Ayu Setiani R., Puspa; Ibrahim Makki, Achmad; Somantri, Karlina; Dewanto, R. Arief; Totong, -
Texere Vol 23, No 1 (2025): Texere Volume 23 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v23i1.05

Abstract

PT X yarn warehouse have various leftover yarns of different types, colors, and yarn numbers. These leftover yarns can be reused for small-scale production. However, the problem in PT X's yarn warehouse is the difficulty in finding yarns due to their stacked positions and the lack of identification on the yarn piles. As a result, the search time for yarns in the warehouse becomes lengthy, affecting production efficiency. The average search time for one leftover production yarn is 20 minutes and 27 seconds. This study aims to design and implement a QR Code system for organizing raw materials in the yarn warehouse to reduce yarn search time. The research method begins with data collection of the yarns in the warehouse. Next, warehouse organization is carried out by grouping and placing the yarns based on type, color, and yarn number on designated racks. The collected data will form a database in an addressing document in Google AppSheet. Warehouse employees can do scanning the code and be directly directed to a specific page in Google AppSheet, Google Drive, or Google Spreadsheet to quickly obtain yarn location information. The study results show that the implementation of QR Codes leading to a reduction in search time until 98,45%. The average of searching time before the implementation is 20 minutes and 27 seconds and reduced become 19 seconds to locate the yarn position.
PENINGKATAN KUALITAS BENANG RAYON VISKOSA SEBAGAI BAHAN BAKU KAIN TENUN TRADISIONAL Makki, Achmad Ibrahim; Sumihartati, Atin; Ibrahim, Irfan Maulana; Setiawan, Nandang
Texere Vol 23, No 2 (2025): Texere Volume 23 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v23i2.02

Abstract

Benang rayon 100% produk PT XYZ memiliki kekuatan tarik benang yang lebih rendah dari standar yang telah ditentukan sehingga benang tersebut tidak dapat dijadikan benang lusi untuk ditenun dalam ATBM. Untuk meningkatkan kekuatan benang dapat dilakukan dengan menambahkan twist atau melakukan penggintiran dan Penganjian. Proses penggintiran yang terdiri dari 2 helai serta proses penganjian untuk benang single dilakukan untuk meningkatkan kualitas benang rayon viskosa. Dari masing-masing sample kemudian dilakukan percobaan dibuat kain menggunakan ATBM. Hasil proses penggintiran didapatkan hasil sifat mekanik yang lebih baik dari benang single dan dapat dibuat menjadi kain tenun menggunakan ATBM. Sedangkan benang hasil penganjian tidak bisa dilanjutkan proses pertenunan menggunakan ATMB. Sehingga untuk meningkatkan daya mampu tenun dari benang Rayon MVS PT XYZ dapat dilakukan dengan cara penggintiran.