Permasalahan kebersihan kampus sering muncul akibat rendahnya kepedulian mahasiswa, staf, dan masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Sampah yang berserakan, fasilitas yang kurang terawat, dan area kampus yang kurang rapi menjadi indikator perlunya tindakan kolaboratif untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Sebagai upaya strategis, gerakan bersih bersama mahasiswa dan masyarakat bertujuan untuk memperbaiki kondisi fisik lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran, rasa tanggung jawab, dan budaya kebersihan yang berkelanjutan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yang menekankan pemberdayaan berbasis aset dengan memanfaatkan potensi komunitas yang ada. Potensi tersebut meliputi semangat gotong royong mahasiswa, fasilitas kebersihan kampus, kemampuan para anggota untuk berinteraksi, serta peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Hasil dari pelaksanaan gerakan bersih menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dan masyarakat mampu meningkatkan kualitas lingkungan melalui kegiatan pembersihan, penataan fasilitas, dan pengelolaan sampah yang membuat area menjadi lebih rapi dan layak digunakan. Kesimpulannya, gerakan bersih tidak hanya menghasilkan perubahan fisik pada lingkungan, tetapi juga mendorong kesadaran kolektif dan komitmen berkelanjutan dalam menjaga lingkungan, sehingga layak dikembangkan menjadi program rutin. Gerakan bersih ini diharapkan mampu membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini, mendukung pendidikan berbudaya lingkungan, dan membentuk generasi yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam serta keberlanjutan lingkungan kampus.