Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer Alami dari Daun Sirih dan Jeruk Nipis di Desa Salamnunggal Alawiyah, Aika Latifah; Karmila, Ayu; Hajar, Dhea Siti; Pebriani, Fitri; Fransisca Hudaya Putri, Nenden Lidya
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.362 KB) | DOI: 10.30997/ejpm.v2i2.3233

Abstract

Covid-19 telah ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada tanggal 9 Maret 2020. Laju penyebaran virus ini masih terus meningkat. Segala upaya dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 termasuk penggunaan hand sanitizer. Permintaan hand sanitizer yang semakin melonjak membuat harga jual produk tersebut menjadi lebih tinggi. Selain itu, penggunaan hand sanitizer yang berbahan alkohol terlalu berlebihan akan memicu iritasi pada kulit. Upaya yang dapat dilakukan dengan membuat inovasi produk hand sanitizer yang memanfaatkan bahan alami.  Telah dilakukan pengabdian kepada masyarakat Desa Salamnunggal tentang cara pembuatan hand sanitizer alami dari daun sirih dan jeruk nipis. Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pandemic covid-19 yang sedang menjadi permasalahan di negara kita ini dengan cara membuat hand sanitizer yang terdapat di alam yang bisa dimanfaatkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan metode simulasi dan praktek. Hasil pengabdian menunjukan bahwa pemahaman masyarakat Desa Salamnunggal sangat antusias dan bisa menerapkan hal-hal yang baru yang belum pernah mereka lakukan seperti membuat hand sanitizer dari bahan alam yang bisa dipraktekan di rumah nya masing-masing dan bisa memahami pentingnya kesehatan di masa pandemic ini serta bisa menjaga imunitas tubuh agar tetap sehat.
TINJAUAN LITERATUR: ETNOFARMASI DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca formatypica) Sadino, Asman; Fadhlillah, Faizah Min; Hajar, Dhea Siti; Apriani, Riza
Jurnal Buana Farma Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Buana Farma
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v6i1.1649

Abstract

Ethnopharmaceutical study is an approach to explore the local knowledge of people from certain tribes and ethnicities regarding the utilization of plants as traditional medicines. This review aims to examine the ethnopharmaceutical utilization and pharmacological activity of kepok banana peel waste (Musa paradisiaca formatypica) based on current scientific evidence. The method used was narrative review through literature searches on Google Scholar and PubMed databases of full-text articles published in the period 2011-2026. The keywords used included “ethnopharmaceutical,” “Musa paradisiaca,” “kepok banana peel”, and “pharmacological activity of Musa paradisiaca.” Included articles were national and international accredited/ISSN publications that addressed the ethnopharmaceutical aspects and pharmacological activity of kepok banana peel, while irrelevant articles and publications below 2011 were excluded. The results showed that kepok banana peel has been utilized as a traditional medicine by several ethnic groups in Indonesia, including Dondo, Kaili, Mori, Sasak, and Banggai. Pharmacologically, kepok banana peel is reported to have several main activities including antidiarrheal, anti-inflammatory, wound healing (cuts and burns), and anti-acne activity. Based on these findings, kepok banana peel waste has the potential to be developed as an ethnopharmaceutical-based traditional medicine ingredient and candidate raw material for pharmaceutical preparations supporting therapy.