Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran 5M melalui Cross Observation di SD Rosadi
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan guru di SDN 2 Karangan Putih dalam melaksanakan pembelajaran tergolong rendah. Untuk meningkatkan kemampuan tersebut, dilaksanakan Penelitian Tindakan Sekolah dengan menerapkan model supervisi dengan teknik Cross Observation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran 5 M melalui supervisi akademik teknik Cross Observation. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif mengikuti prosedur Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dimulai perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Jenis data dalam penelitian ini meliputi data kulaitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dan dokumentasi atau hasil pengamatan terhadap guru. Data dianalisis dengan teknik penilaian dan prosentasi. Subjek penelitian adalah semua guru yang melaksanakan kurikulum 2013 berjumlah 6 orang. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Supervisi Akademik dengan teknik Cross Observation dapat meningkatkan komampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran 5M. Peningkatan terlihat pada siklus I pertemuan 1, rata-rata nilai peserta 63,33 dengan kriteria cukup meningkat pada pertemuan 2 menjadi 67,50 dengan kriteria cukup. Siklus II pertemuan 1 rata-rata nilai peserta 75,00 dengan kriteria baik meningkat pada pertemuan 2 menjadi 84,20 dengan kriteria baik. Peningkatan ketuntasan terlihat pada siklus I pertemuan 1, belum ada yang tuntas, meningkat pada pertemuan 2 menjadi 2 orang (33,33%). Siklus II pertemuan 1 yang tuntas sebanyak 4 orang (66,67%) meningkat pada pertemuan 2 menjadi 5 orang (83,33%). Berdasarkan hasil penelitian tindakan sekolah ini dapat disimpulkan bahwa model Supervisi Akademik dengan teknik Cross Observation dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran 5M di SDN 2 Karangan Putih Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong.
Evaluasi Penerapan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) pada Pemerintah Daerah Tingkat Provinsi Siti Muniati; Rosadi; Dolly Priatna
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.983

Abstract

Krisis lingkungan yang semakin meningkat akibat eksploitasi sumber daya alam dan degradasi ekosistem Meningkatnya krisis lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam dan degradasi ekosistem menuntut kebijakan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan berbasis bukti ilmiah. Pemerintah Indonesia mewajibkan setiap provinsi menyusun Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009. Namun, implementasi RPPLH di tingkat daerah menunjukkan capaian yang beragam. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penerapan RPPLH di tingkat provinsi serta menilai integrasinya dalam sistem perencanaan pembangunan daerah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif evaluatif dengan pendekatan evaluasi ex-ante, ongoing, dan ex-post melalui analisis input, process, output, dan outcome. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasi, dengan validitas data diperkuat melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar provinsi telah menyusun RPPLH, efektivitas implementasinya masih terbatas akibat keterbatasan sumber daya, lemahnya koordinasi antarinstansi, dan rendahnya partisipasi publik. Beberapa provinsi telah mampu mengintegrasikan RPPLH dengan dokumen perencanaan daerah, sementara daerah lain masih menghadapi kendala administratif dan teknis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan RPPLH bergantung pada kapasitas kelembagaan, dukungan regulasi, dan ketersediaan data lingkungan yang akurat, sehingga diperlukan penguatan kapasitas daerah dan mekanisme evaluasi berkelanjutan.