Keterampilan proses sains merupakan kompetensi penting bagi calon guru sekolah dasar karena menjadi fondasi penyelidikan ilmiah dan pembelajaran sains yang efektif. Namun, berbagai temuan empiris menunjukkan bahwa kompetensi ini masih belum berkembang secara optimal pada mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil awal keterampilan proses sains mahasiswa PGSD pada mata kuliah Konsep Dasar IPA. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan diagnostik. Subyek penelitian adalah mahasiswa PGSD STKIP Taman Siswa Bima tahun pertama yang dipilih melalui teknik sampling total. Data dikumpulkan pada awal semester menggunakan tes diagnostik yang mencakup keterampilan dasar dan terintegrasi, meliputi perencanaan eksperimen, pengamatan dan interpretasi hasil observasi, perumusan pertanyaan ilmiah, penggunaan alat dan pengukuran, serta komunikasi dan interpretasi data. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk persentase berdasarkan kriteria penilaian yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori rendah dan sangat rendah, dengan hanya sebagian kecil yang mencapai kategori sedang. Seluruh indikator yang diukur juga menunjukkan tingkat penguasaan yang rendah, baik pada keterampilan dasar maupun terintegrasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa kesiapan awal mahasiswa untuk terlibat dalam praktik ilmiah masih terbatas. Oleh karena itu, penilaian diagnostik pada tahap awal pembelajaran menjadi penting sebagai dasar perancangan strategi pembelajaran sains yang berorientasi pada inkuiri dan pengembangan keterampilan proses secara sistematis dalam pendidikan guru.