Akbar, Mochammad Azkari Hisbulloh
Program Studi Arsitektur Lanskap, Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Perencanaan Lanskap Mitigasi Tsunami Berbasis Ekosistem Mangrove di Kota Palu Mochammad Azkari Hisbulloh Akbar; Faisol Abdul Kharis; Oktavia Putri Rahmawati
Jurnal Lanskap Indonesia Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Lanskap Indonesia
Publisher : http://arl.faperta.ipb.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jli.v12i2.32383

Abstract

The coastal areas are vulnerable areas to disaster threats, especially the geological hazards of earthquakes accompanied by tsunamis. Palu City, which is located on the west coast of Sulawesi, experienced a natural disaster of an earthquake, tsunami, and liquefaction on September 28, 2018. Based on the Map of Disaster Prone Index in Central Sulawesi Province, Palu City is a tsunami-prone area that is crossed by the Palu-Koro Fault. Tsunami disaster mitigation efforts in coastal areas can be done by planting mangrove ecosystems as a green barrier. The purpose of this study is to analyze the characteristics of the coastal landscape in Palu City and plan the landscape of tsunami mitigation based on mangrove ecosystems in Palu City. The method used spatial analysis method and descriptive method, as well as the research stage, consists of preparation, data analysis, data synthesis, and landscape planning stage. The basic concept of tsunami mitigation landscape planning is to reduce or eliminate disaster risk in coastal areas based on mangrove ecosystems. The concept of spatial pattern concept consists of high hazard zones, medium hazard zones, and low hazard zones. The concept of vegetation refers to the diversity of mangrove and native plant species as green open spaces and green barriers.
PENATAAN JALUR EVAKUASI DAN SOSIALISASI SEKOLAH TANGGAP BENCANA DI SDI SABILUL KHOIR AL-ASYARI SEBAGAI MEDIA BELAJAR SISWA: Arrangement of Evacuation Routes and Socialization of Disaster Response Schools at SDI Sabilul Khoir Al-Asyari as Student Learning Media Rizki Alfian; Mochammad Azkari Hisbulloh Akbar; Ninin Khoirunnisa’; Chusnul Chotimah
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.328 KB)

Abstract

Kota Batu yang terletak di wilayah pegunungan dimana potensi terjadinya bencana cukup besar. Bencana yang sering terjadi di Kota Batu sendiri adalah tanah longsor, badai angin dan banjir. Sepanjang tahun 2022 sebanyak 203 kejadian bencana melanda wilayah Kota Batu di Provinsi Jawa Timur menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD. 2022). Tujuan dari kegiatan ABDIMAS ini bertujuan untuk Memberikan tambahan wawasan kepada Guru dan Siswa tentang Kesiapsiagaan Bencana dan Memberikan rekomendasi desain lanskap sekolah yang berorientasi terhadap mitigasi bencana. Adapun untuk tahapan pelaksanaan kegiatan, dibagi menjadi beberapa tahapan, yakni a). Tahapan Koordinasi Awal yang melibatkan mitra dan beberapa stakeholder, b). Tahapan Pelaksanaan Kegiatan, c). Tahapan Evaluasi. Kegiatan PKM Penataan Jalur Evakuasi dan Sosialisai Kesiapsiagaan Bencana Siswa Sekolah SDI Sabilul Khoir berjalan dengan baik hal ini dibuktikan dengan hasil tanggapan positif peserta terkait dengan program PKM yang telah dilaksanakan. Program PKM ini diharapkan dapat berjalan secara terjadwal sehingga seluruh siswa berkesempatan mendapatkan materi sosialisasi tentang Kesiapsiagaan bencana dan perlu bekerja sama dengan pihak terkait untuk dapat meningkatkan sarana dan prasarana sekolah dalam mitigasi bencana.
PEMBUATAN PROTOTIPE KEMASAN SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK BAWANG GORENG SEBAGAI IKON DESA BANJAREJO, KECAMATAN NGANTANG, KABUPATEN MALANG Sudirman Sudirman; Dian Kartika Santoso; Atina Rahmawati; Moch Azkari Hisbulloh Akbar
-
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v6i3.6081

