Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSUMSI OKSIGEN IKAN PELAGIS DI MUARA SEGARA ANAK, TAMAN NASIONAL ALAS PURWO Malini, Desak Made; Muliani, Reni
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 2, No 2: September 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v2i2.2489

Abstract

Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) merupakan salah satu protected area yang ditetapkan sebagai kawasan untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan ekosistem. Untuk mencapai tujuan tersebut maka perlu diadakan monitoring tentang kondisi dari kawasan tersebut, yaitu dengan cara mengamati biota perairan seperti ikan pelagis yang habitatnyadi sungai Segara Anak. Kelangsungan hidup ikan ditentukan oleh kondisi lingkungan dan kemampuan ikan untuk menggunakan oksigen dari lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah konsumsi oksigen ikan pelagis yang hidup di muara Segara Anak TNAP. Metode yang digunakan adalah observasi. Parameter yang diukur adalah konsumsi O2, kondisi fisik dan kimia dari habitat ikan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 jenis ikan pelagis dengan masing-masing konsumsi O2 sebagai berikut Scatophagus argus (0,15 mg/l /h), Toxotes jaculatrix (0,052 mg/l/h), Nectamia fusca (0,052mg/l/h) dan Ambassis macracanthus (0,095 mg/l/h). Tingkat konsumsi oksigen tertinggi ditunjukkan oleh S. argus. Hasil pengukuran parameter fisik dan kimia air adalah sebagai berikut: suhu 28oC, salinitas 33,3%; pH 8; dan oksigen terlarut 5 mg/l, sedangkan suhu udara 30,67oC. Tingkat konsumsi oksigen ikan tergantung pada jenis spesies, ukuran, dan kondisi fisik air.
Sosialisasi Anti-Bullying Berbasis Nilai Religius Dan Budaya Lokal Di Kalangan Peserta Didik SDN 1 Jerowaru Lombok Timur. Utami, Linda Sekar; Mardiyanti, Nanik; Anugrah, Muhammad Ridho; Jannah, Raudatul; Wulandari, Hijriatun; Muliani, Reni; Amelia, Amelia
Dedikasi Nusantara: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pendidikan Dasar Vol 5 No 2 (2025): Dedikasi Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dedikasi.v5i2.26846

Abstract

Bullying merupakan bentuk kekerasan verbal, fisik, maupun psikologis yang berdampak negatif terhadap perkembangan peserta didik. Fenomena ini masih marak terjadi, termasuk di sekolah dasar, dan seringkali belum dipahami secara utuh oleh siswa. Padahal, nilai-nilai religius dan budaya lokal memiliki potensi besar untuk mencegah perundungan melalui internalisasi akhlak mulia, empati, serta budaya gotong royong. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan anti-bullying berbasis nilai religius dan budaya lokal Sasak kepada 30 siswa kelas IV dan V di SDN 1 Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui dongeng, diskusi interaktif, permainan kelompok, dan roleplay. Evaluasi dilakukan dengan pre-test, post-test, dan observasi perilaku siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan sikap siswa: 100% siswa mampu menyebutkan bentuk bullying dan memahami bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan ajaran Islam maupun budaya Sasak, serta 80% siswa berkomitmen untuk menolong teman yang menjadi korban. Selain itu, terjadi perubahan positif dalam interaksi sehari-hari, seperti meningkatnya penggunaan ungkapan sopan dan sikap empati. Dengan demikian, integrasi nilai religius dan budaya lokal terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran anti-bullying serta membangun budaya sekolah yang aman, harmonis, dan berkarakter.