Ummu Na’imah
Universitas Muhammadiyah Palembang, South Sumatra, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN LIMAS DAN PRISMA DENGAN MENGGUNAKAN MOODLE DI SMP NEGERI 19 PALEMBANG Na’imah, Ummu
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 2, No 2 (2018): JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jp2m.v2i2.1641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran matematika terutama untuk Limas dan Prisma dengan menggunakan Moodle. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Akhir penelitian berupa produk yang dihasilkan adalah media pembelajaran limas dan prisma berbasis moodle yang akan digunakan di SMP. Negeri 19 Sumatera Selatan. Penelitian ini dilakukan di SMP. Negeri 19 Palembang karena sekolah ini telah memiliki fasilitas memadai yaitu berupa lab komputer yang telah terkoneksi dengan internet. Penelitian dilakukan terhadap 37 orang siswa. Alat pengumpulan data digunakan lembar observasi untuk mengetahui aktivitas siswa serta sebagai indikator kepraktisan media yang dikembangkan, angket untuk mengetahui motivasi siswa saat menggunakan moodle, dan tes untuk mengetahui hasil belajar siswa atau efek potensial setelah menggunakan moodle. Sedangkan lembar validasi digunakan untuk mengetahui tingkat kevalidan media yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media telah dikategorikan sebagai media yang valid dan praktis serta dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Selain itu, media pembelajaran limas dan prisma juga memeliki efek potensial terhadap hasil belajar siswa.
PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DASAR MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA Luvi Antari; Amrina Rizta; Ummu Na’imah; Nyimas Inda Kusumawati
Nabla Dewantara: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2022): Nabla Dewantara: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas Tamansiswa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51517/nabla.v7i2.158

Abstract

Penelitian ini  dilakukan untuk mengetahui gambaran kemampuan pemahaman konsep mahasiswa  dalam menguasai  materi matematika dasar. Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menganalisis kemampuan pemahaman konsep matematika dasar mahasiswa melalui soal tes yang disusun berdasarkan indikator pemahaman konsep. Instrumen dalam penelitian ini berbentuk tes tertulis yang berjumlah 6 soal. Sampel pada penelitian ini adalah 58  mahasiswa dari 85 mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UM Palembang. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa kemampuan pemahaman konsep mahasiswa pada materi matematika dasar  dari 58 mahasiswa yang menjadi sampel penelitian adalah 64,68 % dan termasuk kategori cukup. Secara keseluruhan, indikator kemampuan pemahaman konsep matematika yang banyak dikuasai siswa adalah menyatakan ulang sebuah konsep matematika dasar, mengklasifikasi objek serta memberi contoh dan bukan contoh dari suatu konsep, sedangkan indikator kemampuan pemahaman konsep yang kurang dikuasai siswa adalah menyajikan konsep dan mengaitkan berbagai konsep matematika dasar dalam pemecahan masalah.
PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DASAR MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA Luvi Antari; Amrina Rizta; Ummu Na’imah; Nyimas Inda Kusumawati
Nabla Dewantara: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2022): Nabla Dewantara: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas Tamansiswa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51517/nabla.v7i2.158

Abstract

Penelitian ini  dilakukan untuk mengetahui gambaran kemampuan pemahaman konsep mahasiswa  dalam menguasai  materi matematika dasar. Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menganalisis kemampuan pemahaman konsep matematika dasar mahasiswa melalui soal tes yang disusun berdasarkan indikator pemahaman konsep. Instrumen dalam penelitian ini berbentuk tes tertulis yang berjumlah 6 soal. Sampel pada penelitian ini adalah 58  mahasiswa dari 85 mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UM Palembang. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa kemampuan pemahaman konsep mahasiswa pada materi matematika dasar  dari 58 mahasiswa yang menjadi sampel penelitian adalah 64,68 % dan termasuk kategori cukup. Secara keseluruhan, indikator kemampuan pemahaman konsep matematika yang banyak dikuasai siswa adalah menyatakan ulang sebuah konsep matematika dasar, mengklasifikasi objek serta memberi contoh dan bukan contoh dari suatu konsep, sedangkan indikator kemampuan pemahaman konsep yang kurang dikuasai siswa adalah menyajikan konsep dan mengaitkan berbagai konsep matematika dasar dalam pemecahan masalah.
Motivasi Belajar Siswa melalui Media Snake and Ladder Game Berbasis Etnomatematika Palembang pada Pembelajaran Matematika Luvi Antari; Syaifuddin; Ummu Na'imah; Amrina Rizta; Rohman
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2026): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indiktika.v8i2.21444

Abstract

This study aims to describe the level of learning motivation among MTs students toward the use of Snake and Ladder Game media based on Palembang ethnomathematics in mathematics learning for Grade VIIA. This study employed a quantitative descriptive approach involving 20 MTs students in December 2025. The research instrument was a five-point Likert scale questionnaire consisting of 25 statement items, which had been tested for validity using Pearson correlation and for reliability using Cronbach’s Alpha, with a reliability coefficient of 0.82. The data were analyzed using descriptive statistics with the assistance of SPSS. The results showed a total score of 1650 out of a maximum score of 2000, with a percentage of 82.5%, which falls into the very high category. The dominant indicators of learning motivation included learning interest at 85%, self-confidence at 82%, curiosity at 80%, appreciation at 78%, and learning goals at 75%. These findings indicate that the use of Snake and Ladder Game media based on Palembang ethnomathematics, which integrates the geometry of songket motifs, the arithmetic context of the 16 Ilir market, and the cultural context of the Ampera Bridge, shows potential to support interactive, contextual, and enjoyable mathematics learning. The findings also suggest that this media can serve as a learning alternative that is relevant to students’ characteristics, particularly in supporting learning motivation through local cultural contexts. The implication of this study is that teachers may adapt ethnomathematics-based game media as one of the contextual and culturally integrated strategies in mathematics learning. Future studies are recommended to employ a quasi-experimental design or a mixed-methods approach to examine the effect of the media on students’ motivation and learning outcomes in greater depth.
MATHEMATICAL MIND MAPPING ABILITY OF SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN PALEMBANG CITY: South Sumatera, Indonesia Ummu Na’imah; Istiqomah; Bonita Hirza; Dyah Febriyana
Jurnal Math-UMB.EDU Vol. 13 No. 3 (2026): JULY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/math-umb.edu.v13i3.10264

Abstract

Mind mapping is considered an effective visualization strategy for improving conceptual understanding in mathematics. However, little is known about students' ability to construct mathematical mind maps. This study aimed to describe the mathematical mind-mapping ability of senior high school students in Palembang City. A descriptive quantitative design was employed by using voluntary/convenience sampling, 90 senior high school students from public and private schools in Palembang participated in the study. Data were collected through Google Forms using a mathematical mind-mapping task and assessed using a rubric adapted from Tony Buzan's mind-mapping criteria consisting of central image, branching structure, keywords, colours, images, and hierarchy. The rubric was reviewed by two mathematics education experts to establish content validity and scored independently. Of the 90 submitted mind maps, only 34 met the predefined assessment criteria and were included in the scoring analysis. The analysed 34 mind maps obtained an average score of 33.67, which falls into the poor category. The findings suggest that explicit instruction and continuous practice in mathematical mind mapping should be integrated into classroom learning. Keywords: ability, mind mapping, visualization, mathematics, Palembang