Abstract

Pasca pandemi covid 19, geliat usaha keecil dan menengah kembali bergejolak. Perkembangan yang pesat membuat persaingan juga semakin ketat, terutama di sektor olahan pertanian. Penggiat UMKM olahan bawang goreng di Desa Banjarejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang juga mengalami hal yang sama. Perlu adanya inovasi termasuk dalam hal desain kemasan. Pengembangan kemasan bawang goreng khas banjarejo bertujuan agar dapat melindungi bawang goreng dari kelembaban dan udara, serta menjaga rasa dan aroma bawang goreng tetap segar. Selain itu, kemasan juga harus menarik dan memudahkan konsumen untuk membuka dan menggunakan produk. Metode yang digunakan memiliki beberapa langkah yaitu persiapan pelaksanaan pengabdian dengan observasi dan wawancara terhadap stakeholder terkait. Selanjutnya adalah kegiatan pengabdian berupa sosialisasi, rencana tindak lanjut, serta monitoring dan evaluasi program. Kegiatan pengembangan kemasan produk olahan bawang goreng di Desa Banjarejo memberikan dampak positif berupa peningkatan kualitas visual kemasan, memberikan nilai tambah produk yang berimbas kepada harga jual dan pendapatan yang meningkat, serta informasi produk yang termuat di dalam kemasan menjadi lebih detail daripada sebelumnya.
KEANEKARAGAMAN SPESIES KUPU-KUPU PADA LANSKAP SCIENCE TECHNO PARK UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI Mochamad Azkari Hisbulloh Akbar; Wakhid Wakhid; Rizki Alfian
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.7538

Abstract

Taman bunga menjadi habitat buatan yang memiliki nilai estetika dan ekologis yang ideal bagi satwa, khususnya kupu-kupu sebagai keseimbangan layanan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman spesies kupu-kupu pada lanskap ScienceTechnoPark Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Penelitian ini menggunakan metode systematic sampling, dimana penentuan titik pengambilan sampel dilaksanakan pada lokasi terpilih berdasarkan hasil survey yaitu lanskap taman bunga-taman koleksi (TBTK), lanskap taman bunga-hortikultura (TBH) dan lanskap semak (SM). Pada masing-masing lanskap dibuat transek dengan panjang transek seratus meter (100 m) dengan waktu untuk pengamatan satu tipe lanskap sekitar 45 menit. Survey kupu-kupu dilakukan pada pagi hari antara pukul 10.00-12.00 WIB pada saat tidak terjadi hujan. Kupu-kupu yang ditemukan dalam studi ini sebanyak 27 spesies yang termasuk dalam empat famili (Pieridae, Nymphalidae, Papilionidae dan Lycaenidae) dengan jumlah individu yang tercatat sebanyak 310 ekor. Famili Pieridae memiliki persentase kelimpahan tertinggi (49.03%), kemudian diikuti oleh famili Nymphalidae (26.45%), Papilionidae (21.61%) dan yang terendah yaitu Famili Lycaenidae (2.90%). Eurema spp., Leptosia nina, dan Graphium agamemnon memiliki kelimpahan kelimpahan relative tertinggi sebesar 35.16%, 7.42%, dan 7.10%. Analisis of similarity (ANOSIM) menunjukkan komposisi kupu-kupu pada tiga tipe lanskap di STP UNITRI signifikan berbeda nyata.
STRATEGI PEMASARAN DIGITAL UMKM KOPI TIRTOYUDO LEWAT PENDAMPINGAN PROMOSI MEDIA: Digital Marketing Strategy of Tirtoyudo Coffee MSME Actors Through Media Promotion Assistance lasari, Yuni; Faradila, Razhika; Akbar, Mochammad Azkari Hisbulloh
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v3i1.162

