Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Partograf Digital: Berbasis Android dalam Pengambilan Keputusan Klinik Persalinan Ningrum, Widya Maya; Lestari, Ririn; Mukti, Arifah Septiane
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v10i2.1015

Abstract

Data penggunaan partograf masih rendah, di fasilitas pelayanan 25 % di RS 45 % di Puskesmas dan 54% di Klinik bersalin. Bidan menilai pengisian partograf sulit, membutuhkan waktu lama. Melihat fenomena tersebut, peneliti menghasilkan inovasi partograf digital yang dirancang untuk mempermudah pengisian partograf, serta mendeteksi penyulit persalinan dan belum dibuktikan efektivitasnya. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan partograf digital berbasis android terhadap ketepatan dan kecepatan pengambilan keputusan klinik. Penelitian ini menggunakan quasi experimental Nonequivalent Control Group Design untuk melihat efektivitas pengambilan keputusan klinik pada kelompok kasus (Partograf Digital) dan kelompok Kontrol (Partograf Manual). Populasi penelitian seluruh bidan dan Ibu bersalin di Kabupaten Ciamis pada bulan Juni – Agustus Tahun 2023, teknik pengambilan sampel three stage sampling dipadukan dengan purposive sampling dan simple random sampling, sehingga sampel penelitian yang didapatkan yaitu 50 ibu bersalin untuk masing-masing kelompok, yang ditolong oleh 20 bidan Rancah (Kasus) dan 15 bidan Puskesmas Ciamis (Kontrol). Pengambilan data ketepatan dilakukan dengan menilai pengisian partograf menggunakan lembar ceklist (kelompok kasus dan kontrol), untuk penilaian kecepatan dilakukan menggunakan stopwatch saat ibu bersalin diobservasi ditentukan persalinan perlu dirujuk atau tidak. Analisis data dengan menggunakan uji independen t-test. Hasil penelitian dengan menggunakan Uji Mann Whitney pada variabel ketepatan dan kecepatan data diperoleh nilai p Value < 0,05 artinya ada perbedaan efektivitas yang signifikan antara partograf manual dan partograf digital dari aspek ketepatan dan kecepatan terhadap pengambilan keputusan klinik saat persalinan. Partograf digital lebih efektif dalam ketepatan dan kecepatan pengambilan keputusan.
Pelatihan Gizi dan Pembibitan Tanaman Rumah Tangga untuk Peningkatan Kualitas Gizi Keluarga Hindiarti, Yudita Ingga; Mukti, Arifah Septiane; Fatimah, Siti
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i2.651

Abstract

Introduction: The stunting rate in West Java Province is higher than the national average and the highest of the 14 existing regions. Ciamis Regency, particularly Sindangkasih District, is among the highest (Health Office, West Java Province 2021). The process of stunting has been lasting since the pregnancy and it gets worse if it cannot be treated (catch-up growth) within the first 1000 days of life (1000 HPK). Low family awareness of nutrition will have an impact on the health and nutritional status of toddlers. Based on the research result related to stunting, knowledge-raising intervention for health cadres related to nutrition is very effective in increasing the practice of mentoring mothers of under-five toddlers. Therefore, it is necessary to increase cadres’ knowledge and understanding of locus stunting through nutrition training strategies and home plant cultivation as a preventive measure for the nutritional adequacy of under-five toddlers in 1000 HPK. Community service activities aim to realize community empowerment to use local food as the basis for sustainable home food. The targets in this community service are cadres and mothers of under-five toddlers. Objective: The purpose of this service was realize community empowerment to use local food as the basis for sustainable home food Method: The method of this community service uses nutrition training to increase the knowledge, capacity, and ability of village cadres and mothers of under-five toddlers regarding food diversification which is nutritious, balanced, and safe to consume as home plants. At the beginning of the activity, a pretest was carried out followed by the delivery of material, cooking demonstrations, and a post-test. Result: The results showed that there was a significant increase in mothers’ knowledge of under-five toddlers and cadres about the importance of nutrition in 1000 HPK. Conclusion: Nutrition training is a promotive activity, a basis for implementing other nutrition intervention programs, and a basis for a person's behavior.
Description Of The Implementation Of Acupressure Therapy Against Dysmenorrhea Pain In Adolescent Girls At SMKN 1 Ciamis Rosanti, Rika; Lestari, Ririn; Mukti, Arifah Septiane; Suminar, Ratna
Journal of Midwifery and Public Health Vol 7, No 1 (2025): Mei
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v7i1.23758

