Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Teleskop Ioptron Cube II dalam Penentuan Arah Kiblat: Teleskop, Arah Kiblat, Theodolite Izzuddin, Ahmad; Rahman, Muhammad Habibur; Riza, Muhammad Himmatur
AL - AFAQ : Jurnal Ilmu Falak dan Astronomi Vol. 3 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.005 KB) | DOI: 10.20414/afaq.v3i1.2776

Abstract

Perkembangan metode-metode pengukuran arah kiblat di Indonesia sangat pesat, dari pengukruan menggunakan alat bantu tradisonal seperti Rubu’ Mujayyab sampai menggunakan alat bantu modern seperti Theodolite. Saat ini theodolite merupakan alat bantu yang dianggap paling akurat dalam pengukuran arah kiblat. Namun banyak yang tidak menyadari bahwa Teleskop juga dapat digunakan untuk alat bantu pegukuran arah kiblat yang tingkat akurasinya tidak kalah dengan theodolite, karena dalam ilmu falak Telskop hanya difungsikan untuk kegiatan rukyatul hilal dan pengamatan gerhana. Penelitan ini dilakukan untuk mengenalkan kepada halayak umum terkait fungsi teleskop dalam menentukan arah kiblat sekaligus menambah khazanah keilmuan dalam ilmu falak. Dari praktik pengukuran yang telah dilakukan, ternyata teleskop terbulti layak dan akurat untuk menentukan arah kiblat.
Teleskop Ioptron Cube II dalam Penentuan Arah Kiblat: Teleskop, Arah Kiblat, Theodolite Izzuddin, Ahmad; Rahman, Muhammad Habibur; Riza, Muhammad Himmatur
AL - AFAQ : Jurnal Ilmu Falak dan Astronomi Vol. 3 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/afaq.v3i1.2776

Abstract

Perkembangan metode-metode pengukuran arah kiblat di Indonesia sangat pesat, dari pengukruan menggunakan alat bantu tradisonal seperti Rubu’ Mujayyab sampai menggunakan alat bantu modern seperti Theodolite. Saat ini theodolite merupakan alat bantu yang dianggap paling akurat dalam pengukuran arah kiblat. Namun banyak yang tidak menyadari bahwa Teleskop juga dapat digunakan untuk alat bantu pegukuran arah kiblat yang tingkat akurasinya tidak kalah dengan theodolite, karena dalam ilmu falak Telskop hanya difungsikan untuk kegiatan rukyatul hilal dan pengamatan gerhana. Penelitan ini dilakukan untuk mengenalkan kepada halayak umum terkait fungsi teleskop dalam menentukan arah kiblat sekaligus menambah khazanah keilmuan dalam ilmu falak. Dari praktik pengukuran yang telah dilakukan, ternyata teleskop terbulti layak dan akurat untuk menentukan arah kiblat.
Menciptakan Rasa Peduli Lingkungan melalui Gerakan Bersih Bersama Mahasiswa dan Masyarakat di Kampus Wijaya, Kurnia; Rahman, Muhammad Habibur; Saktiawan, Pratolo; Darmawan, Didit; Solchan, Solchan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1052

Abstract

Permasalahan kebersihan kampus sering muncul akibat rendahnya kepedulian mahasiswa, staf, dan masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Sampah yang berserakan, fasilitas yang kurang terawat, dan area kampus yang kurang rapi menjadi indikator perlunya tindakan kolaboratif untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Sebagai upaya strategis, gerakan bersih bersama mahasiswa dan masyarakat bertujuan untuk memperbaiki kondisi fisik lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran, rasa tanggung jawab, dan budaya kebersihan yang berkelanjutan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yang menekankan pemberdayaan berbasis aset dengan memanfaatkan potensi komunitas yang ada. Potensi tersebut meliputi semangat gotong royong mahasiswa, fasilitas kebersihan kampus, kemampuan para anggota untuk berinteraksi, serta peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Hasil dari pelaksanaan gerakan bersih menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dan masyarakat mampu meningkatkan kualitas lingkungan melalui kegiatan pembersihan, penataan fasilitas, dan pengelolaan sampah yang membuat area menjadi lebih rapi dan layak digunakan. Kesimpulannya, gerakan bersih tidak hanya menghasilkan perubahan fisik pada lingkungan, tetapi juga mendorong kesadaran kolektif dan komitmen berkelanjutan dalam menjaga lingkungan, sehingga layak dikembangkan menjadi program rutin. Gerakan bersih ini diharapkan mampu membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini, mendukung pendidikan berbudaya lingkungan, dan membentuk generasi yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam serta keberlanjutan lingkungan kampus.