Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERKEMBANGAN PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KONSEP KOPETENSI GURU DI SMKN 1 REJOTANGAN Dimas Andrian; Rico Andhika Putra
Journal of Automotive Vocational Education (JAVED) Vol 1, No 1 (2024)
Publisher : Journal of Automotive Vocational Education (JAVED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/javed.v1i1.5504

Abstract

Perkembangan profesi kependidikan adalah proses peningkatan kualitas dan kinerja guru sebagai tenaga profesional di bidang pendidikan. Perkembangan profesi kependidikan meliputi aspek-aspek seperti kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikasi, pengembangan karir, dan kesejahteraan guru. Perkembangan profesi kependidikan bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, sesuai dengan tuntutan zaman dan kebutuhan masyarakat. Konsep kompetensi guru adalah kumpulan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku yang harus dimiliki dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas dan fungsi profesinya. Konsep kompetensi guru berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, meliputi empat jenis kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Kompetensi guru berfungsi sebagai acuan dalam :penilaian kinerja dan pengembangan profesionalisme guru.
PENGARUH METODE MENGAJAR GURU DAN KELENGKAPAN ALAT PRAKTIK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI MATA PELAJARAN TEKNIK OTOMOTIF DI MA UNGGULAN JABAL NOOR TRENGGALEK Ilham Fausi; Yelma Dianastiti; Rico Andhika Putra
Journal of Automotive Vocational Education (JAVED) Vol 2, No 1 (2025)
Publisher : Journal of Automotive Vocational Education (JAVED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/javed.v2i1.8394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode mengajar guru dan kelengkapan alat praktik terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Teknik Otomotif di MA Unggulan Jabal Noor Trenggalek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex-post facto. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan dokumentasi nilai siswa, dan analisis data menggunakan uji regresi sederhana dan regresi ganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode mengajar guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa dengan koefisien determinasi sebesar 7,1%. Kelengkapan alat praktik juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar dengan kontribusi sebesar 17%. Secara simultan, kedua variabel independen memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 17,5%. Artinya, 17,5% variasi dalam hasil belajar siswa dapat dijelaskan oleh metode mengajar guru dan kelengkapan alat praktik. Dengan demikian, peningkatan mutu pembelajaran pada mata pelajaran Teknik Otomotif dapat dicapai melalui metode pengajaran guru yang lebih kreatif dan penyediaan fasilitas praktik yang memadai.
The Influence of Locus of Control and Student Competence on Students' Work Readiness Yelma Dianastiti; Rico Andhika Putra; Berlin's Liston Yuswanto
AEEJ : Journal of Automotive Engineering and Vocational Education Vol 6 No 1 (2025): Vol 6 No 1 (2025) : AEEJ : Journal of Automotive Engineering and Vocational Educa
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/aeej.v6i1.254

Abstract

Vocational education aims to produce a competent and competitive workforce, reduce unemployment, and strengthen the industrial sector. This study uses a quantitative method with multiple linear regression analysis to evaluate data from 122 students in grades X and XI. The results show that LOC (Locus of Control) and student competence significantly influence job readiness, with a combined contribution of 17.9%. Students with an internal LOC have high motivation and effective decision-making skills, which support their job readiness. Good student competence, including knowledge, skills, and attitude, strengthens their ability to adapt to the workplace. Although LOC's contribution to job readiness is only 8.8%, student competence shows a contribution of 16.1%. These findings highlight the importance of developing LOC and competence in vocational curricula to prepare students for a competitive job market. Educators should design programs that enhance students’ technical skills and LOC, equipping them to better face career challenges.
Kematangan Karir yang di Pengaruhi Oleh Self Efficacy dan Dukungan Sosial Rico Andhika Putra; Yelma Dianastiti; Azis Setyoso
AEEJ : Journal of Automotive Engineering and Vocational Education Vol 5 No 2 (2024): Vol 5 No 2 (2024): AEEJ : Journal of Automotive Engineering and Vocational Educat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/aeej.v5i2.258

Abstract

This study aims to explore the influence of self-efficacy and social support on the career maturity of vocational students at SMKN 3 Boyolangu. Self-efficacy plays an important role in helping students make career decisions and face various challenges. This study used multiple linear regression analysis methods with a sample of 86 students from the Automotive Light Vehicle Engineering Expertise Program as samples, with multiple linear regression analysis methods. The results showed that self-efficacy contributed 23.4% to career maturity, while social support contributed 35%. Simultaneously, the two variables contributed 24.4% to students' career maturity. This study highlights the importance of self-efficacy and social support in supporting vocational students' career maturity. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh keyakinan diri (self-efficacy) dan dukungan sosial terhadap kematangan karir siswa SMK di SMKN 3 Boyolangu. Self-efficacy berperan penting dalam membantu siswa membuat keputusan karir serta menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan sampel 86 siswa dari Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif sebagai sampel, dengan metode analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy memberikan kontribusi sebesar 23,4% terhadap kematangan karir, sedangkan dukungan sosial memberikan kontribusi sebesar 35%. Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 24,4% terhadap kematangan karir siswa. Penelitian ini menyoroti pentingnya self-efficacy dan dukungan sosial dalam mendukung kematangan karir siswa SMK.
Pelatihan Dasar Sistem EFI untuk Meningkatkan Literasi Teknologi Kendaraan Bagi Alumni Pesantren Al-Hikam Malang di Wilayah AG Raya Riza Dwi Ahmadi; Rico Andhika Putra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 5 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v5i2.28496

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi teknologi kendaraan sistem Electronic Fuel Injection (EFI) serta mendorong kemandirian perawatan kendaraan pribadi bagi alumni Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang di wilayah AG Raya (Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Trenggalek). Pelatihan dilaksanakan pada 13 September 2025 secara luring di sekretariat alumni AG Raya menggunakan metode seminar interaktif yang dipadukan dengan demonstrasi praktik. Sebanyak 40 orang alumni yang seluruhnya merupakan pengguna aktif kendaraan EFI berpartisipasi dalam kegiatan ini. Media praktik menggunakan unit kendaraan Honda Jazz untuk visualisasi komponen ECU, sensor MAP/MAF, injector, dan throttle body. Instrumen evaluasi berupa pretest dan posttest (10 soal pilihan ganda) serta kuesioner kepuasan. Data dianalisis menggunakan N-Gain score dan statistik deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta, dengan rata-rata nilai pretest 27,25 meningkat menjadi 76,00 pada posttest (selisih +48,75). N-Gain score sebesar 0,64 (kategori sedang). Peserta yang mencapai nilai tuntas (≥75) meningkat drastis dari 1 orang (2,5%) menjadi 25 orang (62,5%). Tingkat kepuasan peserta terhadap pelatihan mencapai 3,71 dari skala 4 (sangat puas). Dengan demikian, pelatihan dasar sistem EFI ini terbukti efektif meningkatkan literasi teknologi kendaraan sekaligus mendorong kemandirian peserta dalam merawat kendaraan EFI. Kegiatan ini direkomendasikan untuk ditindaklanjuti dengan pelatihan lanjutan sistem diagnostik EFI dan pembentukan grup diskusi otomotif berbasis komunitas alumni.