Abstract

The prevalence of dysmenorrhea, ranging from mild to severe, in Indonesia stands at 74.1%. Approximately 50% of women who menstruate suffer from dysmenorrhea, with 10% experiencing symptoms severe enough to necessitate rest, and only 1% to 2% seeking care at a health center. Among adolescent girls, the discomfort associated with menstrual pain often hinders concentration during learning activities. Dysmenorrhea can be managed through both pharmacological and non-pharmacological methods, with acupressure therapy being one of the latter. This therapy involves applying pressure with the thumb to specific points, such as the san yin jiao (SP 6) and taichong (LR 3). The aim of this research was to assess the reduction in pain levels before and after the application of acupressure therapy on adolescent girls at SMKN 1 CIAMIS. The study employed a descriptive quantitative approach to illustrate the effects of acupressure therapy on dysmenorrhea in these students. A total of 93 respondents participated, with data collected directly using the Numeric Rating Scale (NRS) and following the standard operating procedure (SOP) for acupressure. The findings revealed that prior to acupressure therapy, nearly half of the adolescents (43%) experienced moderate pain, whereas post-therapy, a similar proportion (46%) reported only mild pain. The average pain score dropped from 6.76 before therapy to 2.6.
Implementasi Deteksi Tumbuh Kembang Digital Dengan Model Sistem Ketahanan Pangan Berbasis Pertanian Cerdas Skala Rumah Tangga Untuk Pencegahan Stunting Di desa Jajawar Kota Banjar Rohman, Asri Aprilia; Mukti, Arifah Septiane; Puspitsasari, Anisa
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22010

Abstract

Mitra dalam program pengabdian ini adalah Kader Posyandu dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kahuripan yang berada di Desa Jajawar, Kota Banjar, Jawa Barat. Kedua mitra memiliki peran strategis dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan balita dan penguatan ketahanan pangan keluarga berbasis pekarangan. Permasalahan prioritas yang dihadapi meliputi: kapasitas kader yang masih terbatas dalam deteksi dini stunting, penggunaan metode manual yang berisiko salah interpretasi, rendahnya variasi pangan bergizi di tingkat rumah tangga, serta belum optimalnya pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan sehat dan berkelanjutan. Rencana kegiatan disusun untuk menjawab permasalahan tersebut melalui kombinasi solusi berbasis teknologi dan pemberdayaan, yaitu: (1) implementasi Kalkulator Deteksi Stunting untuk meningkatkan akurasi skrining pertumbuhan; (2) pelatihan kader dalam edukasi gizi, PHBS, dan komunikasi kesehatan; (3) pengembangan Pekarangan Gizi Keluarga dengan sistem pertanian cerdas; (4) pembangunan bioflok ikan sebagai sumber protein hewani; serta (5) pembuatan dan pengembangan produk PMT lokal berbasis pangan lokal.Metode pelaksanaan mencakup lima tahapan utama: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan intensif, dan evaluasi keberlanjutan. Seluruh kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dengan keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa lintas disiplin (Keperawatan, Kebidanan, dan Agribisnis) untuk memastikan ketepatan teknis serta keberlanjutan praktik di lapangan.Target luaran yang ingin dicapai antara lain: meningkatnya kapasitas kader dalam deteksi digital dan edukasi kesehatan, terwujudnya 20 pekarangan gizi aktif, berfungsinya dua unit bioflok, terciptanya minimal empat produk PMT lokal, peningkatan konsumsi pangan bergizi keluarga, serta terbangunnya model integratif deteksi tumbuh kembang dan pertanian cerdas sebagai upaya pencegahan stunting. Selain itu, program ini menghasilkan luaran akademik berupa artikel ilmiah populer, video kegiatan, poster edukasi, dan dokumentasi JKEM mahasiswa.