Abstract

Desa Tirtoyudo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang merupakan salah satu dari desa yang memiliki potensi penghasil kopi terbaik dan terbesar se-Malang Selatan. Kopi masih menjadi produk unggulan yang masih mendominasi karena pertumbuhannya yang pesat, serta mampu menarik minat para wisatawan yang ingin menikmati proses pengolahan kopi dan kebun hingga yang ingin menikmati secangkir kopi. Selama ini, kopi dipromosikan oleh para UMKM kopi di desa Tirtoyudo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Malang Selatan dengan cara tradisional. Konsumen menikmati biji kopi alami, kemudian datang langsung melihat proses produksi pembuatan kopi, hingga menikmati kopi olahan di kafe milik para pelaku UMKM kopi. Tetapi saat ini, konsumen juga ingin menikmati kopi secara instan, dan bisa diracik sendiri di rumah. Diperlukan strategi pemasaran digital dalam mempromosikan produk khususnya kopi. Adapun tujuan kegiatan pengabdian masyarakat diantaranya untuk mendampingi pelaku UMKM kopi Tirtoyudo Malang Selatan dalam memahami dan mengimplementasikan keterampilan promosi pemasaran digital, membantu para pelaku UMKM Kopi Tirtoyudo Malang Selatan agar mampu memanfaatkan potensi pasar melalui teknologi digital dan membangun citra merek, serta mendukung pertumbuhan bisnis para pelaku UMKM Kopi Tirtoyudo Malang Selatan. Pendekatan yang digunakan pada kegiatan ini ialah Participatory Learning and Action (PLA) atau Learning by doing dengan menggunakan beberapa metode diantaranya ialah (1) metode ekspositori; (2) metode diskusi; (3) metode praktek; serta (4) metode presentasi, para pelaku UMKM diberikan materi dan pelatihan terkait fungsi dan pentingnya media sosial maupun media digital, menentukan kebutuhan promosi produk, dan mengenalkan fitur tools konten digital yang dapat digunakan untuk mempromosikan produknya. Kegiatan pendampingan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kualitas strategi pemasaran digital, memberikan nilai tambah produk yang berimbas pada harga jual dan pendapatan bagi UMKM Kopi di Tirtoyudo.
Segment-Based Adaptive Landscape Design for Riparian Restoration of the Amprong River Pratama, Dimas Wahyu; Setyabudi, Irawan; Akbar, Mochammad Azkari Hisbulloh
Jurnal Riset Arsitektur Vol 10 No 1 (2026): Jurnal RISA (Riset Arsitektur)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/risa.v10i1.56-68

Abstract

The Riparian zone of the Amprong River in the Upper Brantas Sub-watershed, Malang City, has undergone ecological degradation due to land conversion, informal settlements, and domestic waste pollution. This study aims to assess riparian conditions and develop an adaptive landscape design strategy for ecological restoration. A descriptive–spatial case study approach was employed, integrating field observation, vegetation surveys across five purposively selected segments, photographic documentation, and spatial analysis using ArcGIS. The results reveal high ecological vulnerability in segments characterized by steep slopes, low vegetation cover, and building distances of less than 10 meters from the riverbank. The proposed design emphasizes a layered ecological zoning strategy incorporating native and pioneer species such as Gigantochloa apus, Swietenia macrophylla, and Imperata cylindrica to enhance hydrological buffering capacity and restore habitat connectivity. This study proposes a segment-based adaptive ecological zoning model that links site-specific vulnerability with targeted design interventions, offering a practical framework for restoring degraded urban riparian systems.
Perencanaan Lanskap Riparian Sungai Bengawan Solo Berbasis Mitigasi di Kabupaten Bojonegoro Erwin Ismu Wisnubroto; Mochammad Azkari Hisbulloh Akbar; Romualdus Rezeki Senda
Jurnal Lanskap Indonesia Vol. 18 No. 1 (2026): Jurnal Lanskap Indonesia
Publisher : http://arl-faperta.ipb.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jli.v18i1.63131

Abstract

Bojonegoro Regency is an area that often experiences flooding because the Bengawan Solo River crosses it as the longest river in Java Island. Bojonegoro Regency is an area prone to flooding due to the overflow of the Bengawan Solo River which occurs every year, especially during the rainy season. This study aims to analyze the riparian landscape of the Bengawan Solo River which are prone to flooding in Bojonegoro Regency and to formulate recommendations for the concept of flood mitigation in the riparian landscape of the Bengawan Solo River in Bojonegoro Regency. The quantitative descriptive research method with overlay analysis using Geographic Information Systems (GIS) was applied to data on slope, soil type, rainfall, altitude, land use, and river buffers. The results of the analysis show that Bojonegoro Regency is divided into four categories of flood vulnerability, with a dominance of non-prone areas of 36,776 ha (35.18%), quite vulnerable 2,050 ha (1.89%), vulnerable 33,449 ha (32.00%), and very vulnerable 32,247 ha (30.85%). However, areas with very vulnerable (30.85%) are concentrated in flat areas with a slope of 0-8% which are generally residential and rice field areas. The proposed flood mitigation recommendations for the Bengawan Solo River riparian landscape in Bojonegoro Regency include determining mitigation zones consisting of a core zone as a Green Open Space, a buffer zone as a protector of the river and ecosystem, and a utilization zone as a settlement that is adaptive to flooding. The results of the analysis show that most of the Bengawan Solo River riparian landscape in Bojonegoro Regency have a fairly to very high level of flood vulnerability, especially in lowland areas that are widely used for settlements and agriculture