Nugraheni, Silvia Oti
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Prinsip Kesantunan Leech pada Ketawadukan Tuturan Zainuddin dalam Film “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” Nugraheni, Silvia Oti
AT-TABSYIR Vol 8, No 2 (2021): Desember
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v8i2.12703

Abstract

Kesantunan berbahasa dilakukan penutur dengan tujuan meminimalisir perasaan tidak senang atau sakit hati akibat tuturan yang diungkapkan. Objek yang dikaji dalam penelitian ini adalah tuturan tokoh Zainuddin dalam sebuah film karya Sunil Soraya berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang ditayangkan pada tahun 2013. Film yang diangkat dari sebuah novel karya Buya Hamka tersebut merupakan film Indonesia yang sarat akan kehidupan sosial masyarakat Minang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan wujud-wujud kesantunan berbahasa menurut Leech pada tuturan tokoh Zainuddin. Tokoh Zainuddin dalam film ini merupakan sosok yang sopan, santun, dan tawaduk dilihat dari sikap dan tuturannya. Data penelitian ini adalah penggalan tuturan tokoh Zainuddin dalam film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang mengandung prinsip kesantunan Leech. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik sebagai pendekatan teoretis dan pendekatan deskriptif analitik kualitatif sebagai pendekatan metodologis. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitik kualitatif, penelitian ini mencoba menggambarkan bagaimana tokoh Zainuddin  dalam film ini bertutur kata yang memerhatikan prinsip kesantunan Leech. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak. Metode simak digunakan teknik dasar sadap dengan teknik lanjutan simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat (transkripsi fonemis). Hasil menunjukkan bahwa tuturan tokoh Zainuddin dalam film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck  ini memenuhi bidal-bidal dalam prinsip kesantunan milik Leech. Bidal-bidal tersebut antara lain bidal ketimbangrasaan, bidal kemurahhatian, bidal keperkenanan, bidal kerendahhatian, bidal kesetujuan, dan bidal kesimpatian.
Komunikasi Religius antartokoh pada Kritik Sastra Film Religi “Merindu Cahaya De Amstel” sebagai Gambaran Kehidupan Mualaf Nugraheni, Silvia Oti; Maghfirah, Nuril
AT-TABSYIR Vol 10, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v10i2.25046

Abstract

Film merupakan salah satu wujud sebuah sastra yang paling dekat dengan masyarakat, karena kemudahan dalam penyampaian gagasan dan pesan yang digambarkan lewat tokoh dan alur cerita serta memberikan kesempatan dalam proses berdakwah, seperti film religi. Objek penelitian ini adalah film religi berjudul “Merindu cahaya De Amstel”. Film ini menggambarkan kehidupan tokoh muslim di negara Belanda dan tokoh mualaf. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis kritik sastra film religi “Merindu Cahaya De Amstel” yang memuat gambaran kehidupan mualaf dengan menggunakan pendekatan religius sastra. Pendekatan penelitian adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan jenis penelitian studi pustaka (library research). Teknik pengumpulan data digunakan teknik simak catat dan dokumentasi. Data penelitian ini adalah penggalan scene yang menunjukkan religiusitas tokoh dalam film “Merindu Cahaya de Amstel.” Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini mengandung aspek akidah (pegangan hidup), syariah (jalan hidup), dan akhlak (perilaku).
Rekontekstualisasi Berita dalam Sajak: Kajian Estetika dan Transformasi Makna dalam Pemikiran Sapardi Djoko Damono Nugraheni, Silvia Oti; Khusniyah, Aziizatul
Bahterasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2025): BAHTERASIA VOLUME 6 NO 2 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jpbsi.v6i2.24343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi berita menjadi sajak dalam karya Sapardi Djoko Damono, khususnya dalam konteks rekontekstualisasi berita yang mengubah teks faktual menjadi ekspresi puitik. Fokus penelitian ini adalah bagaimana perubahan bentuk dari berita menjadi sajak dapat mengubah pemahaman pembaca terhadap peristiwa sosial, serta memberikan dimensi emosional dan simbolik yang lebih mendalam. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis teks, yang menggabungkan teori hermeneutika dan analisis isi. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research). Data yang digunakan adalah teks berita dan sajak karya Sapardi Djoko Damono, khususnya dalam buku Bilang Begini, Maksudnya Begitu. Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan repetisi, pemilihan diksi, dan perubahan struktur dalam puisi yang dihasilkan dari berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi berita menjadi sajak tidak hanya mengubah bentuk teks, tetapi juga makna yang terkandung dalam berita tersebut. Repetisi dan pemilihan diksi yang kaya simbolisme memperkenalkan makna baru yang lebih mendalam, menggugah perasaan, dan mengundang interpretasi lebih lanjut. Proses ini juga membuka ruang bagi sastra untuk berfungsi sebagai kritik sosial, memberikan tafsiran baru terhadap kenyataan yang dilaporkan. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya hubungan antara jurnalisme dan sastra dalam memberikan pemahaman yang lebih holistik tentang realitas sosial. Transformasi ini memperkaya pengalaman pembaca dalam memahami kemampuan puisi untuk menjadi sarana refleksi sosial.Kata kunci: Transformasi Berita, Sajak, Sapardi Djoko Damono, Rekontekstualisasi, Kritik Sosial, Repetisi, Diksi